
KECELAKAAN
Happy reading gengks
banyak typo
Yudha melangkah masuk kerumahnya, pemuda itu tampak terburu-buru ingin menemui wanita yang telah melahirkannya, langkahnya lebar menapaki anak tangga agar segera mencapai kamar dimana sang mama berada.
"Mama" seru Yudha saat sampai ditempat mamanya berada.
Wanita paruh baya yang sedang sibuk membaluri wajahnya dengan masker itu menoleh saat mendengar suara putranya memanggil.
"Kenapa kamu mencari mama?"
"Apa yang mama lakukan? kenapa mama berniat memecat Annisa ma? salahnya apa?" berjalan masuk kekamar mamanya.
"Hmm, jadi kamu datang mancari mama hanya untuk bertanya soal itu?" tanya Nyonya Adhis, masih sambil membaluri wajahnya dengan masker.
"Mama kenapa bersikap kayak gini, apa salah kalau aku menyukai Annisa? apa salah jika aku jatuh cinta pada gadis itu?" sergah Yudha.
"Salah, kamu salah besar jika berfikir bahwa mama akan menyetujui hubunganmu dengan gadis miskin itu" sarkas Nyonya Adhis.
"Memang apa salahnya ma, Annisa gadis baik" tukas Yudha lirih.
Dia tidak tau lagi bagaimana cara meyakinkan sang mama bahwa dirinya tidak ingin dijodohkan, dan lagi pemuda itu sangat menyukai Annisa.
"Karena dia miskin Yudha, dan mama tidak setuju kamu berhubungan dengannya, titik."
Yudha mengusap wajahnya kasar, sungguh wanita yang dia panggil mama itu tidak akan pernah bisa mengerti perasaannya. Yudha menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskannya kasar.
"Aku tidak punya hubungan apapun dengan Annisa, aku udah bohongin mama, maafin aku" ujar Yudha menyesal, sambil menundukkan kepalanya.
Nyonya Adhis tersenyum mendengar penuturan putranya, dalam hatinya bersorak girang karena sebentar lagi dia bisa kembali menjodohkan putranya dengan salah satu putri pengusaha dari keluarga yang kaya raya.
"Aku mohon ma, jangan pecat Annisa" pinta Yudha.
"Mama tidak akan memecatnya jika gadis itu tau diri"
__ADS_1
πΎπΎπΎ
Tiga bulan berlalu, sejak peristiwa itu Yudha tidak pernah lagi menampakkan dirinya didepan Annisa, gadis itu pun tidak mempermasalahkan hal itu, asalkan dirinya tidak dipecat, hanya itu yang dia inginkan.
Sejujurnya Annisa merasa cukup kehilangan, selama ini hanya Yudha yang selalu menghiburnya, namun sejak Yudha menjaga jarak dengannya dirinya mengakui ada rasa sepi yang melanda hatinya.
Yudha selalu bersikap manis terhadapnya, selalu memberinya perhatian - perhatian kecil, selama dua tahun hubungan mereka cukup dekat, namun Annisa selalu rendah diri jika menyangkut soal hati.
Dirinya pernah dikhianati oleh kekasihnya saat masih SMA, bahkan dengan sahabatnya sendiri yang sudah seperti saudara baginya, ditambah lagi Ibu dari Yudha yang selalu memandang rendah pada karyawannya, membuat nyalinya semakin ciut.
Annisa menyadari bahwa Yudha tertarik padanya, namun dia masih trauma dengan bayangan masa lalu, berasal dari keluarga miskin, dan takut ditolak menjadi latar belakang hingga saat ini dirinya belum bisa menerima perasaan Yudha, dirinya enggan membuka hati.
Namun tiga bulan Yudha tak pernah lagi menyapanya justru cenderung bersikap dingin terhadapnya membuat hatinya terasa hampa, perasaannya begitu gamang, apakah sebenarnya dia sudah mulai menyukai Yudha? namun pikiran itu ia tepis.
