Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
pria dingin itu meminta maaf


__ADS_3

Sarah sudah melalui masa masa sulitnya, kini sang anak telah di nyatakan sembuh, sarah bersiap untuk pergi ke kantornya. Ia memandang wajahnya di cermin melihat setiap sisi dari dirinya dan bergelut dengan pikirannya, ia merasa sangat kasihan pada dirinya sendiri.


"aku sudah melewatkan masa masa sulit itu, tidak ada yang lebih sulit dari pada kehilangan cleo, aku akan melewati apapun itu"


Sarah menarik nafasnya kasar lalu berangkat bekerja.


Saat baru saja tiba di lobi kantor semua orang menatap sarah dingin, sarah sedikit kebingungan dengan tatapan mereka tapi ia mencoba untuk tidak membuat dirinya terbebani dengan memikirkan yanh tidak penting.


"sarah saya ingin bicara denganmu!" ucap pak chen dari belakang membuat sarah terkejut dan menengok ke belakang.


Pak chen pun melewati sarah dan membawanya ke lorong yang sedikit sepi. Merasa ada yang aneh sarah dengan gugup bertanya.


"ada apa pak?" sambil memainkan jari jemarinya


"saya ingin kamu jujur dengan saya" ucap pak chen dengan wajah serius


"apa yang kamu lakukan setiap kali pak jungkook memintamu ke ruangannya" lanjut pak chen


Sarah diam seribu bahasa, ia menatap pak chen dengan sendu, bagaimana harus ia ceritakan tentang perjanjiannya dan jungkook yanh terasa benar2 menghina dirinya sendiri.


"apa kau jadi wanita panggilan untuknya, apa setiap kali dia memanggilmu kau tidur dengannya?" tanya pak chen mengintimidasi


"saya tidak punya pilihan lain pak" jelas sarah sedikit tertekan


"kenapa sarah, apa alasanmu memilih melakukan itu" tanya pak chen lemas.


"hanya dengan begitu dia bisa meminjamkan saya uang untuk operasi cleo waktu itu pak" sarah menjelaskan dengan suara tertekan.


"jadi dia memberimu syarat itu"


"apa yang harus saya lakukan, menolaknya,? sedangkan saya membutuhkan uang itu secepatnya agar cleo bisa di operasi" tangis sarahpun pecah


"kau tau, berita tersebar di seluruh kantor sekarang, saya takut kamu akan di lecehkan orang kantor seperti yang sudah2 selama ini, karyawan yang tidak punya apa apa selalu di hina, tapi pak jungkook orang yang berkuasa tidak akan ada yang berani menghinanya, saya tau saya tidak di ijinkan untuk marah karna saya tidak bisa membantu juga saat itu, tapi saya merasa kecewa sarah, sebagai orang yang sudah menganggapmu adik sedikit banyaknya saya kecewa, terutama pada diri saya yang membiarkan hal itu terjadi" meninggalkan sarah sendirian di lorong itu.


Sarah diam tak berkutik, ia menghela nafas sambil menenangkan dirinya.


" tenanglah sarah, kau sudah mengalami yang lebih sulit dari ini " monolog sarah berusaha menenangkan dirinya.


Di saat yang sama jungkook yang baru saja tiba berhenti di depan pintu ruangannya menatap sekretarisnya.


" tolong panggil sarah minta dia keruangan saya " perintah jungkook tapi sekretarisnya tidak langsung mengikuti perintahnya seperti biasa.


"ada apa,,?" menatap dingin sekretarisnya


" bapak sudah sering memanggil sarah keruangan bapak, beritanya sekarang tersebar, para karyawan bergosip setiap saat, tolong untuk sekarang jangan panggil sarah untuk menemui bapak dulu " ucap sekretaris itu sambil memandang lekat mata jungkook


" berita tersebar? berita apa maksudmu,?" tanya jungkook

__ADS_1


" kasihan sarahnya pak, dia pasti sekarang sedang mengalami masa sulit, dan berita tentang ini saya tidak ingin sampai ke telinga tuan kim" maksud dari sekretaris jungkook adalah ayahnya.


