
''apa ? Single parents? di usia 27 tahun dia sudah single parents?" ucap kim dami terkejut
"iya, anaknya berusia 8 tahun sekarang'' jelas ayah jungkook santai sambil duduk di sisi ranjang bersandar pada dipan kasurnya
"27 tahun, artinya dia punya anak saat usia 19 tahun, astagaaa kenapa jungkook memilih wanita ini" ucap kim dami frustasi
"tidak masalah, usia begitu di daerahnya sudah terbilang biasa untuk punya anak" jawab ayah jungkook
" apa kau ingin menerapkan hal itu disini, apa yang akan di katakan orang orang nantinya jika tau tentang ini" keluh dami
"kau selalu memikirkan tentang omongan orang lain, itu sebabnya kau tidak pernah tenang. kali ini biarkan jungkook melakukan yang dia mau, jangan mengaturnya" ucap ayah jungkook dan berlalu pergi meninggalkan istrinya.
Masih dalam keadaan kesal kim dami mendapat telepon dari anaknya yaitu yonggi.
"hallo ma" ucap pria itu dari telepon
"hallo sayang, baru mama mau telpon kamu" ucap dami ramah, benar benar berbanding terbalik sikapnya pada jungkook
"aku dapat kabar tentang jungkook, itu beneran ma?" tanya pria itu
"astaga sayang berita kayak gitu bener bener cepat menyebar yaa" sahut dami sambil tersenyum resah
"ma, jika beneran jungkook sekarang sudah buka hati biarin aja yaa, kasian dia, selama ini mungkin kan dia trauma stelah kejadian sama mantannya dulu" jelas yonggi
__ADS_1
"nah itu sayang, jungkook sekarang malah berhubungan lagi sama cewek kayak gitu, cewek itu juga single parents lagi, mana kita tau cewek itu wanita baik baik, apa lagi dia cuman karyawan biasa di perusahaan kecilnya jungkook" ucap dami
"jangan ngomong gitu dong ma"
"ini kamu dari dulu selalu gitu sama dia, dia jadi bandel banget" kesal dami
"hmm,," jawabnya singkat
"gimana proses bayi tabung kamu, berhasil gak?" tanya dami pada anaknya
"aku baru di kabarin jika embrionya gagal berkembang, aku dan hani sepakat untuk berhenti dulu jalani bayi tabungnya" ucap yonggi
"itu karna istrimu itu masih minum alkohol, makanya gagal terus, coba berhenti sebentar biar kalian bisa punya anak" marah dami
"hani udah gak minum ma" bela yonggi
"ya udah ya, nanti kita telpon lagi" ucap yonggi mengalihkan lalu segera mematikan teleponnya.
Disisi lain sarah sedang menikmati malamnya lagi tanpa rasa khawatir, kini anaknya sembuh total jadi ia bisa tidur nyenyak.
"aku benar benar bersyukur" gumam sarah sambil melihat keluar jendela apartemennya yang hanya memperlihatkan pemandangan gedung gedung tetangga apartemennya.
"ibuuuu" panggil cleo sambil berlari kearahnya mengejutkan sarah.
__ADS_1
"hati hati sayang" khawatir sarah lalu mengangkat badan cleo dan mendudukinya di pangkuannya.
"bu kapan aku boleh bersekolah lagi?" tanya cleo dengan bibir manyun karena merindukan saat saat sekolah.
"cleo udah pengen banget sekolah ya?"
"iyaa, cleo pengen ketemu temen temen, pengen main pengen belajar, pengen makan bekal di sekolah juga" ucap manja anak kecil itu
"iya sayang, semoga minggu depan cleo udah mulai sekolah ya" mengelus lembut surai rambut anaknya, tanpa sengaja mata sarah tertuju pada mainan yang sedang di pegang anaknya.
"dari mana mainan ini sayang, kayaknya ibu gak pernah beli" memperhatikan mainan yang di mainkan cleo.
"oh ini dari om baik" jawab cleo tanpa mengalihkan pandangannya pada mainan itu
"om baik?" ulang sarah semakin heran.
"iya, kemarin dia kasih aku ini pas aku sama bibi ke supermarket"
"om yang mana maksud cleo?" sarah semakin penasaran karna ia melihat mainan itu bukan mainan yang murah.
"temen dokter yang di rumah sakit waktu itu" ucap cleo santai
Sarah diam terpaku, di pikirannya sekarang yang di maksud cleo adalah jungkook.
__ADS_1
"sekarang Cleo gak boleh terima barang apapun dari orang asing ya" peringat sarah
"iyaaa" jawab cleo asal karna masih sibuk dengan mainannya.