Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
aku tidak bersalah


__ADS_3

Seusai bicara, sarah pulang ke apartemennya di antar oleh young do. Setibanya di sana sarah bertemu dengan seorang agen dari wedding organizer. Wo itu menghampiri sarah yang baru saja turun dari mobil young do.


''ada apa datang kemari?, bukankah tuan jungkook sudah membayar kerugiannya?'' tanya sarah bingung, sebab jungkook mengatakan akan membayar denda karna pembatalan pernikahannya.


''tuan jungkook tidak membayar kerugiannya, tapi, dia tetap membayar penuh''


''pernikahannya tidak berlanjut, kenapa ia tetap membayar penuh?'' tanya sarah bingung, karna ia berpikir untuk apa tetap membayar vendor jika pernikahannya batal.


''dia bilang hanya akan ada perubahan waktu yang belum di tentukan, jadi kami menerima alasannya''


''maksudnya tuan jungkook mengatakan akan tetap terjadi pernikahan meskipun waktunya akan berubah?'' tanya sarah memastikan.


''iya,,, dan ini saya hanya memberikan gaun pengantin yang sudah di pesan di kami'' memberikan sebuah kotak untuk sarah.


''apa maksudnya ini?'' tanya kim young do yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


''aku tidak mengerti'' jawab sarah sambil tetap menatap kotak yang di berikan oleh wanita itu.


Sarah masuk ke dalam rumahnya dan membuka kotak yang berisikan pakaian pengantinnya.


''sangat cantik'' gumamnya memperhatikan gaun pengantin itu.


''tapi sayang kau tidak akan pernah di gunakan'' lanjut sarah, lalu ia kembali memasukkan baju itu ke dalam kotak dan menyimpannya di lemari.


Saat tengah beristirahat sarah mendengar seseorang menekan bel unit rumahnya, ia segera bangun dan memeriksanya. Namun ia tertegun saat melihat wajah yang terpampang di monitor adalah oh hani, istrinya sah yoongi. Meski tidak bersalah tentu hal ini membuat Sarah sedikit gugup akan kehadiran hani di kediamannya. Sarahpun membuka pintunya dan langsung memperlihatkan wajah hani yang menatapnya tajam.


''boleh aku masuk?'' ucap hani sedikit sinis. Sarah hanya diam dan menggeser sedikit badannya dari pintu agar hani bisa masuk.


Hani masuk dan melihat sekeliling rumah sarah, cukup lama ia memperhatikan seisi rumah itu hingga akhirnya ia terhenti di depan pintu kamar cleo.


''apa dia ada di dalam?'' ucap hani menunjuk kamar cleo.


''kau bisa bicara padaku di luar, aku tidak ingin cleo mendengar apapun'' ucap sarah, karna sarah takut hani akan melakukan sesuatu yang membuat cleo tau segalanya nanti.


''kau sangat menjaga perasaan orang lain'' hani mendekati sarah ''apa kalian memutuskan untuk kembali?'' lanjutnya dengan tatapan mengintimidasi.


"tidak,," dengan cepat sarah menggeleng.


Plaaaaaakkkk


Hani langsung menampar sarah dengan kuat, hingga meninggalkan luka di pipi sarah akibat kukunya.


"kau merayunya agar menceraikanku, aku tau pikiran wanita murahan sepertimu, mentang mentang kau memiliki anak dengan nya membuatmu berpikir bisa melakukan segalanya'' ucap hani dengan suara bergetar penuh amarah, sedangkan sarah hanya diam sambil menahan pedih di pipinya.


''aku berusaha sangat keras dalam hubungan kami, dan aku tidak ingin usahaku sia sia karna kehadiranmu''


''aku tau kau sangat marah, tapi aku tidak melakukan apapun, aku tidak pernah berniat kembali pada suamimu, aku bahkan tidak mempunyai nomornya di ponselku'' jawab sarah dengan tenang, berharap akan meredamkan emosi hani.