Jungkook diam, ia tidak berani membantah sang sekretaris karna sang sekretaris adalah utusan ayahnya sendiri. Karna punya sikap yang melawan jungkook di awasi ketat oleh ayahnya.


Beberapa waktu berlalu semenjak beredarnya gosip itu sarah rentan di kirimi pesan yang melecehkannya. Wanita itu bahkan tidak berani keluar ruang kerjanya karena merasa malu. Jungkook yang berniat meminta maafpun terhambat karna peringatan sekretarisnya.


Rasa penasaran dan menyesal menyelimuti jungkook, ia mencari tahu informasi tentang sarah dengan kekuasaannya. Tentu tidak butuh waktu lama informasi pribadi sarah dapat ia ketahui.


"aku harus menemuinya sekarang" ucapnya lalu berlalu keluar dari ruang kerjanya.


Jungkook mencari sarah ke kantin matanya mengelilingi ruang kantin mencari wajah yang membuatnya kepikiran berhari hari itu.


"dimana dia,,?" gumamnya kecil


Semua orang yang berada di sana memperhatikannya, karena tidak biasanya jungkook ke kantin itu. Saat masih mencari dengan matanya ia melihat manager sarah tengah berbincang dengan beberapa orang, ia pun mendekati pak chen.


"dimana sarah,?'' tanya jungkook yang berada di balik punggung pak chen


"apa,,?" pak chen menoleh ke arahnya


"saya tanya dimana sarah?" ulangnya lagi.


"mungkin dia masih di ruangannya" tanpa menjawab jungkook sedikit berlari ke ruang kerja bagian pemasaran. Ruangan itu kosong tidak ada seorang pun disana, ia hanya melihat satu meja yag diyakininya meja sarah karna ada foto cleo yanb terpajang di sana. Tanpa di sengaja matanya menatap layar ponsel sarah menyala karna notifikasi sebuah pesan. Matanya terpaku melihat beberapa pesan masuk ke ponsel sarah yang berisikan pelecehan padanya.


Seketika jungkook terkejut saat mendengar suara pintu terbuka dan menoleh ke arahnya, matanya menatap lekat wanita yag membuka pintu sambil tertunduk itu.


"bisa kita bicara?" ucap jungkook yang mulai tersadar setelah cukup lama menatap sarah.


Tanpa menjawab sarah menuju bangkunya dan membuat jungkook sedikit bergeser dari tempatnya berdiri tadi, sarah melihat ponselnya yang masih menyala langsung membalikkan ponselnya.


"tolong jangan sekarang, saya akan menemui bapak nanti malam, sekarang banyak karyawan yg melihat" sambil berpura pura merapikan mejanya.


Tercengang mendengar ucapan sarah "bukan lagi tentang itu yg ingin saya bicarakan" ucap jungkook sambil menatap punggung sarah.


"lalu,,?" sarah berbalik menatap pria berjas hitam itu.


"saya,,," ucapnya gugup karna di tatap oleh sarah.


"saya akan memberikan gajihmu utuh bulan ini, dan kamu tidak perlu lagi melakukan itu untuk saya" jelasnnya


"kenapa bukannya bapak sangat suka" ucap sarah dengan suara penuh penekanan.


"saya tau waktu itu saya salah, dan saya tidak punya rasa iba padamu, saya sangat berpikir kamu sama saja dengan wanita lain,," berusaha menjelaskan rasa menyesalnya dengan baik


"memang sama saja, apa yang membuatnya beda?" potong sarah


Jungkook terdiam

__ADS_1


"rasa bersalah bapak tidak akan merubah yang sudah terjadi, karna saya sudah merasa tidak punya harga diri, jadi saya berterima kasih untuk gajih saya yang akan di bayar penuh"


"kenapa hati saya merasa sakit setelah mendengar ucapanmu" ucap jungkook setelah mendengar apa yang di katakan sarah, seolah olah harga dirinya juga di hina.


"jika yang seperti itu membuat bapak sakit hati, lalu apa yang saya rasakan setiap kali di hina bapak" ucap sarah


"cukup sarah, saya sudah cukup merasa menyesal dengan tindakan saya, jadi tolong jangan membuat saya kesulitan menghadapi kamu" jelas jungkook


"sulit. ?" ucap sarah dengan bibir menyeringai.


