
DIKELUARKAN
Happy reading gengks
Banyak typo
π»π»π»
Annisa dan Yudha terdiam, kedua manik mereka saling bersitatap, perlahan Yudha mengikis jarak antara keduanya, diraihnya tengkuk Annisa untuk mendekatkan wajahnya, perlahan tapi pasti, bibir Yudha sudah mendarat dibibir mungil kekasihnya.
CUP...
Manis batin Yudha.
Hanya sekilas, sebatas mengecup bibir mungil milik kekasihnya namun membuatnya serasa ketagihan dengan rasa manis yang bercampur dengan rasa buah dari bibir Annisa.
Yudha kembali, mengecup bibir Annisa, tapi kali ini sedikit lebih lama, pemuda itu ingin menikmati rasa manis dibibir kekasihnya yang membuatnya seketika menjadi candu.
Perlahan, ciu*man yang awalnya hanya berupa kecupan kecil berubah manjadi lum*atan yang menuntut.
Yudha mengigit bibir bawah Nisa, agar gadis itu mau membuka mulutnya dan memberinya akses untuk mengabsen tiap inci didalam mulut kekasihnya.
Annisa memejamkan mata, menikmati tiap sentuhan yang diberikan Yudha, ini pertama kalinya Annisa berciu*man, dulu saat menjalin kasih dengan Dani, keduanya tak pernah melakukannya, karena memang mereka masih dibawah umur, dan juga memang Annisa tidak berani melangkah sejauh itu dengan Dani, mungkin itu sebabnya Dani sangat menikmati saat bercu*mbu dengan Erika.
Tapi dengan Yudha, Annisa merasa yakin, dia yakin bahwa Yudha adalah masa depannya.
Merasa oksigen yang memenuhi rongga dadanya berkurang, Yudha melepaskan tau*tan bibirnya, keduanya saling berebut udara untuk mengisi Paru-paru mereka yang kempis.
Yudha menempelkan keningnya dengan kening Annisa, kemudian tersenyum lembut kearah gadis itu, Yudha menghapus jejak ciu*mannya disudut bibir Annisa, membuat Annisa merona.
Semburat rona merah muda menghiasi wajah cantik Annisa, gadis itu tersipu mendapat perlakuan yang sangat manis dari kekasihnya.
Yudha mengecup kening Annisa, cukup, dirinya tidak ingin kelepasan jika tidak bisa mengontrol hasratnya yang tiba-tiba datang.
"Aku cinta sama kamu Nis, rasanya aku pengen cepat - cepat menikahimu" ujar pemuda itu diakhir kecupannya.
"Aku sayang mas Yudha"
πππ
Dua hari berlalu, ibu Arini sudah bisa keluar dari rumah sakit, tapi harus tetap menjalani kontrol rutin agar dokter bisa terus memantau kondisi ibu Arini.
Yudha sudah menjemput ibu dari gadis pujaannya itu, saat ini Arini sedang berada dalam kamar ibunya, membantu ibunya beristirahat. Sedangkan Yudha menurunkan koper dan barang - barang lainnya dari mobil.
"Kamu ngga kuliah Nis?" tanya Ibu Arini setelah Annisa membereskan beberapa keperluan Ibunya diatas lemari samping ranjang Ibu Arini.
__ADS_1
"Kuliah bu, besok Nisa kekampus, sebelumnya Nisa udah ijin ko sama dosen Nisa buat jagain ibu, ibu ngga usah khawatir, sebaiknya Ibu istirahat biar bisa cepet sembuh" Annisa menarik selimut, untuk menutupi tubuh ibunya biar hangat.
Ibu Arini tersenyum lembut kearah putrinya, diwaktu yang bersamaan, Yudha masuk membawa beberapa Kantong makanan, ternyata pemuda itu keluar membeli makanan setelah menurunkan barang-barang Ibu Arini.
"Assalamu'alaikum" Ucap Yudha.
"Waalaikum salam"
"Waalaikum salam"
Ibu Arini dan Annisa menjawab salam Yudha bersamaan.
"Loh, mas dari mana? tanya Annisa heran melihat Yudha membawa begitu banyak bungkusan makanan.
