
BERTENGKAR
Happy reading gengks
Typo bertebaran
πππ
Sesampainya Dikampus, Annisa langsung menemui pak Dirga, yang merupakan slah satu dekan di kampusnya, sebelumnya, Annisa diberi tahu bahwa beberapa hari ini pak Dirga terus mencari dirinya.
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
Suara pintu diketuk, tak lama terdengar suara dari dalam ruangan menyuruh Annisa masuk.
"Masuk" seru pak Dirga.
Ceklek...
Annisa masuk setelah dipersilahkan Oleh pak Dirga, kemudian gadis itu berdiri di depan meja kerja peka Dirga, sambil menunggunya menyelesaikan memeriksa tugas mahasiswa yang berada diatas meja.
"Kamu Annisa Zahra Kirani?" tanya pak Dirga sambil membenarkan letak kacamatanya agar dapat melihat wajah gadis itu dengan jelas.
"Iya pak, saya Annisa, ada apa bapak memanggil saya?" sahut Nisa sopan.
Pria paruh baya bertubuh tambun itu menghela nafas pelan, berat rasanya menyampaikan pesan Pak Suherman, rektor sekaligus penyumbang terbesar dikampus itu. Pasalnya, menurut beberapa dosen, Annisa adalah salah satu mahasiswa terbaik dikampus, walaupun pak Dirga ingin mempertahankan Annisa, tapi keputusan pak Suherman juga tidak bisa tidak dia indahkan.
"Kamu Di keluarkan dari kampus Nisa, maafkan bapak, karena tidak bisa membantumu" ujar pak Dirga to the point.
Akhirnya keluar juga apa yang ingin pak Dirga sampaikan setelah menarik nafas dalam.
Bagaikan tersambar petir disiang bolong, sebuah kabar yang membuat gadis itu terkejut bukan main.
"Ke-kenapa sa-saya dikeluarkan pak" tanya Nisa terbata.
"Menurut Tania, kamu sudah menggoda calon suaminya bahkan kalian pernah tidur bersama dan itu sangat mencoreng nama baik kampus kita, maafkan saya Annisa, dengan sangat terpaksa saya harus mengeluarkan kamu dari kampus," terang pak Dirga.
"Tania bilang begitu pak?" tanya Nisa lagi, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Rasanya gadis itu ingin berteriak keras meluapkan segala amarahnya, pandangannya tiba-tiba berkabut, air matanya sudah menganak sungai dipelupuk matanya, hanya sekali berkedip, maka air matanya sudah dapat dipastikan akan tumpah.
Menggoda? bahkan tidur bersama calon suaminya? Tania? tapi siapa orang dimaksud Tania? aku bahkan tidak mengenal Tania dengan baik, apalagi dengan calon suaminya, kenapa dia justru menfitnah ku? batin Annisa.
"Iya, Tania bilang begitu, kamu tau sendiri kan siapa Tania? sebaiknya kamu segera meninggalkan kampus ini" ujar pak Dirga.
"Tapi pak... "
__ADS_1
"Maaf Nisa, bagaimana pun saya tetap tidak bisa membantu kamu jika sudah menyangkut dengan Tania" potong pak Dirga cepat, sebelum Annisa menyelesaikan ucapannya.
Annisa keluar dari ruangan dekan dengan lesu, langkahnya gontai, saat ini tujuannya menemui Tania, menanyakan apa sebabnya gadis itu menuduhnya sembarangan.
Annisa berjalan cepat menyusuri tiap lorong di kampusnya, mencari gadis yang bernama Tania, tadi salah satu teman satu jurusannya mengatakan bahwa Tania sedang berada di aula.
TANIA SUHERMAN
Gadis sexy berparas cantik, bertubuh bak seorang model, rambutnya panjang berombak, tinggi semampai, dan berkulit putih.
Namun dibalik kecantikannya, dia adalah gadis yang sombong dan sangat arogan, jika menginginkan sesuatu, harus dia dapatkan. Ayahnya adalah salah satu rektor di kampus tempat Annisa menuntut ilmu, dan merupakan salah satu penyumbang dana terbesar dikampus itu.
