
''apa kau yakin akan bekerja hari ini?'' tanya bibi tum sambil memperhatikan sarah yang tengah bersiap di kamarnya.
''iyaa'' jawab sarah seadanya sambil memasukkan beberapa barangnya ke tas.
''ayo kita berangkat nak'' ucap sarah sambil keluar dari kamarnya menuju cleo yang tengah memasang sepatunya.
''sebentar bu'' cleo masih konsentrasi mengikat tali sepatunya. ''sudah,,, ayooo'' seru cleo keluar dari apartemen setelah selesai memasang sepatunya.
Merekapun keluar bersama dari gedung apartemennya berjalan menuju sekolah cleo yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
''bu, aku boleh bertanya sesuatu?'' ucap cleo sambil terus berjalan beriringan bersama ibunya.
''apa nak?''
''apa aku akan punya adik?''
Sarah sejenak terdiam, namun ia tetap melangkah mencoba untuk setenang mungkin di hadapan anaknya. ''jika iya, apa kau akan menyukai adikmu nanti?'' sarah memberanikan diri melanjutkan percakapannya.
''tentu saja dia pasti sangat menggemaskan, aku akan menyayanginya dan menggigit pantatnya yang lucu'' cleo tertawa terbahak.
Melihat reaksi anaknya sarah sedikit lega dan menguraikan senyumnya, tanpa mereka sadari seseorang tengah memperhatikan mereka berdua di balik kaca mobilnya.
''kau ternyata mempertahankan anak kita sarah'' ucap yoongi sambil memperhatikan langkah sarah dan cleo menyebrang jalan melewati mobilnya.
Tuuuuuuttt tuuuuuuuut
__ADS_1
Klakson mobil seseorang mengejutkan yoongi dari lamunannya, ia terlalu fokus memperhatikan sarah dan cleo hingga ia tidak menyadari lampu hijau, membuat orang di belakangnya membunyikan klakson.
Yoongi dengan segera menjalankan mobilnya menepi.
...****************...
''kau sudah baikan sar?'' lisa menghampiri sarah yang baru saja tiba.
''hmm'' ucap sarah sambil menarik kursinya dan menggantung tasnya pada bahu kursinya.
''seharusnya jungkook membuat pengecualian untuk karyawan kontrak seperti mu''
''pengecualian seperti apa?'' tanya sarah yang sudah duduk di kursinya
''tenanglah,, aku baik baik saja!'' sarah mengelus lengan lisa sambil tersenyum agar temannya tak mengkhawatirkannya.
Setelah jam makan siang saat semua karyawan kembali ke kantor dari makan siangnya, sarah mendapat telepon dari sekolah cleo.
/hallo bu,?/ ucap sarah sesaat setelah mengangkat telepon itu.
/bu sarah, bisakah ibu ke sekolah sekarang?/
/kenapa?, apa pengasuh cleo belum menjemputnya?/ tanya sarah sedikit terkejut
/iya, selain itu ada seseorang pria yang semenjak tadi mengajak cleo berbicara/
__ADS_1
/siapa?/ sarah mulai panik 'apa jungkook,, tapi dia kan belum pulang' batin sarah.
/saya juga tidak mengenalnya bu, jadi sebaiknya ibu kesini sebentar!/
/tolong tunggu ya, saya akan kesana sekarang/ sarah langsung bergegas menuju sekolah cleo.
Sementara itu, pria yang berbicara bersama cleo adalah yoongi, setelah melihat sarah dan cleo di jalan yoongi memutuskan untuk mengikuti cleo ke sekolahnya.
''dari tadi kita berbincang tapi kita belum berkenalan'' ucap yoongi sambil duduk berdampingan di anak tangga depan sekolah cleo.
''haahaaa, maafkan aku paman!'' cleo menepuk jidatnya sambil mengemut permen yang di berikan yoongi. ''namaku cleo, cleo minsuga'' cleo menjulurkan tangannya pada yoongi.
Mendengar itu yoongi tertegun, ia menatap mata sipit cleo dengan berkaca kaca, yoongi menarik nafasnya pelan ''minsuga?'' ucap yoongi sambil menerima salam cleo
''iya, minsuga, itu nama ayahku'' jawab cleo polos.
''dimana ayahmu?'' yoongi coba memancing cleo, berharap dapat sedikit mengulik kehidupan mereka.
''sudah tidak ada'' jawab cleo santai sambil tetap mengemut permen dalam mulutnya, sementara tangannya memegang tasnya yang ia pangku.
''maksudnya?''
''ayahku meninggal sebelum aku lahir, itu yang ibuku katakan''
Mendengar ucapan cleo membuat yoongi semakin sedih, sepenggal cerita ia ketahui, tapi sudah sangat melukai hatinya. 'maafkan aku sarah, maafkan ayah cleo' batin yoongi sambil menatap wajah cleo.
__ADS_1