
''kapan kontrakmu selesai?'' tanya jungkook pada sarah dengan tetap fokus ke jalanan saat mengemudi.
''tiga bulan lagi''
''berarti saat itu kehamilanmu hampir ke tujuh bulan?''
''iya,,''
''tepat sekali, tidak usah melanjutkan kontrak, jaga kehamilanmu saja setelah itu''
''baiklah'' Sarah mengukir senyum di bibirnya, ia merasa senang akan perhatian jungkook walau sebenarnya ia tau perhatian pria itu semata mata untuk anak yang di kandungnya.
''mari kita makan malam nanti'' ucap jungkook.
''hmm'' angguk sarah
''aku akan memperkenalkanmu dengan kakakku''
''iyaa'' jawab sarah dengan suara lembut.
Setelah cukup lama berbincang mereka akhirnya sampai di kantor dan pergi menuju ruangannya masing masing.
Jungkook menatap rebecca yang sudah berada di mejanya sedikit menunduk memberinya salam.
''selamat pagi pak!''
''kapan jadwalku kosong?'' tanya jungkook
''tiga minggu ini tidak ada jadwal kosong, bapak sendiri yang meminta untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum pernikahan''
''aku ingin ke korea untuk bertemu seseorang, kapan ada waktu renggang?''
''saya sudah memesankan tiket untuk kita pergi besok siang'' jawab rebecca yang sudah tau jika jungkook akan pergi bertemu seseorang disana.
''aku akan menghentikan mu saat semua ini selesai'' ucap jungkook sambil mencibir
''kalau begitu mari kita dengan cepat menyelesaikannya!''
Yoongi membuka matanya perlahan, ia bangun dari ranjang adiknya dan membuka tirai jendela kamar, raut wajahnya datar tanpa ekspresi apapun. Karna merasa lapar yoongi memutuskan untuk membuat sarapan.
''dia anak yang sehat'' ucap yoongi setelah melihat isi kulkas adiknya yang banyak akan makanan makanan sehat.
Setelah beberapa saat ia pun duduk menyantap sarapannya.
ting nong
''siapa yang datang kesini?'' yoongi bangun melihat orang yang menekan bell itu, yang tak lain adalah istrinya. Karna tidak ingin membuat masalah yoongipun membuka pintu apartemen itu.
''sayang,,,'' ucap hani dengan raut wajah memelas
''ada apa?'' yoongi berjalan kembali menuju meja makannya untuk melanjutkan sarapan.
''maafkan aku atas kesalahanku malam tadi'' hani mengikuti yoongi sambil meminta maaf ''aku sudah memikirkan ternyata aku yang salah'' lanjutnya.
__ADS_1
''hmm'' pria itu masih dingin dengan istrinya.
''ibu mencarimu tadi malam, aku kebingungan untuk menjelaskannya'' hani duduk di hadapan suaminya, memperhatikan suaminya yang sedang menikmati sarapannya.
''mari kita jalan jalan setelah ini mencari hadiah'' ucap hani
''hadiah untuk apa?''
''kita kan akan bertemu calon adik ipar, jadi aku ingin memberi hadiah untuk anaknya''.
Yoongi terdiam, ia mengingat nama yang di sebut jungkook.
''siapa ya nama adik ipar,? aku tidak tau''
''sarah, ayah bilang namanya sarah''
Yoongi terdiam membatu 'jadi aku tidak salah dengar, tapi apa itu sarah yang aku kenal'' batin pria itu.
Setelah cukup lama bergelut dalam pikirannya yoongi kembali ke kamar untuk mengambil pakaiannya.
''aku harus ke suatu tempat, kau sebaiknya pulang sendiri dulu'' tanpa menunggu jawaban yoongi langsung meninggalkan hani yang terlihat ling lung melihat kelakuan suaminya.
Dalam mobil yoongi menggertakkan kakinya ia terlihat sangat panik dan juga gugup. Ia mengingat kejadian sebelum mengalami kecelakaan sembilan tahun lalu, dimana saat itu ia bertengkar hebat dengan ibunya yang mana saat itu yoongi meminta ibunya ikut untuk melamar kekasihnya yaitu sarah, kenyataannya yoongi adalah ayah kandung dari cleo.
