Sakit Tak Berdarah

Sakit Tak Berdarah
STB - 06


__ADS_3

MENGUTARAKAN PERASAAN


Happy reading gengks


Banyak typo


"Aku mau balik, tapi aku punya hadiah buat kamu"


"Hadiah? hadiah apa? harus spesial lho" jawab Erika antusias.


"Pastinya, hadiah yang spesial buat sahabat aku yang spesial" ucap Annisa, sambil mengeluarkan sebuah amplop bermotif bunga dan menyerahkannya kepada Erika.


Erika menerima pemberian sahabatnya, keningnya berkerut melihat amplop yang diberikan sahabatnya.


"Apa ini Nis?" tanya Erika bingung.


"Buka aja, pokoknya sesuatu yang selama ini kamu harapkan"


Makin penasaran saja gadis itu mendengar ucapan sahabatnya, segera Erika membuka amplop yang diberikan Annisa.


Betapa terkejutnya Erika setelah melihat isi amplop yang diberikan Annisa sebagai hadiah ulang tahunnya, matanya membulat sempurna. Seketika tubuh gadis itu menegang, amplop dan semua isinya yang tadi diberikan oleh sahabatnya, terjun bebas dari tangan Erika.


"Ap-apa mak-maksud semua ini Nis?" tanya Erika terbata.


Dani terkejut melihat reaksi Erika, matanya tertuju pada tumpukan kertas yang berasal dari amplop yang Annisa berikan kepada gadis itu, beberapa lembar foto yang menjadi hadiah kejutan dan spesial buat Erika, seketika pria itu juga ikut terkejut melihat gambar yang terdapat pada foto-foto yang berserakan dilantai.


Annisa tersenyum miring, kemudian melangkah mendekat kearah Erika yang masih syok mendapat kejutan darinya. Rencananya memberi kejutan kepada Erika berhasil, sungguh kejutan yang sangat manis.


"Itu hadiah ku, kuberikan spesial untuk mu, ambillah aku ikhlas" ucapnya pelan.


Kemudian gadis itu melangkah keluar dari rumah Erika, meninggalkan orang-orang yang terdiam mematung karena ulahnya.


Dani memunguti foto-foto yang berserakan dilantai, matanya menatap sendu beberapa foto itu, Dani tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Foto-foto itu adalah foto dimana ketika dia sedang bercumbu mesra dengan Erika siang tadi didapur rumahnya ada juga foto saat pria itu meremas salah satu bukit kembar Erika, tapi dari mana Annisa mendapatkan foto-foto itu.


"Darimana Annisa dapat foto-foto ini? apa mungkin dia datang kerumah tadi siang? atau jangan-jangan pintu itu... "


Pikiran Dani berkelana kembali saat dirinya dan Erika sedang berciu*man siang tadi, dan saat itu tiba-tiba ada suara pintu yang dibanting.


"Apa mungkin Annisa yang melakukannya" pikir Dani.

__ADS_1


Dani menoleh ketempat Annisa tadi berdiri, namun gadis itu sudah menghilang tanpa dirinya sadari.


Dani berbalik hendak mengejar kekasihnya yang sudah sejak tadi meninggalkan kediaman Erika, pria itu tidak menghiraukan suara Erika yang terus memanggilnya, tujuannya saat ini mencari dimana keberadaan Annisa, pria itu tidak mau jika Annisa salah paham dan mengakhiri hubungan mereka.


Dani berlari secepat mungkin keluar dari rumah Erika untuk mencari Annisa namun nihil, gadis itu tak berada dimana pun, Dani menjambak rambutnya frustasi, dalam hati pria itu merutuki kebodohannya yang telah memantik api didalam hubungannya dengan Annisa.


"Sial" umpat Dani.


Sejak tadi pria itu mencoba menghubungi Annisa, tapi suara dibalik telfon itu sungguh tidak mendukung.


"Nomor yang Anda tuju sedang berada diluar jangkauan, silahkan coba beberapa saat lagi"


💕💕💕


Gadis cantik yang menjadi objek pencarian Dani saat ini terlihat sedang berjalan menyusuri trotoar perumahan elit milik Erika, entah sudah seberapa jauh kakinya melangkah membawa tubuhnya yang rapuh, dalam diam gadis itu mengusap air matanya yang sejak tadi tak henti-hentinya mengalir membasahi pipinya yang merah.