"Tidak, tidak boleh" Annisa menggeleng sambil menepuk kepalanya. Vera yang melihat Annisa bersikap aneh, lantas menegurnya.
"Kamu kenapa Nis?" tanya Vera bingung.
Annisa terkesiap saat Vera menepuk pundaknya.
"Eeh, kamu Vera, ngagetin aja"
"Ngga pa pa kok" tutur Nisa sambil tersenyum.
"Mas Yudha udah jarang keliatan yah Nis, denger - denger bentar lagi mas Yudha mau nikah" ujar Vera.
Annisa yang mendengar ucapan Vera langsung terdiam, wajahnya mendadak pias, ada sedikit rasa sakit dihatinya mendengar bahwa Yudha akan menikah.
"Menikah? mas Yudha mau nikah, tapi kenapa aku merasa sakit? apa aku beneran jatuh cinta dengan mas Yudha? aah ngga mungkin," kembali Annisa menepis pikirannya sendiri.
"Kamu kenapa Nis,? kamu sakit?" tanya Vera khawatir melihat wajah Annisa yang memucat.
"Haahh, ng-ngga kok, a-aku ngga pa pa" Annisa terkesiap saat Vera menegurnya.
"Tapi wajah kamu pucat Nis,"
"Aku ngga pa pa kok, aku cuma keinget sama ibu" elak Annisa.
__ADS_1
πππ
Dikampus Annisa tak fokus belajar, gadis itu terus teringat akan perkataan Vera ditempat kerjanya kemarin, "apa benar mas Yudha akan menikah? kok aku kayak ngga rela yah" batin Annisa.
Annisa kuliah di jurusan Fashion desain, Cita-citanya adalah menjadi seorang desainer terkenal, sudah dua tahun dia menggeluti bidang ini.
Annisa pulang kuliah sekitar jam tujuh malam, gadis itu tidak lupa membeli makanan favorit ibunya, martabak telur.
Ibunya sudah tua dan sakit-sakitan namun masih kuat jika hanya berjalan ke supermarket yang berada di ujung jalan.
Malam itu, ibu Arini keluar tanpa memberitahu Annisa, ibu Arini hendak membeli sesuatu untuk sang putri, pasalnya hari ini adalah hari ulang tahun Annisa, namun tampaknya gadis itu lupa bahwa hari ini usianya genap dua puluh tahun, Ibu Arini berencana membuat kejutan kecil untuk anak gadisnya.
Namun siapa sangka, disaat yang bersamaan Annisa yang baru saja tiba digang kecil menuju rumahnya benar-benar mendapat kejutan yang hebat dari sang Ibu, pasalnya didepan mata gadis itu, Ibunya ditabrak oleh sebuah mobil berwarna hitam yang melaju dengan kencang.
"Ibuuuu" teriak Annisa saat melihat sang Ibu terkapar dijalanan, apalagi ditempat itu sangat sepi, karena gang tempat tinggal Annisa berada di ujung jalan besar, dan mobil yang tadi menabrak ibunya sepertinya berasal dari jalanan yang memang berhadapan dengan gang rumahnya.
Annisa berlari menghampiri tubuh ibunya yang terkapar, gadis itu kemudian memangku kepala Ibu Arini yang mengeluarkan banyak darah, Annisa menangis pilu menyaksikan kesakitan sang Ibu.
Diwaktu yang bersamaan, sebuah mobil berhenti tepat disamping tubuh gadis itu, seorang pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan keluar dari mobil itu, kemudian menghampiri Annisa yang sedang memeluk ibunya yang terluka.
Pria itu berjongkok disamping Annisa, kemudian dia menatap gadis yang tengah menangis pilu itu, ternyata dia mengenalnya.
"Annisa... "
πππ
Tbc
dukung author yaa
caranya like vote n komen πππ
jangan lupa tinggalkan jejakπ£π£
So klik tanda β€
Oh ya mampir juga ke karya ku yang lain
__ADS_1
See U All ππ