"ma, dia sedang mengandung anakku, aku harus bertanggung jawab"
"terus bagaimana dengan tanggung jawab mamah yang sudah berjanji pada keluarga oh untuk menikahimu dan hani"
"kenapa kehidupanku harus di genggam erat dan di kendalikan oleh mama, kenapa mama tidak membiarkanku menentukan hidupku sendiri"
yoongi menatap ibu nya sinis
"kenapa kau menatap mama begitu, apa yang mama ucapkan itu benar"
"dulu aku selalu mengatakan orang yang selalu membeberkan kasta adalah orang yang baru merasakan kekayaan dan ke tenaran, tapi mama sudah terlahir kaya sejak kecil, jadi aku mengubah pemikiranku, bahwa menghina orang itu bukan karna kastanya pantas menghina, tapi karna memang sifatnya buruk" yoongi tidak dapat menahan rasa kecewanya akan ibunya yang selalu membanding bandingkan kasta, dan selalu menghina sarah padahal belum pernah untuk bertemu.
"kau mengatakan bahwa mamah ini buruk"
"iya, untuk kesekian kalinya aku kecewa padamu" dengan sesak di dada yoongi langsung meninggalkan ibunya.
"yoongi berhenti" mengejar yoongi yang membawa tas keluar dari rumahnya.
"mamah bilang berhenti!" dami menarik tas yoongi dan melemparnya ke sembarang arah.
"jika kau pergi, tidak akan ada tempat kembali" dami memperingati anaknya dengan penuh emosi.
"baiklah, tutup rapat rumahmu untukku, dan aku akan menutup rapat hatiku agar tidak kembali kesini" yoongi mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ibunya.
Dalam perjalanan menuju bandara ketika hendak menyebrang yoongi di tabrak dengan sangat kencang oleh sebuah mobil taksi, yang membuatnya kehilangan kesadaran lebih dari dua bulan, dan setelah sadar ia tidak mengingat apapun.
Yoongi menangis mengingat kejadian itu.
"aku seharusnya berhati hati saat itu" batin yoongi sambil fokus memperhatikan jalanan berniat menuju kantor jungkook
__ADS_1
Tak lama berselang ia sudah memarkirkan mobilnya di halaman kantor jungkook. Yoongi berjalan sambil melihat sekeliling berharap apa yang ia cari ia temukan di sana.
''ada yang bisa saya bantu?'' tanya pengawas di sana karna melihat yoongi yang nampak asing.
''saya ingin bertemu jungkook''
''bapak jungkook?''
''iya, saya kakaknya''
''anda anak sulung tuan kim ya?''
''iya'' jawab yoongi tersenyum.
''kalau begitu mari saya antar, karna lift disini harus menggunakan kartu jadi mari saya antar'' pengawas itu pun mengantar yoongi menuju lantai di mana ruangan Jungkook.
''tuan, di sana anda belok kiri lalu kanan, di situ akan terlihat ruangannya pak'' pengawas memberi arahan untuk yoongi menuju ruangan sang adik.
''baiklah, terima kasih ya pak''
''sama sama''
Yoongi dengan perlahan berjalan menyusuri koridor dan menuju ruangan adiknya.
''tuan yoongi?'' rebecca terkejut melihat yoongi yang berada di depannya.
''kau bekerja dengan jungkook sekarang?''
''iya tuan,!''
''kalau begitu boleh saya masuk?''
''silahkan tuan''
Yoongi masuk dan melihat adiknya tengah sibuk dengan beberapa pekerjaannya.
''kenapa kau kesini ka?'' jungkokk bangun menghampiri kakaknya.
''aku hanya penasaran dengan kantormu'' yoongi masih tidak mau menceritakan niat nya.
''duduklah sebentar, aku akan menyelesaikan ini dulu'' jungkook meminta kakaknya untuk duduk sementara ia menyelesaikan pekerjaannya.
''katanya kekasihmu bekerja di sini?'' tanya yoongi
''iya, dia ada di bagian pemasaran''
''hmm'' yoongi mengangguk kecil.
''apa kau ingin bertemu dengannya sekarang?'' tanya jungkook.
''iya kalau kau tidak keberatan, aku hanya penasaran dengannya''
''tidak ada yang spesial darinya, dia hanya single parents dengan tas ramah lingkungannya, dia tidak punya satu barang branded pun'' jelas jungkook sambil tersenyum.
__ADS_1
''justru karena itu aku sangat penasaran, apa yang membuatmu sangat tertarik dengannya dan yakin menikahinya''