"Mas abis beli makanan, kamu belum makan kan? yuk makan dulu, ini sekalian Mas beliin ibu bubur yang diujung gang itu lo" tunjuk nya kearah jalanan yang dimaksud sambil menyerahkan sebuah kantong makanan berisi bubur Ayam yang masih hangat.
Annisa meraih kantong tersebut, kemudian membawanya ke dapur, menyiapkan diatas piring lalu kembali kekamar ibunya, untuk menyuapi sang ibu.
"Makasih ya Mas, udah perhatian banget sama Aku dan Ibu" tutur Nisa tulus.
"Ngga usah bilang makasih sayang, ibu kamu udah aku anggap seperti ibu aku juga, jadi jangan merasa beban"
Annisa sangat tersentuh dengan ucapan pria yang baru tiga hari ini menjadi kekasihnya, perlakuan kecil tapi manis membuat gadis itu makin mencintai Yudha.
Annisa melangkah memasuki kamar ibunya, sedangkan Yudha membawa kantong-kantong makanannya ke dapur, menaruh semua diatas piring dan menyiapkan diatas meja makan.
Setelah menyuapi ibunya dan memberinya minum Obat, akhirnya Ibu Arini terlelap mungkin pengaruh obat yang diberikan oleh Dokter.
Annisa membereskan sisa makanan ibunya, setelah itu dia membawanya ke dapur. Dimeja makan, Yudha sudah menunggu sambil memainkan ponselnya, tak lama Nisa pun duduk di samping Yudha, membuat pria itu menoleh.
"Udah?"
"Hm, udah"
"Ibu udah tidur?"
"Iya, abis minum obat Ibu langsung tidur, kayaknya kecapean deh" ujar Nisa.
Yudha mengangguk mendengar perkataan Nisa, kemudian Nisa berdiri mengambilkan Yudha piring dan melayaninya seperti seorang istri.
Nisa mengambilkan Yudha Nasi, kemudian lauknya, setelah selesai baru dirinya mengambil nasi untuknya sendiri.
"Kapan kamu mulai masuk kuliah lagi?" tanya Yudha, saat ini mereka sedang berada diruang tamu, setelah Annisa membereskan sisa makan keduanya tadi, Imran memutuskan duduk diruang tamu sambil menunggu Nisa membuatkan dirinya kopi.
"Besok mas, aku juga mulai kembali kerja rencananya besok, tapi aku bingung mas"
__ADS_1
"Bingung kenapa sayang?"
"Siapa yang akan jagain Ibu selama aku kuliah dan kerja?" keluh Nisa.
"Nanti aku suruh bi Rum kemari buat nemenin Ibu, gimana menurut kamu?"
"Emang ngga pa pa kita nyusain bi Rum?"
"Yah ngga dong sayang, apapun buat kamu"
"Makasih ya mas, udah banyak banget bantuan kamu ke keluarga aku"
"Ngga usah makasih sayang, aku rela lakukan apapun demi kamu"
Yudha mengecup kening Annisa sayang, pembicaraan mereka berlanjut hingga petang, tepat pukul delapan malam Yudha pamit pulang kepada Ibu Arini dan juga kekasihnya, Annisa mengantarkan hingga pintu depan, setelah mobil Yudha menghilang baru Annisa masuk kembali menemani sang Ibu.
πππ
Keesokan harinya, seperti janji Yudha kemarin, bi Rum salah satu asisten rumah tangga dirumah Yudha datang kerumah Annisa sesuai perintah Yudha, wanita yang kira-kira berusia tidak jauh dengan Ibu Arini, itu datang tepat pukul tujuh sebelum Annisa berangkat kuliah.
Annisa pergi ke kampusnya setelah tadi menyuapi ibunya dan memberinya minum obat, dan menitipkan Ibunya kepada bi Rum.
Ibu Arini merasa senang mendapatkan teman bicara yang tidak jauh berbeda usia dengannya.
Sesampainya Dikampus, Annisa langsung menemui pak Dirga, yang merupakan dekan di kampusnya, sebelumnya, Annisa diberi tahu bahwa beberapa hari ini pak Dirga terus mencari dirinya.
"Kamu Di keluarkan dari kampus Nisa, maafkan bapak, karena tidak bisa membantumu"
πππ
Tbc
tolong dukung author yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Rasa Yang Tersimpan"
See U Allππ
__ADS_1