
''pertemuan keluarga?'' ucap jungkook terkejut pada ayahnya.
''iyaa, memangnya kenapa? bukankah ini juga yang kalian mau?'' tanya tuan kim sembari menatap jungkook dan sarah yang masih terkejut dengan ucapan ayahnya.
''tapi,,,'' ucap jungkook terpotong
''kau tidak mau serius dengan sarah?'' ucap tuan kim menyeka alasan jungkook
''tentu saja bukan itu'' jungkook menggeleng cepat.
''saya hanya belum siap untuk bertemu keluarga besar kalian, sebaiknya kita jangan melakukannya terlalu cepat'' ucap sarah cepat
''kenapa kau berkata begitu? apa jungkook membuatmu ragu?''
''tidak. Hanya saja saya belum siap untuk pertemuan intim begini'' ucap sarah sedikit menunduk.
''saya mengerti kenapa kamu belum siap sarah, tapi saya bukan asal bicara, saya sudah memastikan jika semua keluarga saya bisa menerima kamu dan anakmu''
Sarah diam mendengar apa yang baru di ucapkan tuan kim.
''tolong jangan terburu buru, aku sendiri yang akan mempersiapkan waktunya nanti'' potong jungkook
''oke baiklah, kabari ayah kalau begitu'' ucap tuan kim lalu berdiri.
Melihat tuan kim berdiri sarah dan jungkook pun lantas cepat berdiri.
''saya akan pulang lebih dulu'' ucap pak kim lalu beranjak keluar dari ruangan jungkook.
''apa harus sejauh ini?'' tanya sarah tanpa menatap jungkook yang berada di sampingnya
''tenang saja sarah, aku berjanji kau tidak akan terlibat lebih jauh dari ini''
''ayo aku antar kau pulang'' lanjut jungkook sembari mengambil jas nya yang berada di bahu kursinya.
Sarah tidak berniat untuk menolak tawaran jungkook untuk mengantarnya pulang, ia pun mengikuti langkah jungkook menuju mobilnya.
Cukup hening selama beberapa menit perjalanan keadaan semakin canggung bagi jungkook tapi tidak bagi sarah, wanita itu hanya menatap keluar jendela mobil sesekali matanya memperhatikan jalan, tapi tidak sekalipun ia menoleh kepada jungkook.
''apa cleo sudah mulai sekolah?'' tanya jungkook ragu.
Meski ia mendengar jelas pertanyaan jungkook sarah diam tanpa menjawabnya. Jungkook semakin mengeratkan pegangannya pada kemudi mobilnya ia merasa semakin canggung karna di abaikan, tapi bukannya marah ia malah diam seribu bahasa tidak seperti dirinya dulu yang selalu gampang marah.
__ADS_1
Tidak terasa perjalanan bungkam itu berhasil mengantar sarah tepat di depan gedung apartemennya, tanpa mengatakan apapun sarah langsung keluar dari mobil jungkook. Jungkook menganga seperti ingin mengatakan sesuatu tapi sarah lebih dulu menutup pintu mobilnya.
''aku lupa untuk meminta nomor telponnya'' batin jungkook
Tak lama berselang jungkook melihat cleo dan pengasuhnya sedang ingin menyebrang jalan, ia pun memutar balik mobilnya menemui cleo.
Saat sebuah mobil hitam berhenti tepat di depannya cleo sedikit tercengang sembari menggenggam tangan pengasuhnya. Menyadari cleo tidak mengenalnya jungkook pun segera keluar menghampiri cleo.
''paman baik'' ucap cleo antusias setelah melihat pria di balik mobil itu.
''kau mau kemana?''
jungkook sedikit membungkuk menatap cleo
''aku dan bibi selesai membeli kue untuk ulang tahun ibu''
''ibumu ulang tahun?''
''hmm''
mengangguk sembari memperlihatkan sebuah kotak kue di tangan pengasuhnya.
Cleo dengan antusias menaiki mobil jungkook, ia duduk tepat di samping jungkook sedangkan pengasuhnya duduk di kursi penumpang. Anak itu terlihat senang saat berada dalam mobil itu.
''duduk yang benar!'' pinta jungkook
''paman, apakah mobil seperti ini sangat mahal?''
''kenapa memangnya, kau ingin?''
''hmm, aku ingin punya mobil sebagus ini nanti, dan aku akan membawa ibuku berkeliling duniaaa''
riang cleo sambil merentangkan tangannya
''anak baik, kalau begitu belajarlah yang tekun dan tetap sehat untuk ibumu ya''
''hmmm, ibu juga sering mengatakan itu''
''mengatakan apa?''
''tetaplah sehat, dia selalu mengatakan itu, ibu juga bilang jika aku sehat dia juga sehat''
__ADS_1
''karena itulah kau harus mendengarkan ibumu''
''iya paman''
Perbincangan dengan cleo membuat jungkook mengukir senyum di wajahnya, ia merasa sangat dekat dengan cleo, perjalanan itu terasa singkat merekapun sampai di depan gedung tempat tinggal sarah.
''paman ikutlah masuk dan makan malam bersama!''
jungkook terdiam mendengar permintaan cleo, tapi ia juga tidak ingin mengganggu sarah
''tidak bisa sayang''
''kenapa?, bukankah paman harus mengucapkan selamat ulang tahun pada ibuku''
''apa paman harus melakukannya?''
''iya, ibu pasti senang, lagi pula aku dan bibi tadi memasak banyak jadi cukup untuk kita''
''tidak bisa cleo, lain kali saja yaa''
''ayolah paman''
rengek cleo sambil memperlihatkan matanya yang mulai berkaca kaca. Jungkook menatap pengasuh cleo sejenak, dan pengasuh itu mengisyaratkan untuk mengikuti kemauan cleo.
''baiklah paman akan ikut''
''yeeee'' ucap anak itu sumringah.
''kami memang memasak banyak untuk merayakan ulang tahun sarah, cleo ingin menyenangkan ibunya malam ini'' ucap pengasuh sembari berjalan beriringan menuju rumah mereka.
''apa bibi sudah lama mengasuh cleo?''
''baru selama sarah bekerja di perusahaan ini aku mengasuh cleo, tapi aku sudah mengenalnya sedari dia pindah kemari''
''sejak kapan?''
''lima tahun yang lalu sarah dan aku jadi pelayan di rumah orang kaya, karna sambil mengasuh cleo yang masih kecil kami berhenti dari pekerjaan itu dan memulai usaha sendiri, namun hanya bertahan dua tahun usahanya bangkrut karna kebakaran''
pengasuh itu tersenyum mengingat saat ia dan sarah kesusahan.
''dan untungnya sarah di terima di sebuah perusahaan dengan gajih lumayan, dia memintaku menjadi pengasuh cleo'' lanjut pengasuh tanpa tahu jika jungkook adalah bos di perusahaan sarah.
__ADS_1