Sakit Tak Berdarah

Sakit Tak Berdarah
STB - 24


__ADS_3

MENIKAH


Happy reading gengks


Maaf jika banyak typo


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


"Apa kabar, ma" sapa Yudha setelah menyalimi punggung tangan mamanya.


"Kamu masih ingat sama mama?" sarkas Nyonya Adhisty.


"Tentu Yudha masih ingat mama, mama adalah orang yang paling berjasa dalam hidup Yudha" Yudha mencoba berbicara selembut mungkin pada wanita yang telah melahirkannya itu.


"Oh ya, menurutmu mama orang yang berjasa dalam hidup kamu? tapi kenapa kamu lebih memilih wanita miskin itu dari pada mama" sindir Nyonya Adhisty.


Yudha menghembuskan nafasnya dengan kasar, butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi keangkuhan mamanya, tapi demi restu untuk menikahi Annisa, Yudha rela bersikap lebih sabar lagi.


Pria itu berjalan menghampiri calon istrinya yang sejak tadi tertunduk tak berani menatap kearah mantan bosnya dulu saat masih bekerja, Yudha tahu saat ini dirinya harus mengalah untuk menang.


Yudha menggenggam lembut tangan Annisa, membuat gadis itu mau tak mau menatap calon suaminya, kedua sudut bibirnya terangkat kala mendapati Yudha yang sedang tersenyum lembut kearahnya, membuat perasaannya sedikit lebih tenang.


"Ma, Yudha mencintai Annisa, dan hanya Nisa yang akan Yudha nikahi, jadi Yudha mohon mama merestui hubungan kami" ucap Yudha tanpa mengalihkan pandangannya dari calon istrinya.


Nyonya Adhisty yang menyaksikan langsung tingkah anaknya dan mantan karyawannya itu merasa muak, wanita paruh baya itu segera memalingkan wajahnya yang merah karena merasa emosi.


Nyonya Adhisty berbalik berniat meninggalkan pasangan anak muda yang akan segera menikah itu, "Sampai kapanpun mama tidak akan pernah merestui hubungan kalian" tukasnya sebelum benar-benar meninggalkan Yudha dan Annisa.


Yudha hanya menatap kepergian mamanya dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa kecewa dan kesedihan yang saat ini dirasakan pria itu, dan semua itu tidak luput dari pengamatan Annisa.


Setelah Nyonya Adhisty tak lagi terlihat, Yudha pun mengajak Annisa masuk kedalam rumahnya.


"Mama ngomong apa aja tadi?" tanya Yudha setelah mendaratkan bokongnya disofa tua yang menjadi tempat istirahat Annisa.

__ADS_1


Annisa tak menjawab, bukan karena dirinya merasa bodoh atau tak berani, hanya saja gadis itu lebih memilih untuk tidak semakin memperburuk keadaan yang memang sudah seperti benang kusut diantara ibu dan anak itu, yang tak lain adalah calon suaminya.


"Nyonya Adhisty ngga ngomong apa-apa kok, cuma mampir pengen ketemu kamu" jawab Annisa datar, "Ngga lama pun kamu udah nongol" lanjutnya lagi.


Yudha terdiam, dia tahu benar sifat mamanya seperti apa, Annisa pasti tidak akan mengatakan yang sebenarnya terjadi.


"Ya udah, apapun yang mama ucapkan, jangan masukkan kedalam hati" tutur Yudha lembut, tangannya terulur membelai surai hitam Annisa.


Annisa tersenyum hangat kearah Yudha, inilah yang paling dirinya sukai dari pria tampan itu, lembut dan penuh kasih sayang.


β„πŸβ„πŸβ„


Waktu terus berlalu, tak terasa hari ini Yudha dan Annisa akan melangsungkan pernikahannya, walaupun tanpa restu orang tua Yudha, pria itu tetap akan menikahi gadis pujaan hatinya.


Hanya sebuah pesta sederhana, dan dihadiri beberapa teman terdekat Yudha dan juga Annisa. Keduanya memang tidak mengadakan pesta yang meriah, yang penting sah, selain itu Annisa juga tidak terlalu menyukai pesta mewah, cukup sah dimata hukum dan agama, itu sudah lebih dari cukup.


Pukul tujuh malam, beberapa tamu sudah mulai meninggalkan rumah Annisa dan Yudha, rencananya besok Yudha akan memboyong sang istri ke apartemen yang telah dia persiapkan. Malam ini keduanya akan beristirahat lebih dulu sebelum pindahan.


Saat akan menutup pintu depan, sebuah mobil yang tak asing terlihat memasuki gerbang rumah kecil peninggalan ibu Annisa.


Annisa yang lebih dulu masuk kedalam rumah untuk membereskan sisa acara tadi, merasa heran karena tak mendapati suaminya di belakangnya, padahal tadi Yudha mengekor dibelakang Annisa, gadis itu pun menyusul sang suami yang masih berdiri diambang pintu.


Annisa berjalan menghampiri Yudha, keningnya berkerut melihat pria yang beberapa jam lalu telah menghalalkannya itu diam terpaku di ambang pintu.


"Mas? kok bengong?" Annisa menepuk pelan bahu kekasih halalnya.


Yudha menoleh kearah sang istri kemudian kembali menatap mobil yang baru saja berhenti tepat dihadapannya.


"Aku sepertinya kenal dengan mobil itu, mirip dengan mobil papa, tapi ngga mungkin kan papa datang kemari?" sahut Yudha masih setia menatap kendaraan dihadapannya itu.


Annisa mengikuti arah pandangan Yudha, dia pun juga merasa sangat kenal dengan kendaraan roda empat yang sudah terparkir di pekarangan rumahnya yang sempit, "Iya, itu seperti mobil tuan Pratama" Annisa ikut menimpali ucapan suaminya.


Keduanya saling menatap keheranan, lalu kembali menoleh kembali kedepan. Tak lama seorang pria yang kira-kira berusia lebih dari setengah abad turun dari kendaraan tersebut.

__ADS_1


"Papa" seru Yudha.


Yah, pria yang datang itu tak lain adalah tuan Pratama, ayah dari pengantin baru itu, tepat seperti dugaannya sebelumnya bahwa mobil tersebut milik papanya, Yudha pun menghampiri pria paruh baya itu, kemudian mencium punggung tangan papanya.


Annisa juga ikut menyalami punggung tangan tuan Pratama yang tak lain ayah mertuanya.


"Ada apa pah? kok papa dateng malam - malam?" tanya Yudha heran.


"Memangnya papa ngga boleh hadir di pernikahan kamu?" sergah tuan Pratama.


Yudha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Maaf pa, bukan maksud Yudha ngomong gitu" sesal Yudha.


"Papa ngga disuruh masuk nih?"


"Oh iya pa, silahkan masuk" Ucap Yudha mempersilahkan.


Tuan Pratama memasuki rumah Annisa Disusul Yudha dan istrinya yang mengekor dibelakang, keduanya tampak tegang dengan kehadiran Tuan Pratama yang tiba-tiba, namun tak dipungkiri keduanya merasa bahagia, masih ada salah satu dari keluarga yang ikut hadir dihari pernikahan mereka.


🌸🌼🌸🌼🌸


Tbc


Mohon dukungannya yah


Like vote or komen


Kirim bunga kek, atau kopi gitu biar semangat updatenya


Jangan lupa mampir di kisah Dinda dan Imran


"Rasa Yang Tersimpan"


See U All😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2