
''permisi, ada yang bernama sarah?'' ucap seorang, terlihat jika ia sedang memegang sebuah buket bunga yang cukup besar.
Sarah mengangkat tangannya meski sedikit bingung.
''iyaa saya?''
''ini bu ada kiriman'' menyerahkan buket bunga mawar merah
''iyaa terimakasih'' menyambut bunga itu.
''waaahhh dari siapa ini ?''
lisa mendekati sarah dan melihat bunga itu secara detail.
''entahlah''
Sarah menaruh bunga itu di pinggiran mejanya, tak lama ia mendengar notifikasi dari ponselnya.
/kau sudah terima paketnya?/
/itu hadiah ulang tahunmu, aku harap di terima/
sarah membaca heran pesan dari nomor yang tidak ia kenal.
/aku jungkook/ tulisnya secara formal
'jadi dia yang mengirimnya' batin sarah sambil memperhatikan bunga yang indah itu.
''sepertinya itu dari pak jungkook'' tebak lisa mengejutkan lamunan sarah yang tengah memperhatikan bunga itu.
''iya sepertinya begitu''
''jika ia kenapa tak di berikan langsung, kenapa harus melalui kurir''
''sesuka hatinya saja''
''wah sarah raut wajahmu terlihat berseri setelah menerima bunga ini''
''hah, bagaimana bisa?'' sarah memegang pipinha
''tentu saja kau senang di beri hadiah oleh kekasih''
''tidak, hanya saja aku sangat menyukai bunga''
''kau pasti akan dua kali lipat menyukai bunga ini karna seseorang spesial yang memberikannya''
''apa yang sedang kau bicarakan'' alih sarah.
''ngomong ngomong kenapa pak jungkook tidak mengijinkanmu untuk berpartisipasi dalam acara besok?'' tanya lisa memecahkan keheningan sementara.
''oh iya, aku juga lupa bertanya''
''bagaimana bisa kau lupa bertanya sarah''
''namanya lupa, lagi pula aku tidak ada bertemu dengannya''
''kenapa tidak bertemu, apa cara kalian berhubungan memang begitu?''
''kenapa hubungan orang lain jadi terlihat menarik di matamu'' potong pak chen mengejutkan lisa, lisa lang sung terpaku diam mendengar teguran dari atasannya
''kembali bekerja, jangan bergosib di jam pekerjaan!''
''baik pak'' sahut sarah dan lisa bersamaan
Sarah yang masih terpikir tentang kenapa jungkook melarangnya mendaftar membuatnya penasaran. Ia meraih ponselnya dan menuliskan sebuah pesan.
__ADS_1
/benarkah aku tidak boleh mendaftar dalam lomba besok?''/
Sarah menunggu cukup lama, hingga ia mendengar pesan kembali masuk ke ponselnya.
/iya, jangan mendaftar apapun untuk besok, ada yang harus kita lakukan/
balasan itu membuat sarah berkedip tak percaya dan bingung.
'apa maksudnya?'
sarah bemonolog dalam diamnya.
Keesokan harinya di saat semua orang memakai baju olahraga sarah hanya memakai baju formal, ia merasa sangat malu karna berbeda dari yang lain, namun ia tidak bisa menolak karna permintaan jungkook.
'dia membuatku malu, kini semua orang melihatku' batin sarah sambil mengelus lengannya sendiri, sambil melihat sekeliling lapangan tertutup tersebut.
Seseorang menepuk pundak sarah
''hey,,''
''kau di minta ke atas''
orang itu menunjuk ke kursi penonton yang berada di lantai atas. sarah melihat ke arah yang orang itu tunjuk. Terlihat jungkook sudah menunggunya di kursi penonton itu dengan balutan kemeja hitam.
''iya terimakasih'' ucap sarah lalu berjalan ke arah jungkook.
Kini sarah berdiri di dekat jungkook, ia melihat kursi yang berjarak satu kursi dari jungkook, belum sempat melakukan apapun jungkook sudah meliriknya.
''duduklah di sampingku agar orang tidak berpikir kita sedang ribut''
Sarahpun menurutinya dan duduk tepat di sampingnya. Awalnya mereka canggung namun semua karyawan yang berpartisipasi untuk lomba mulai datang satu persatu dan meramaikan ruangan itu.
''kau bilang ada yang harus kita lakukan, tentang apa?'' ucap sarah memulai obrolan.
''ada seseorang yang ingin berkenalan denganmu, dia akan datang hari ini''
''tenanglah sarah, aku hanya ingin kau ada di sampingku''
''apa?'' terkejut sarah mendengar ucapan jungkook
''maksudku, kau hanya berada di sampingku saja, sisanya biar aku yang melakukannya''
''melakukan apa?''