Mengetahui putrinya bermasalah dengan salah satu Mahasiswanya, membuat pak Suherman menggunakan kuasanya untuk menyingkirkan gadis bernama Annisa Zahra Kirani.
Annisa akhirnya menemukan gadis yang melaporkannya dengan tuduhan yang jelas-jelas adalah fitnah, Tania sedang tertawa bersama gengnya, Lily dan Sherly.
Annisa menghampiri Tania, gadis itu tampak sangat emosi setelah dikeluarkan dari kampus karena cerita yang tidak benar oleh Tania. Wajahnya memerah karena menahan amarah yang siap meledak.
"Tania suherman!!" seru Annisa memanggil Tania.
Tania yang mendengar namanya dipanggil, membuat gadis itu berbalik kearah asal suara, setelah melihat siapa yang memanggilnya, gadis itu tersenyum sinis.
"Lo manggil gue?"
"Maksud kamu apa fitnah saya didepan pak Dirga?" Annisa mulai tersulut emosi.
"Lo udah gangguin calon suami gue" sarkasnya.
"Aku ngga gangguin siapa pun, dan lagi aku ngga kenal sama calon suami kamu" elak Annisa.
"Lo cewek munafik, lo udah ngerayu kak Yudha, dan sekarang ngga mau ngaku, lo pikir gue ngga tau niat busuk lo" tuduh Tania.
Annisa terkejut mendengar ucapan Tania yang mengatakan bahwa Yudha adalah calon suaminya, kenapa mas Yudha ngga pernah ngomong? batin Annisa.
"Aku ngga pernah ngerayu mas Yudha, mas Yudha sendiri yang duluan menyatakan perasaannya ke aku"
"Halah, ngga usah bohong lo, gue tau kayak gimana kak Yudha, ngga mungkin dia jatuh cinta sama lo kecuali... "
Tania menggantungkan ucapannya, matanya melirik gadis dihadapannya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan.
Baru kali ini Annisa mendapatkan tatapan serendah itu, walaupun biasanya dia diremehkan oleh Nyonya Adhisty, tapi Annisa tidak pernah sekalipun merasa sangat rendah dihadapan gadis yang merupakan Rivalnya.
"Kecuali apa maksud kamu"
"Kecuali lo sudah melemparkan tubuh lo sendiri keatas ranjang kak Yudha" desis Tania.
PLAKKK...
__ADS_1
Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi lembut Tania tanpa gadis itu bisa menghindar, gerakan Annisa sangat cepat membuat kedua sahabat Tania yang sejak tadi hanya menjadi penonton pertengkaran keduanya terkesiap, tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Tania memegangi pipinya yang terasa panas bekas jejak lima jari milik Annisa, gadis itu meringis perih. Wajahnya memerah karena rasa marah bercampur malu setelah ditampar oleh Annisa.
"Kurang ajar lo, berani lo nampar gue?" hardik Tania sengit.
"Kau berani menfitnah ku, kau fikir aku akan takut padamu karena kau anak seorang rektor?" sahut Annisa tak kalah sengit.
PLAKKK....PLAKKK....
PLAKKK....PLAKKK....
PLAKKK....PLAKKK....
Tubuh Annisa terhuyung kebelakang karena mendapat tamparan bertubi-tubi dari Tania dan kedua sahabatnya, Lily dan Sherly.
Berbagai umpatan keluar dari mulut tiga wanita arogan itu.
"Dasar jalang"
"Rasakan itu wanita murahan"
"Mati lo *****"
Tania mendorong keras tubuh Annisa kebelakang membuat tubuh mungilnya limbung dan hampir saja terjatuh, namun sepasang tangan kekar langsung menangkap tubuhnya sebelum terjatuh ke tanah.
Annisa menengadah melihat siapa yang menolongnya, seketika senyum kecil terbit dibibirnya yang sobek dan mengeluarkan darah.
"Mas Yudha"
"Kak Yudha"
β€β€β€
Tbc
tolong dukung author yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Rasa Yang Tersimpan"
See U Allππ
__ADS_1