Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
akankah kita saling mencintai


__ADS_3

''dia sudah pergi lagi tuan'' ucap seorang pria pada jungkook.


''kenapa dia tidak mau menemuiku?''


''mungkin dia berpikir jika kau masih kecewa dengannya, terlebih dia masih di katakan pembunuh atas kasus 30 tahun lalu.


Jungkook pergi dari rumah kosong itu dimana rumah itu sempat di tempati park hara beberapa waktu lalu sebelum ia memutuskan untuk pergi lagi.


''aku harus menghubungi paman wan joo''


Jungkook mengambil ponselnya dan menelpon wan joo.


/paman bagaimana perkembangannya?/ tanya jungkook sesaat setelah telponnya di angkat.


/ada yang janggal jung, aku sudah mengirimkan beberapa bukti padamu/


/tapi aku sedang tidak di singapur sekarang, aku sedang di jerman ingin bicara dengan ibuku, tapi dia kembali menghilang/


/dia tidak akan menemui mu sebelum namanya bersih, sebaiknya kau kembali dan lihat apa yang aku kirim!/


Tanpa pikir panjang jungkook langsung kembali ke singapur untuk melihat beberapa bukti yang di kirim paman wan joo padanya.


Tanpa istirahat jungkook yang baru sampai langsung menuju kantornya tanpa berganti berpakaian karna apa yang di kirim wan joo ada di perusahaan.


Sarah yang tengah memfotokopi beberapa berkas terkejut melihat jungkook melewati koridor dengan cepat.


'dia sudah kembali, kenapa secepat itu' batin sarah.


Jungkook sudah tiba di ruangannya ia langsung mengambil sebuah berkas yang di simpan sekretarisnya di laci khusus. Sedikit tergesa gesa ia membuka amplop itu.


'apa ini,?' matanya membelalak melihat sebuah foto dan rekaman suara.


(kau boleh mati jika kau ingin, mati saja, tidak akan ada yang perduli denganmu ) suara dari rekaman itu cukup singkat.


Ternyata itu adalah suara park hara pada seorang sebelum pria itu meninggal.


'ini rekaman suara ibuku, tapi ini bukan bukti kuat jika ia yang membunuhnya' batin pria itu.


Tiga puluh tahun lalu pada siang hari park hara bertengkar hebat dengan seorang pria bernama lee sung woo, pertengkaran itu berkelanjutan hingga malam harinya lee sung woo jatuh dari gedung dan meninggal di tempat, hanya park hara orang terakhir yang bertemu dengannya, di tambah rekaman suara itu membuat park hara jadi tersangka utamanya.


'keluarga korban meyakinkan jika yang mendorong lee sung woo adalah park hara karna ada dna korban pada tubuh park hara' jungkook membaca artikel tentang tragedi itu.


'bagaimana caranya meyakinkan diri sendiri jika bukan dia pelakunya' gumam jungkook lagi yang mulai meragukan ibunya.


tok tok tok


Jungkook terkejut mendengar bunyi ketukan saat masih dalam kebingungannya sendiri.


''masuklah!'' dengan segera jungkook menyimpan semua barang yang di kirim wan joo ke dalam lacinya.


''pak, seseorang ingin bertemu'' ucap sekretarisnya


''siapa?''

__ADS_1


''dari wo''


''suruh dia menunggu, oh iya sekalian panggil sarah untuk turun ke bawah''


''baiklah''


Sarah yang sudah mendapat panggilan langsung ikut turun ke lantai bawah, dimana ada jungkook dan seorang agen wo tengah berbincang di kursi tamu.


''duduklah!'' jungkook meminta sarah untuk duduk di sampingnya


''ada apa ?'' tanya sarah sedikit berbisik.


''ada yang sedikit saran, karna kemarin kalian di layani oleh salah satu karyawan jadi saya ingin memastikan pilihan tema wedding yang kalian inginkan''


''terserah bagaimana menurutmu yang cocok'' jawab jungkook jutek pada orang itu.


Sarah menatap jungkook yang seakan kesal.


''saya kurang paham tentang cocok atau tidaknya, tapi kita ingin yang sederhana saja, kita hanya mengundang keluarga inti saja'' jawab sarah berusaha mengalihkan kecanggungan saat itu.


Agen wo yang menyadari jungkook sedang tidak mood untuk membahas itu tersenyum kecil.


''baiklah, sepertinya kalian butuh berbincang lebih dulu, hubungi saya jika menginginkan perubahan sekecil apapun itu ya'' ucap wanita itu lalu ia pun pergi.


Karna beberapa masalah membuat jungkook memasang wajah kesal, ia pun lalu meninggalkan sarah yang masih diam dalam kebingungan akan sikapnya.