''kalau begitu berusahalah menjauhinya sejauh mungkin, pastikan dia tidak menemuimu, kemana saja asal jauh dari kami''

__ADS_1


Mendengar itu sarah mengantupkan giginya sangat marah, ia berusaha bersabar karna tau oh hani sedang marah, namun ucapan hani seolah mengatakan seolah sarah adalah parasit membuatnya tidak terima. ''kenapa kau menekanku? aku bukan parasit di hidup kalian. Aku yang menderita karena yoongi, kenapa harus aku yang pergi, kau bawa suamimu menjauh dariku, sejauh jauhnya agar dia bisa melupakanku''. jawab sarah lantang.


Oh hani tertegun mendengar ucapan sarah, ia tidak menyangka jawaban sarah akan sangat kasar dan lantang. Hani pun mendekati sarah dan mengangkat tangannya akan menamparnya lagi.. ''wanita ******...'' umpatnya seraya mengayunkan tangannya.


Namun sarah dengan sigap menahan tangan hani ''jangan melakukan kekerasan apapun di rumahku'' sarahpun melepas tangan hani dengan sedikit mendorongnya.


''kau bahkan sudah menghancurkan rumahku'' jawab hani yang mengungkapkan bahwa sarah sudah menghancurkan rumah tangganya.


''kau punya kesempatan memperbaikinya. Kau tau,, salah satu alasan aku tidak mungkin kembali dengan yoongi adalah dirimu. Jika kau memperlihatkan sikap yang tidak pantas, aku akan merasa sangat kasihan pada yoongi, dan semua akan berbeda nantinya. Mengerti?'' ucapan sarah mampu membuat hani terdiam tak berkutik.


''mama..!'' suara cleo mengejutkan sarah, cleo yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya memandang sang ibu membuat sarah sedikit terkejut, ia takut jika cleo mendengar semua ucapan nya.


''cleo?'' sarah menghampiri cleo dan memintanya untuk masuk ke kamarnya.


''kau masuk dulu ya sayang!'' ucap sarah, lalu ia membawa cleo masuk ke kamarnya dan menutup pintunya.


Sarahpun kembali menghampiri hani yang terdiam melihat cleo ''sebaiknya kau pergi dari sini, aku tidak mau kau membuat keributan di rumahku'' ucap sarah pelan.


Hani pun meninggalkan tempat tinggal sarah dengan keadaan kesal.


Sarah menutup pintunya rapat rapat, ia memperhatikan cleo yang tengah mengintipnya di balik pintu kamar.


''cleo?'' sarah menghampiri cleo dan membuka pintu secara perlahan.


''kenapa bibi itu terlihat sangat marah padamu?'' tanya cleo dengan raut berbinar. Tentu saja perasaan anak yang lembut sangat sensitif, melihat seseorang berperilaku tidak baik pada ibunya membuatnya sedih.


''benarkah?''


''iya sayang,,'' ucap sarah berusaha meyakinkan cleo.


Sarah menemani cleo hingga tertidur, setelah memastikan cleo tertidur ia kemudian pergi ke kamarnya dan menutup goresan kuku hani di wajahnya.


Mentari pagi membangunkan sarah dari tidurnya, ia dengan perlahan bangun dari tempat tidurnya dan bersiap untuk bekerja.


Sarah dan cleo keluar dari gedung apartemen mereka untuk mengantar cleo ke sekolahnya, namun langkah sarah terhenti setelah melihat yoongi ada di depannya, pria itu tengah berdiri di samping mobilnya dengan wajah tersenyum. Namun sarah justru terlihat kesal melihat senyuman itu. Ia berjalan dengan cepat ingin melewati yoongi. Namun yoongi menahan tangannya.


''aku akan mengantar kalian'' ucap yoongi dengan cepat.


Cleo menatap ibunya sedikit bingung dan beralih menatap pada yoongi. ''paman pria yang waktu itu kan?'' tanya cleo polos.


''iya,, paman adalah saudara jungkook''


''oouh'' angguk cleo, sedangkan sarah mengalihkan pandangannya tak menatap yoongi.


''mari paman antar!'' tawar yoongi


''tidak, kami akan naik bus saja'' dengan cepat sarah menolak.


''bu,, sepertinya kita akan terlambat jika menunggu bus, kita ikut paman saja'' ucap cleo dengan polos berhasil membuat senyum di wajah yoongi yang mendengarnya.

__ADS_1


''masuklah, aku akan mengantar kalian'' ulang yoongi.


