
''kenapa dia pulang sangat terlambat?'' gumam jungkook sambil memperhatikan sarah yang berjalan menuju halte.
Jungkook teringat ucapan rebecca yang mengatakan bahwa sarah tidak berani ke kantin.
''apa ini semua karna aku?'' gumamnya.
Cukup lama jungkook menatap sarah dari kejauhan sampai akhirnya ia melihat sebuah mobil berhenti di depan sarah. Jungkook menatap mobil yang tidak asing itu, ia bahkan sudah tau siapa di balik mobil itu.
Yoongi yang keluar dari mobil itu sedikit berlari langsung memeluk sarah, ia memeluknya erat seraya mengelus lembut rambut sarah. Jungkook yang menyaksikan itu tanpa sadari mengepalkan tangannya, ia memalingkan wajahnya dari mereka, jungkook pun langsung menyalakan mobilnya dan segera pergi dari tempat itu.
Saat ia tengah dalam perjalanan menuju rumahnya ponsel jungkook berdering, ia pun mengangkat panggilan telepon sembari mengemudikan mobilnya.
/hallo?/
/boleh kita bertemu sebentar/ ucap suara di balik telepon yang tak lain adalah oh hani.
/aku sibuk sekarang/ jawab jungkook tak mau
/aku ada di cafe tepat di depan gedung apartemen mu. Temui aku sekarang!/ ucap hani tak memperdulikan penolakan jungkook.
Jungkook menghela nafasnya kasar, ia pun memilih menyetujui permintaan hani untuk bertemu. Sesampainya di sebuah cafe, matanya langsung menemukan hani di salah satu meja, ia langsung mendekat dan duduk di hadapan hani.
''ada apa?'' tanya nya sedikit jutek.
''aku tidak akan membuang waktumu, aku ingin kau mengurungkan niatmu untuk membatalkan pernikahanmu'' ucap hani langsung.
Jungkook diam tak menjawab, ia hanya menatap hani dengan tatapan kasihan.
''lanjutkan pernikahanmu,, tolong,,,''
''jika aku melanjutkannya apa itu akan membuat hubunganmu dan yoongi baik baik saja?''
''hubungan kami baik baik saja selama ini, semuanya berubah drastis saat ie bertemu sarah, aku ti,,,,''
''kau selama ini membohonginya, bagaimana bisa kau yakin hubungan kalian akan terus baik baik saja'' jungkook menyeka ucapan hani.
Hani dengan gugup menjawab ''kau selalu mengatakan kata kata yang membuatku tidak mengerti, aku tidak pernah membohongi siapapun''
''benarkah? kalau begitu kau bisa menjawab dengan jujur pertanyaanku ini''
''a-apaa?''
Jungkook mengeluarkan sebuah anting yang selama ini ia simpan. ''bagaimana bisa anting ini ada di tkp saat kecelakaan yoongi sembilan tahun silam''
__ADS_1
''itu bukan milikku, jika ia ada di tkp kenapa tidak jadi barang bukti?''
''kau benar'' jungkook tersenyum sinis sambil memperhatikan anting yang ada di tangannya ''tapi, seseorang telah menemukan ini tepat setelah kau menghampiri yoongi yang sudah tertabrak mobil tergeletak tak berdaya dengan banyak darah'' lanjutnya.
''apa maksudmu jung, aku tidak mengerti'' ungkap hani dengan polos.
''jangan berbohong, semakin kau berbohong, aku semakin yakin kau tidak layak untuk yoongi''
Karna merasa tersudut hani memukul meja dan berdiri ''tidak boleh ada yang jadi juri dalam hubunganku dan yoongi, kau bahkan tidak pantas menyebutkan kelayakan hubungan kami'' dengan marah hani mengambil tasnya dan ingin segera pergi. Namun ia berhenti tepat di samping jungkook ''aku akan membuktikan padamu bahwa aku dan yoongi tidak akan berpisah, apapun caranya'' ungkap hani, lalu ia pun pergi menjauh sebelum jungkook mengatakan apapun.