''ternyata kau sangat cerewet'' jungkook terkekeh
''tolong di jawab yang benar, kenapa aku harus ada disini''
''bukankah kau kekasihku, seseorang ingin bertemu kau sebagai kekasihku, bukan sarah karyawan perusahaan ini'' jelas jungkook
Mereka pun menyaksikan pertandingan antar karyawan, banyak mata menatap sarah yang duduk di samping jungkook.
''kau lelah?'' jungkook menatap sarah yang berada di sampingnya.
''tidak, aku hanya sedikit tidak nyaman di sini''
''kenapa? tunggu sebentar seseorang akan datang sebentar lagi''
Tak berselang lama seorang perempuan datang dengan tampilan stylishnya, terlihat jelas aura perempuan itu sangat mewah, setiap kukunya mampu memperlihatkan kecantikannya.
''hay jung!'' sapanya
''hay'' jawab jungkook
''maaf aku sangat terlambat, sepertinya acaranya sudah hampir selesai''
__ADS_1
''belum,sepertinya ada dua babak lagi setelah istirahat''
''apa dia gadisnya?'' tanya wanita itu sambil menunjuk sarah dengan bibirnya.
''kenalkan dia sarah''
''saya sarah'' mengulurkan tangannya
''perkenalkan saya maura mantan calon tunangan jungkook''
''hah,,?''
sarah terkejut tak berkedip, entah apa maksud perempuan yang ada di depannya ini mengatakan hal seperti itu.
''tidak, bukan apa apa''
''sudahkah,? aku sedang sibuk sekarang ini, kalau kau ingin menonton perlombaannya silakan duduk!'' potong jungkook
''kenapa nada bicaramu seperti itu,? seperti hanya kau saja yang tidak menginginkan perjodohan ini''
''terserah kau saja bagaimana berpikir, tapi semuanya sudah tuntas kan, aku sendiri yang akan menanggung resikonya, sedangkan kau hanya duduk manis''
''aku tidak hanya duduk manis jungkook, aku juga berusaha meyakinkan orang tuaku jika aku tidak menyukaimu tanpa harus membeberkan kau bukan anak kandung nyonya kim''
Sarah terkejut mendengar ucapan maura, sedangkan jungkook terdiam, sesekali ia melirik sarah.
''ada apa ini,? kenapa sarah terlihat terkejut? apa kau tidak memb
eritahunya kebenarannya?''
''sudahlah maura, sebaiknya kau pulang saja, banyak karyawan memperhatikan kita''
''baiklahh aku akan pergi, semoga kalian bersenang senang'' ucap maura dengan nada mengejek, lalu berlalu pergi.
'bukan anak kandung nyonya kim?, apa maksud perempuan tadi' batin sarah sambil melirik ke arah jungkook yang sedang menonton pertandingan. Meski matanya sedang memperhatikan pertandingan tetap saja terlihat jika ia tengah menatap kosong, sarah ingin mengajaknya bicara dan bertanya, tapi ia mengurungkan niatnya.
'bukan urusanku, untuk apa aku harus bertanya, toh hubungan ini juga palsu' batin sarah lalu mengalihkan pandangannya dari jungkook dan ikut memperhatikan pertandingan.
''aku merasa lelah, apa kau ingin pulang?'' tanya jungkook tiba tiba
''tapi pertandingannya belum berakhir, apa tidak masalah di tinggalkan''
''tidak masalah, aku kemari hanya ingin melihat saja, semuanya sudah di urus, aku akan mengantarmu jika kau lelah''
''iya, aku juga ingin pulang''
ucap sarah lalu berjalan mengikuti jungkook untuk pulang
cukup lama saling diam di dalam mobil, sarah kembali memperhatikan jungkook yang terlihat lelah.
''terima kasih untuk bunganya kemarin''
''kau menyukainya?''
''hmm''
Hanya sedikit kata yang di ucap mereka selama perjalanan mengantar sarah pulang. Sesampainya di depan gedung apartemennya sarah yang berniat langsung ingin turun di hentikan jungkook dengan memegang tangan sarah. Lantas sarah menoleh menatapnya
''aku...'' jungkook tiba tiba gugup saat di tatap sarah
''apa?'' tanya sarah
''aku sangat lelah jadi tidak bisa menemui cleo''
''cleo sepertinya belum pulang sekolah''
__ADS_1
''oh,'' jungkook mendadak gagap dan melepaskan tangan sarah.