Karna tidak ingin membuat cleo curiga sarahpun mengikuti kemauan cleo yang ingin di antar oleh yoongi. Yoongi membuka pintu penumpang depan mobil mempersilakan sarah masuk, meski mengikuti arahannya namun mulut sarah hanya terdiam tak ingin berucap apapun.


Sarah duduk di samping kemudi yaitu di sebelah yoongi, sedangkan cleo duduk di kursi belakang. Merekapun menuju ke sekolah cleo sebelum ke kantor sarah.


''paman, apa ini mobil paman jungkook?'' tanya cleo.


''tidak, ini mobil paman sendiri''.


''sama dengan punya paman jungkook'' cleo dengan kagum memperhatikan mobil yang tengah ia naiki itu.


''kau sangat menyukainya ya?'' tanya yoongi dengan senyum. Tak dapat di pungkiri, saat saat itu yoongi merasa sangat senang bisa berada satu mobil dengan sarah dan anaknya.


''iya,, aku ingin membeli mobil suatu hari nanti, agar aku dan mama tidak perlu mengejar bus lagi jika terlambat'' ucap cleo dengan antusias.


''duduk yang tenang cleo, bersikaplah sopan'' sarah kini membuka suaranya setelah beberapa saat terdiam.


Tak lama mereka pun tiba di sekolah cleo, sarah dan yoongi keluar dari mobil untuk sekedar memperhatikan cleo yang akan masuk ke kelasnya.


''aku sangat menyayangkan melewatkan masa masa kecilnya'' ucap yoongi sambil memperhatikan langkah cleo yang menjauh.


Sarah diam tak menjawab apapun, meski ia mendengar jelas ucapan yoongi, sarah enggan untuk mengatakan sepatah katapun.


''aku akan mengantarmu sekarang'' yoongi kembali membuka pintu mobilnya mempersilakan sarah duduk di sampingnya.


Sarah memperhatikan sekitarnya, ada banyak orang tua murid yang berada di sekitarnya, ia pun tak bisa menolak dan memilih masuk mengikuti arahan yoongi.


''kau terlihat antusias'' ucap sarah dengan sinis tanpa mengalihkan pandangannya pada jalanan saat mobil tengah melaju.


''aku sangat memimpikan saat seperti ini'' jawab yoongi. sesekali ia melirik ke arah sarah


''jangan berpikir berlebihan tentang batalnya pernikahanku dan jungkook, jika aku tidak menikah dengannya bukan berarti aku menerimamu'' ucap sarah tanpa basa basi.


Dengan mendadak yoongi menepikan mobilnya setelah mendengar ucapan sarah.''kau bilang kau tau semua ini bukan salahku, kenapa kau tidak memberiku kesempatan.? Aku tidak meminta jungkook membatalkannya, ini keinginannya sendiri sarah, tidakkah kau berpikir mungkin saja ini jalan takdirnya''


''takdir apa yang kau maksud?, kau ingin kita kembali dengan cara yang salah seperti itu. Begitu?''


Meski terdiam sejenak memikirkan ucapan sarah yoongi dengan yakin mengangguk ''Iyaaa, apapun itu aku tidak masalah, asal bisa kembali bersamamu''


Sarah menghela nafasnya kasar, ''kau lihat!'' menunjuk luka goresan kuku hani di wajahnya pada yoongi. ''istrimu menemui ku tadi malam dan menamparku''


''dia menamparmu?''


''iya, tapi bukan itu yang jadi masalah. Masalahnya adalah, istrimu tau betul aku tidak bersalah, tapi dia tanpa ragu melampiaskannya padaku. Bisa kau bayangkan bagaimana nekatnya dia saat kita benar benar memutuskan kembali?''


Yoongi diam tak berkutik, namun dalam hatinya tak gentar sedikitpun untuk tetap menginginkan sarah.


''aku sudah sering mendengar kalimat yang mengatakan 'wanita itu mempunyai anak tanpa menikah' dan aku tidak ingin mendengar kalimat lain seperti 'wanita itu penghancur rumah tangga orang lain' aku tidak ingin.'' lanjut sarah, matanya berkaca kaca menjelaskan pada yoongi tentang perasaannya, tentang hal yang ia takuti.

__ADS_1


__ADS_2