'kau harus membayar apa yang sudah kau perbuat' batin jungkook sembari memandang anting yang ia pegang.
Hani keluar dengan keadaan cemas, dengan tangan bergetar ia mencoba mencari ponselnya dalam tas. Ia dengan panik menelpon seseorang /bagaimana bisa anting itu bisa ada pada jungkook?/ ungkapnya bicara pada seseorang di balik telpon.
/anting,?/
/dia memilikinya, masih utuh dengan bekas darah di sana/ hani menggigit jemarinya gugup ketakutan. Ia membayang ke masa lalu dimana ia dan yoongi di jodohkan dan saat akan bertunangan yoongi datang dan membatalkan perjodohan secara sepihak.
''maaf, tapi saya benar benar tidak bisa menikah dengan hani'' ucap yoongi seraya berlutut di depan kedua orang tua hani.
Hani menangis mendengar ucapan yoongi yang ingin membatalkan perjodohan itu. Melihat anaknya menangis oh min kyu berdiri dan menampar yoongi yang masih berlutut.
plaaaakkk
''perjodohan ini bukan kehendak saya''
''tapi kenapa kau menyetujuinya saat itu, kenapa tidak mengatakan keraguanmu sejak awal?.''
Yoongi hanya diam mengakui kesalahannya yang membiarkan hubungan itu terlalu jauh, hingga perasaan hani semakin dalam. Saat perasaan hani sudah sangat dalam, yoongi malah jatuh cinta pada sarah dan memutuskan untuk memilih hidup dengan sarah dan mengakhiri hubungannya dengan hani yang berawal dari kesepakatan bisnis.
''maaf, maafkan saya'' hanya itu yang bisa yoongi ucapkan.
''pergi beritahu keluargamu tentang ini, aku masih memberimu kesempatan, katakan pada mereka dan beritahu aku keputusannya'' ucap oh min kyu seraya menunjuk keluar menyuruh yoongi untuk pergi dari rumahnya.
''orang tuaku tidak akan setuju dengan keputusan ini''
''lalu kenapa kau berani membatalkannya?''
''ini tentang hidup dan masa depanku, aku tidak bisa bergantung pada keputusan kalian'' yoongi dengan pelan berdiri, ia menatap keluarga oh min kyu yang masih membara dengan amarahnya. ''kau tau, jika bukan karna aku perusahaan ayahmu tidak akan sesukses ini, kau tau resikonya'' ucapnya
''ayahku hanya akan sedikit kehilangan reputasinya jika kau berhenti berbisnis dengannya, kau sudah berusaha meminimkan resiko dalam bisnismu. Tapi, kau tidak tau resiko apa yang akan terjadi pada hani jika aku tetap melanjutkan pernikahan kami'' yoongi mendekati hani dan menghapus air mata hani yang terus menerus membasahi pipinya ''dia akan sangat terluka jika memaksakan terus bersamaku'' ucap yoongi yang sebenarnya juga tidak tega pada hani, namun ia juga tak bisa meninggalkan sarah wanita yang ia cintai.
Yoongi pergi dari kediaman hani setelah mengatakan keinginannya untuk membatalkan pernikahan. Meski mendapat penolakan dari semua pihak yoongi tetap pada keputusannya untuk memilih sarah, ia melepas semua pemberian orang tuanya dan pergi hanya membawa beberapa lembar pakaian. Saat tengah menenteng tas nya untuk keluar dari rumah ibunya, yoongi terkejut melihat hani yang berada tepat di depannya, hani menatap yoongi dengan mata sayu, tatapannya pun beralih pada tas yang tengah di gendong oleh yoongi.
__ADS_1
''kau benar benar akan pergi?'' tanya hani sambil berusaha menahan tangisnya.