''tunggu sebentar!'' ucap sarah menghentikan langkah pria itu.


''ada apa?'' menoleh ke sarah


''tidak ada apa apa''


''lalu kenapa kau membentak orang itu?''


''aku bilang tidak apa apa!'' ucap jungkook sedikit nyaring


''kau berubah pikiran?, apa kau mulai ragu dengan keputusanmu''


''aku sedang pusing tolong jangan membuatku semakin pusing''


''kau bilang kau tidak kenapa napa, kenapa jadi pusing saat aku membahasnya?'' sarah tersulut emosi.


''sebaiknya kau pulang dan beristirahat'' jawab pria itu dan pergi begitu saja.


Karna merasa sangat lelah jungkook akhirnya kembali ke apartemennya untuk beristirahat.


...****************...


Hari berganti malam, semakin mendekati pernikahan bukannya tenang sarah kembali panik, seakan punya firasat yang tidak baik. Sarah kembali mengingat saat ia harus kehilangan ayah cleo sebelum pernikahan.


''apa kau lihat apa yang aku korbankan selama ini?'' sarah menatap langit dari balik jendela seolah mengajak ayah cleo bicara.


''aku bisa memilih mengaborsi cleo saat itu tapi tidak aku lakukan karna aku takut kau sedih, tapi aku juga tidak bisa melakukannya karna aku sangat mencintai anak kita''

__ADS_1


Sarah menangis sambil bermonolog sendiri.


''aku juga mencintai anak ini'' mengelus perut ratanya.


ting nong


bunyi bell mengejutkan sarah dari lamunannya, ia segera menuju pintu memeriksa orang yang mengunjunginya tengah malam.


''jungkook?'' ucap sarah saat melihat cctv pintu. Ia oun langsung membuka pintunya dan mengijinkan pria itu masuk.


''ada apa tengah malam begini kesini?''


Jungkook berjalan menuju sofa yang ada di ruang tengah dan duduk di sana.


''apa kau dengar aku?'' ucap sarah lagi karna merasa tidak di hiraukan.


''aku kesini ingin meminta maaf''


Sarah menatap heran.


''maaf karna kejadian tadi siang, aku sangat lelah karna beberapa urusan, tapi kau harus tau kalau aku tidak pernah meragukan keputusanku''


''benarkah,?''


''aku tau kau masih banyak keraguan terhadapku, beri aku pertanyaan atau keluarkan saja perasaan yang mengganggumu padaku, dengan begitu kita bisa saling mengenal''


''baiklah, kalau begitu beri jawaban tentang pertanyaanku..'' sarah menelan salifanya ''setelah pernikahan apa kau bisa mencintaiku?''


Jungkook terdiam mendengar pertanyaan sarah.


''apa yang akan kau lakukan padaku jika tidak bisa mencintaiku?'' sarah melontarkan pertanyaan kembali.


Melihat jungkook yang masih terdiam sarah melanjutkan pertanyaannya.


''kau bertanggung jawab untuk anak yang aku kandung, tapi jika dia sudah lahir dan kau masih belum mencintaiku, apa kau yakin bisa mempertahankan rumah tangga kita nanti?''


''bagaimana kau bisa bertanya tentang hal yang belum terjadi, bahkan satu detik ke depan saja tidak bisa kita bayangkan'' jungkook mulai menjawab.


Kini sarah terdiam dengan jawaban jungkook


''bagaimana kalau aku bertanya tentang hal serupa padamu,,, apa kau akan mencintaiku nanti?''


''aku tidak yakin'' jawab sarah sambil memalingkan wajahnya.


''kau sangat mudah mengatakan tidak yakin, tapi aku sangat takut mengatakan seperti itu pada pertanyaanmu, aku takut kau merasa di gantung, meski pada dasarnya aku berniat berkomitmen dengan hubungan yang akan kita jalani, ada atau tidaknya perasaan ini'' ucap jungkook dengan tegas


''maafkan aku, karna terlalu berlebihan'' jawab sarah dengan mata berbinar.


Jungkook mendekati sarah dan mengelus lengannya perlahan.


''ini bawaan mengandung sarah, aku mengerti moodmu bisa berubah ubah karna kehamilanmu, beristirahatlah, dan jaga kesehatanmu''


Jungkook mengambil sebuah paperbag yang ia taruh di sampingnya duduk.

__ADS_1


''ini, aku membeli buah dan vitamin untukmu, cepat tidur ini sudah malam''


Jungkookpun pergi dari apartemen sarah setelah melalui perdebatan perdebatan kecil.


__ADS_2