Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
memutuskan untuk sama sama bertanggung jawab


__ADS_3

''kau pulang lebih awal?'' tanya bibi tum yang baru masuk setelah menjemput cleo dari lesnya.


''hmm'' jawab sarah sambil duduk di meja makan.


''apa ibu sakit?'' cleo menghampiri Sarah yang tengah duduk sambil memegang gelas minum.


''tidak sayang, hanya pulang lebih awal saja''


''benarkah'' duduk di pangkuan sarah.


''bagaimana hari ini, apa yang kau lukis hari ini?'' tanya sarah sambil mencium pipi anaknya.


''hari ini cleo menggambar sebuah pohon'' memberikan lukisannya pada sarah.


''waaahh, lukisanmu semakin bagus sayang, kamu hebat!'' ucap sarah bangga.


''terimakasih bu, oh ya bu kalau lukisanku nanti banyak yang menyukainya aku akan mendirikan museum tempat memajang lukisanku nanti''


''tentu saja sayang, akan banyak orang yang menyukai lukisanmu nanti''


'''sudah ganti baju dulu'' ucap bibi tum menyeka obrolan cleo dan sarah.


''baiklah'' cleo beranjak dari pangkuan sarah ke kamarnya untuk berganti pakaian.


''apa kau sudah memikirkannya?'' ucap bibi tum


''jika aku beritahu dia, apa yang akan terjadi?'' tanya sarah.


''bagaimana kita tau jika tidak di coba''


Sarah diam sambil menatap minumannya


''dia bilang dia sebenarnya tidak menyukai anak kecil'' ucap sarah dengan suara kecil.


''dia mengatakan itu, lalu sikap apa yang ia tunjukkan pada cleo?''

__ADS_1


Sarah menggeleng tak tau. ''ia hanya mengatakan bahwa aroma cleo sama dengannya''


''aroma maksudnya?''


''aku juga tidak paham bi''


Masih dalam perdebatan kecil sarah dan bibi tum berhenti berdebat setelah mendengar ketukan pintu.


tok tok tok tok


Dengan sigap bibi tum membuka pintu dan memperlihatkan jungkook yang berada di balik pintu.


Karna ruangan yang tidak besar sarah bisa melihat jungkook dari tempatnya duduk. Sarah langsung berdiri dan menghampirinya.


''ada apa?'' tanya sarah


''aku ingin memberikan ini'' menyerahkan paperbag yang sedari tadi ia pegang


''ini kan baju kemarin'' sembari membuka bingkisan itu.


''aku pikir kau hanya menyewanya''


Mereka saling pandang membisu.


''kalau begitu aku pamit dulu ya'' ucap jungkook sedikit gugup.


''masuklah, ada yang harus kita bicarakan!'' tiba tiba bibi tum menyeka pembicaraan mereka.


Dengan senyum jungkook memasuki tempat tinggal sarah dan duduk di ruang tamu.


''paman jungkook ada di sini!'' seru cleo yang baru keluar dari kamarnya. Sedikit berlari anak itu memeluk jungkook dan duduk di pangkuannya.


''bibi mau bicara apa?'' tanya jungkook sambil memangku cleo


''katakan padanya sarah!'' ucap bi tum

__ADS_1


Jungkook menoleh ke sarah kebingungan.


''ada apa?'' tanyanya lagi karna sarah hanya diam.


Bibi tum yang paham pun langsung mengambil cleo dari pangkuan jungkook. ''ayo cuci kaki dan tanganmu dulu'' ucap bibi tum sembari menggendong cleo kembali masuk ke kamarnya.


''sarah, adaa apa?'' jungkook memperdalam tatapannya pada sarah.


''aku,, aku tidak tau harus bagaimana tapi kau juga harus tau''


''tau apa, ?'' jungkook semakin penasaran karna sarah yang masih sedikit gugup mengatakannya.


''aku sedang hamil anakmu?'' setelah mengatakannya sarah menarik nafasnya cepat karna gugupnya semakin menjadi menunggu jawaban langsung dari mulut pria di depannya itu.


''kau hamil?,,, anakku?'' jungkook mengerirutkan dahinya masih berusaha mencerna apa yang ia dengar barusan.


Sarah mengangguk pelan ''aku tidak tau harus mulai dari mana, karna ini adalah kesalahanku jadi aku tidak ingin kau,,,,''


''kalau begitu mari kita menikah!'' tiba tiba jungkook memotong kata kata sarah.


''apa. ?''


''mari menikah?'' jungkook mengulang kalimatnya


''aku tidak akan memaksamu bertanggung jawab, kau bisa menolaknya'' panik sarah karna tiba tiba di ajak menikah


''lalu untuk apa kau memberitahuku tentang kehamilanmu jika bukan untuk meminta pertanggung jawaban?''


''aku terkejut saat kau bilang langsung ingin menikah, ini kesalahanku tapi kau tidak banyak pertanyaan membuatku bingung, kau seharusnya bertanya sesuatu''


Jungkook menggapai tangan sarah dan menggenggamnya ''semua ini juga salahku sarah, jika dari kesalahan itu kau mengandung anakku maka akan aku pertanggung jawabkan''


''apa kau yakin dengan keputusanmu?'' sarah menatapnya sayu


''iya,, mari kita mengurus semuanya mulai besok''

__ADS_1


Merekapun saling melempar senyum untuk memulai kehidupan baru, meski jalan awal yang tidak baik mereka berlaku dewasa untuk bertanggung jawab atas kesalahan mereka.


__ADS_2