"benar, saya sangat kesulitan menghadapi kamu setelah kita bertemu di rumah sakit waktu itu, tapi saya ingin menemui kamu dan saling bicara jujur, saya ingin meminta maaf pada kamu sarah" ucapnya


"tidak perlu meminta maaf pak, dari situ saya juga belajar memang tidak ada yang gratis di dunia ini"


Setelah apa yang di ucapkan sarah mereka malah saling terdiam, Mereka seperti tidak punya kata kata lagi untuk di ucapkan.


"saya harus kembali, jika kamu membutuhkan sesuatu tolong jangan sungkan untuk memintanya pada saya" ucap jungkook lalu berlalu pergi keluar ruangan itu.


Tak berselang lama seorang pria kembali masuk ke ruangan sarah.


"sepertinya bos kita selesai berkunjung" ucap pria itu sambil menyeringai.


"kau tidak boleh asal masuk ke ruang kerja orang lain" jawab sarah tanpa menoleh ke arahnya seperti sudah terbiasa jika pria itu datang tiba tiba.


"kenapa,,?". "apa mungkin karna saya karyawan biasa, dan hanya bos itu yang boleh begitu?" lanjutnya


Sarah menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya dengan kasar "berhentilah menggangguku, tidakkah kau lelah,? apa dengan begini rasa kecewamu bisa hilang? apa hanya dengan begini kau memaafkan ku ?" ucap sarah dengan nada pasrah


"aku kecewa denganmu? untuk apa,? ada banyak wanita yang masih cantik dibandingkan dirimu di luar sana" ucapnya sambil terkekeh.


"benarkah,,? tapi sikapmu menunjukkan hal yang berbeda" jawab sarah.


"wanita sepertimu tau apa tentang sikap seseorang. Wajahmu saja yang menunjukkan wanita polos dan baik, tapi ternyata wanita murahan yang punya anak di luar pernikahan"


Ucapan pria itu mampu membuat sarah tidak bisa berkutik, alasan pria itu sangat membenci sarah karna ia merasa di tipu oleh sarah. Saat sarah baru memulai pekerjaannya di kantor itu pria itu langsung menaruh hati padanya. Pria itu banyak menunjukkan effort nya pada sarah dan selalu di sambut oleh sarah. Namun saat si pria mulai mengungkapkan perasaannya sarah menolak dan menceritakan jika ia tidak ingin menikah.


Kecewa dan marahnya pria itu memuncak karna merasa di tolak secara tidak ramah, ia semakin kecewa setelah mengetahui sarah punya anak di luar pernikahan di usia mudanya. Hal itu membuatnya yakin jika dia telah salah menaruh hati, namun bukannya menjauh ia malah berusaha mengganggu sarah dengan berbagai cara.


"kenapa terdiam ucapanku benarkan?" ucapnya dengan nada mengejek.


"kau benar chris, aku memang mempunyai anak di luar pernikahan, aku tidak pernah berbohong ataupun menyembunyikannya, dan yang harus kau tau aku menolakmu bukan karna tidak ingin menikah, tapi karna aku tau orang sepertimu tidak akan pernah menerima anakku ataupun tentang masa laluku" jawab sarah dengan mata mulai memerah.


"aku mempunyai anak bukan dari hasil kesana kemari, aku jatuh cinta, dan aku tidak menyesal melahirkan anakku, tindakan ini memang tidak benar, tapi itu sudah terjadi, aku berusaha memperbaiki diriku" lanjut sarah.


Pria itu hanya terdiam dan menggunjingkan senyum sinisnya mendengar ucapan sarah.


"kau tau sikap dan sifat itu berbeda, aku tidak mengetahuinya saat pertama melihat wajahmu, aku pikir kau pria yang jujur, ternyata tidak. Ternyata kau hanya bersikap baik jika menyukai seseorang dan sangat buruk jika membenci" lanjut sarah lagi membuat senyum pria itu perlahan memudar.

__ADS_1


__ADS_2