
Setelah menemui nenek sung woo, jungkook menuju sebuah rumah tahanan, ia tidak merasa lelah sedikitpun meski perjalanannya ia lakukan tanpa istirahat. Rebecca tersenyum licik bisa memanfaatkan jungkook untuk membalaskan dendamnya.
''bagaimana?'' tanya rebecca sambil menghampiri jungkook yang keluar dari kantor tahanan.
''dia sudah bebas beberapa bulan lalu, sekarang kita harus ke rumahnya!'' ucap jungkook sambil terus berjalan menuju mobil.
Tak berselang lama jungkook sudah sampai di kediaman pria yang menabrak yoongi sembilan tahun lalu itu.
Pria tua yang tengah memperbaiki pagar tua di rumah itu menjadi orang pertama yang jungkook perhatikan. Ia menghampiri orang itu dengan pelan.
''permisi.!'' panggil jungkook pelan dari samping pria itu.
Pria tua itu menoleh ke arah jungkook, teriknya matahari membuat pria itu menyipitkan matanya sambil memperhatikan jung kook dari bawah hingga ke atas ''ia, ada yang bisa di bantu?'' ucapnya ramah sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.
''aku ingin bicara tentang kecelakaan sembilan tahun lalu yang melibatkan dirimu?'' ucap jungkook tanpa basa basi membuat pria itu melepaskan handuk di tangannya sambil menatap jungkook terkejut.
''mari kita bicara di dalam!'' dengan ramah pria itu mengajak jungkook dan rebecca untuk masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Saat jungkook dan rebecca masuk, ia melihat jika rumah pria itu tampak kosong dan banyak peralatan yang nampak usang di rumahnya.
''duduklah sebentar,!'' pria itu menyuruh mereka duduk di ruang depan rumah itu, ia lalu masuk dan kembali lagi dengan dua gelas minuman untuk jungkook dan rebeccaa.
Jungkook dan rebecca saling menatap ketika pria itu menyuguhkan minuman untuk mereka.
''silakan diminum,!''. pria tua itupun duduk menghadap jungkook dan rebecca di lantai beralaskan tikar tanpa adanya bangku ataupun sofa.
''jadi ada apa kemari?'' ucap pria tua itu lagi.
''aku tidak akan membuang waktumu, bisakah kau jelaskan kenapa kau jadi tersangka atas kecelakaan kakakku?''
''hmm'' jungkook mengangguk.
''kenapa jauh jauh bertanya, kau bisa melihat beritanya, kenapa harus datang langsung pada orangnya?''
''kakakku tidak mengingat apapun, dan aku melihat bagaimana wajahmu saat di sidang waktu itu''
__ADS_1
''pulanglah,,,!! aku tidak akan menjelaskan apapun pada kalian'' ucap pria tua itu, ia kemudian bangun dari duduknya dan membuka pintu rumahnya, ia menadahkan tangannya keluar mengusir jungkook dan rebecca secara pelan.
Jungkook pun bangun dari duduknya sambil merapikan bajunya yang sedikit kusut ''kenapa kau tidak ingin menjelaskan apapun,? aku yakin ada sesuatu yang kau sembunyikan!''
''apa keuntungannya jika aku menjelaskannya?, apa sembilan tahun lalu dalam penjara bisa terganti,?'' ucap pria itu dengan suara tertekan menunjukkan emosinya. ''jika aku menceritakannya bisakah kau mengembalikan anak dan istriku yang pergi karna kecewa padaku?''
Jungkook masih terdiam dengan ucapan pria itu.
''kau terlambat ingin meminta penjelasan, aku sudah menerima hukuman orang lain, dan,,,''
''ini mungkin terlambat, aku tidak akan bisa mengembalikan waktumu dan anak istrimu tapi,,'' jungkook menghentikan kalimatnya, ia sedikit mendekati pria itu ''jika benar kau tidak melakukannya, maka aku akan membantumu memperbaiki namamu''
''aku sudah tidak ingin berurusan dengan kalian lagi, sebaiknya kau pulang saja'' pria itu kembali mengusir mereka.
''setidaknya tolong jelaskan saja padaku, aku akan berusaha membantumu''
''kalian pulang saja, meski namaku di pulihkan tidak akan ada yang berubah'' pria itu kekeh dengan pendiriannya, ia menarik tangan jungkook memintanya keluar. Jungkook dengan pasrah mengikuti kemauan pria tua itu.
__ADS_1
''bagaimana sekarang?'' tanya rebecca saat posisi mereka masih di depan pintu rumah pria tua itu.
''kau pasti tau dimana anak dan istrinya. Mari kita temui mereka sebelum kembali ke singapura!'' ucap jungkook, ia berlalu mendahului rebecca menuju mobil.