Rasa sakit, perih mengiris relung hatinya yang terdalam, pria yang selalu menghiburnya dengan lelucon yang garing namun mampu memberi warna dalam hidupnya telah mengkhianatinya dengan sahabatnya sendiri, pria yang begitu gigih mengejar cintanya sejak dua tahun lalu ternyata menusuknya dari belakang, sungguh rasanya sakit namun tak berdarah.


💖💖💖


Enam bulan yang lalu...


Seorang pria populer disekolah sedang mempersiapkan kejutan untuk seorang gadis cantik yang menarik perhatiannya sejak satu setengah tahun yang lalu, gadis itu dijuluki kutu buku, tapi bukan berarti penampilannya seperti gadis yang bisa disebut kutu buku dengan rambut kepang dua, dan Kacamata tebal yang bertengger manis di hidungnya.


Pria itu tak lain adalah Ardani Yusuf, salah satu pemain basket populer di sekolahnya, namun anehnya dia sangat tertarik dengan gadis itu, sejak pertama kali menginjakkan kakinya di sekolah ini.


Annisa Zahra Kirani, gadis kaku, pendiam dan sangat cuek bahkan sahabatnya sendiri bingung dengan dirinya namun, yaa begitulah Annisa.


Sejak satu setengah tahun yang lalu, Dani mencoba mendekati Annisa namun gadis itu terus menghindari dirinya, padahal siswa yang lain berlomba mendekatinya berbeda dengan Annisa yang acuh.


Sikap dingin gadis itu membuat Dani merasa sangat penasaran, pria itu bertekad mengejar Annisa hingga gadis itu mau menerima cintanya, dan hari ini Dani akan mengutarakan perasaannya pada Annisa.


💓💓💓


"Nis, Annisa" panggil seorang siswa pada Annisa.


Pria itu nampak ngos-ngosan mengatur nafasnya, sepertinya tadi dia berlari hanya untuk bicara dengan Annisa.


Annisa menoleh kearah siswa tadi, lalu gadis itu bertanya.


"Kamu kenapa Lik,?" tanya Annisa pada siswa tadi, bingung karena pria itu sampe ngos-ngosan mengejar dirinya.

__ADS_1


"Ampe segitunya kamu Malik, emang ada apa sih?"


"I - itu, Dani pengen ngomong sama kamu di aula belakang, katanya penting, buruan " jawab Malik, terbata.


Pria itu masih ngos-ngosan sembari menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan.


"Dani? nungguin aku?" tunjuknya pada diri sendiri, gadis itu bingung dengan apa yang dilakukan oleh Dani diaula belakang, dan lagi kenapa pria itu menunggu Annisa.


"Iya, kamu kesana deh, takutnya nanti marah lagi" nafas Malik mulai teratur.


Annisa berjalan menyusuri koridor sekolahnya menuju ke tempat dimana Dani menunggunya seperti yang tadi Malik sampaikan padanya, gadis itu ditemani oleh sahabatnya Erika.


Sesampainya di aula, kedua gadis itu bingung, soalnya tak ada siapa pun ditempat itu, justru banyak balon berbentuk hati dan beberapa bunga mawar ditempat itu, yang membuat ruangan aula menjadi indah.


"Waahh cantiknya, siapa ya yang nyiapin ini semua?" tanya Erika merasa kagum dengan ruangan itu.


Annisa tak menjawab, gadis itu juga bingung dengan keadaan sekitarnya.


Belum terjawab rasa penasaran kedua gadis itu, kembali mereka di kejutkan dengan kehadiran beberapa siswa bersama dengan pria yang tadi dikatakan oleh Malik sedang menunggunya dan membawa setangkai mawar putih ditangannya.


Pria itu berlutut dihadapan Annisa, membuat gadis itu terperanjat tak percaya dengan apa yang dilakukan Dani.


Ya pria itu adalah Dani, yang sengaja mempersiapkan semua kejutan ini.


"Annisa Zahra Kirani, gue suka sama lo, mau ngga lo jadi pacar gue"


🍀🍀🍀


Tbc


dukung author yaa


caranya like vote n komen 👍👍👍


jangan lupa tinggalkan jejak👣👣


So klik tanda ❤


Oh ya mampir juga ke karya ku yang lain


See U All 😘😘

__ADS_1



__ADS_2