''maaf hani, tapi di bandingkan dirimu, dia lebih membutuhkanku, dan yang menjadi rumitnya lagi aku juga sangat membutuhkannya''
''kalian saling berdampingan karna saling membutuhkan, tapi bagaimana denganku,? apa yang akan aku lakukan tanpamu? katakan padaku bagaimana caranya bertahan!'' sarah meremas kuat bagian lengan yoongi menunjukkan betapa ia sangat sakit atas pilihan yoongi.
''aku yakin kau bisa bertahan, kau gadis cantik dan baik, ada banyak pria yang menunggu untuk membahagiakanmu''
''tapi aku ingin kamu,,,,,!!!!'' rengek hani menolak alasan yoongi.
''dia sedang mengandung anakku, aku sangat mencintainya, dan aku tidak bisa membiarkan anakku lahir tanpa ayahnya''
''dia hamil?'' ucap hani terkejut..
Yoongi mengangguk pelan memberi jawaban atas pertanyaan hani. Lalu ia berlalu pergi meninggalkan hani yang mematung di ambang pintu.
Di perjalanan saat akan menuju bandara yoongi merasa heran dengan supir taksi yang membawanya ke lain arah.
''saya ingin ke bandara pak?''
Supir itu tak menjawab, ia tetap melajukan mobilnya ke arah jalanan yang jauh dari pemukiman.
''hentikan mobilnya sekarang!'' yoongi mulai gegabah, melihat supir taksi yang tak menggubrisnya ia yang duduk di kursi penumpang maju ke bagian depan dan memaksa supir untuk menepikan mobilnya. ''aku bilang berhenti!'' ucapnya seraya berusaha memperebutkan kemudi mobil. Seperti sudah sampai pada tempatnya si supir menghentikan mobilnya di tempat sepi, namun ia tidak melakukan apapun, supir itu hanya membiarkan yoongi keluar dan pergi.
''bajingann, aku harus segera pergi'' ucap yoongi kesal sambil menenteng tasnya menjauh dari tempat sepi itu. Namun saat tengah berjalan, tanpa ia sadari sebuah mobil melaju sangat cepat dan menabraknya hingga jauh terpental. Yoongi yang berlumuran darah samar samar melihat mobil itu menjauh pergi setelah menabraknya, tak berselang lama ia mendengar seseorang menyebut namanya dan memangku yoongi yang mulai kehilangan kesadaran.
''yoongi sadarlah, maafkan aku'' ucap hani seraya berusaha menyentuh badan yoongi yang berlumuran darah.
''sebaiknya kita pergi sekarang!'' ucap seorang pria pada hani
''tapi dia bagaimana?'' ucap hani terisak.
''biarkan saja, dia bahkan juga sudah membuangmu, ayoo cepat, nanti kita terlibat masalah''
''tapi bukan kita yang melakukan ini padanya'' ucap hani menolak meninggalkan yoongi yang tergeletak tak berdaya. ''aku harus membawanya ke rumah sakit. Ayo bantu aku!'' ucap hani seraya berusaha mengangkat badan yoongi.
Pria itu lantas memegang kedua bahu hani dengan kuat ''dengarkan aku, memang bukan kita yang menabraknya, tapi kita yang sudah merencanakan membawanya ke sini, kau pikir apa yang akan polisi lakukan ha?''
''ta-tapi yoongi,,,?'' dengan terisak hani menatap yoongi yang tergeletak di tanah.
''kita akan menelpon ambulan, tapi sekarang kita harus sangat jauh dari sini dulu'' pria itu dengan cepat membawa hani menjauh dari tempat itu.
Pria itu pun menelpon untuk meminta pertolongan pada yoongi melalui nomor telepon umum.
__ADS_1
Hani mendengar kabar bahwa yoongi sudah di larikan ke rumah sakit, namun ia merasa tak tenang ia menuju kamar mandi dan mencuci tangannya yang terkena darah yoongi dan membuang bajunya ''aku harap kau bisa bertahan'' ucapnya dengan gemetar.