Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
pengakuan


__ADS_3

Selepas dari tempat sarah, yoongi menuju hotel tempatnya menginap, ia dengan raut sayu memasuki kawasan hotel itu.


''yoongi,,'' seseorang dengan lembut menyebut namanya, membuat yoongi berpaling pada sumber suara.


Kim dami berdiri tepat di belakang yoongi, dengan tersenyum ia melangkah perlahan mendekati anaknya.


''kenapa kau tidak ke rumah.? kenapa menginap di hotel hmmm?'' tanya dami lembut seraya mengelus bahu anaknya..f


''kenapa mama ada di sini?''


''nak, kau masih belum mengenal ibumu sendiri?''


''apa yang barusan ku tanyakan?'' yoongi mencibir tipis ''jika kedatanganmu memintaku untuk mengurungkan niat untuk bercerai, aku tidak bisa, keputusanku tidak akan berubah''


''mama tidak akan meminta apapun padamu, mama hanya merindukanmu'' dami bersandiwara, ia pun memeluk yoongi.


''mari kita merawat cleo bersama sama'' ucap dami dalam pelukan yoongi.


Yoongi sedikit terkejut, ia pun melepas pelukan ibunya dan menatap ibunya tak percaya ''kau tidak keberatan?'' tanya yoongi memastikan.


''tentu saja tidak nak, cleo adalah cucuku. Dia sangat mirip denganmu sewaktu kecil, bagaimana bisa aku keberatan akan kehadirannya''


Yoongi menatap ibunya tak percaya. Melihat yoongi yang terdiam kim dami mengukir senyumnya.


''mama minta maaf tentang apa yang sudah mama lakukan ke sarah dulu, mama akan memperbaikinya dengan menjadi nenek yang baik''... ''percayalah yoongi'' ia kembali memeluk yoongi, berharap pelukannya bisa meluluhkan kekecewaan sang anak.


Merasa ia tidak mungkin selalu membenci ibunya yoongipun hanya diam, di benaknya semua masih terasa sia sia, sarah yang tak lagi mencintainya membuatnya merasa hilang arah, bahkan saat ini pun cleo belum mengetahui kebenaran bahwa ia ayahnya.


Yoongi mengambil sebuah kantong kecil dalam tas nya, tangannya menarik sampul yang menutup kantong itu, ia mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin bunga tulip yang sangat indah. Yoongi membayang masa lalu saat melihat liontin itu.


''ini sangat cantik?'' ucap sarah kala itu saat yoongi memperlihatkan liontin bunga tulip padanya.


''aku memesan khusus untuk kita'' yoongi memperlihatkan detail liontin bungan tulip itu, dimana saat di lihat dengan teliti, liontin itu juga bisa terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berpelukan''


''ini seperti orang yang sedang berpelukan'' ucap sarah seraya memperhatikan liontin itu.


''iya, aku sengaja membuat seperti ini, karna setiap kali aku merindukanmu bayangan kita berpelukan lah yang terlintas di pikiranku''


''kau sangat mesum'' sarah memukul pelan lengan yoongi dengan malu malu.


''bukankah kau baru saja membayangkan sesuatu?'' ucap yoongi menggoda sarah.

__ADS_1


''hentikan suga,, kau membuatku malu'' sarah kembali memukul pelan badan yoongi, namun kali itu yoongi menahan tangan sarah dengan memegang pergelangannya. Sarah menghentikannya dan mulai menatap mata yoongi kali itu, yoongi dengan kekuatannya menarik sarah dalam pelukannya.


''aku sangat mencintaimu'' ucap yoongi kala itu seraya mencium pucuk kepala sarah. Dengan manja sarah mengelus kepalanya pada dada yoongi ''aku juga mencintaimu'' jawab nya seraya memejamkan mata.


Yoongi mendorong pelan sarah dan mengangkat dagunya, ia menatap bibir merah sarah dan menyentuhnya dengan jemarinya.


Sarah yang juga menikmati sentuhan yoongi tak menolak setiap sentuhan tangan yoongi pada bibirnya, hingga akhirnya yoongi mendekati wajahnya dan mencium sarah.


Saat itu terasa sangat panjang bagi yoongi dan sarah, mereka saling memeluk satu sama lain dalam balutan selimut.


''mari kita membeli kalung dan menjadikan ini liontinnya'' ucap yoongi seraya memperlihatkan liontin itu.


''aku sudah memakai kalung pemberian ibuku, dia akan marah dan bertanya jika aku memakai yang lain'' ucap sarah.


*''lalu, dimana kau akan menyimpannya, aku ingin kau menjaga ini'' *


''di sini saja,,'' sarah melepas gelang kainnya dan mengantungkan liontin itu pada gelangnya.


''jika di sini, orang tuaku tidak akan tau'' lanjut sarah seraya memakai kembali gelangnya..


Ingatan itu membuat yoongi tersenyum, ''bagaimana bisa hal yang tidak kita inginkan terjadi'' gumam yoongi seraya menggenggam kalung itu.


''jungkook?'' yoongi sedikit terkejut melihat adiknya menghubunginya. Ia lantas menjawab panggilan sanga adik.


/kau dimana?/ jungkook langsung mempertanyakan keberadaan yoongi sesaat setelah yoongi mengangkat teleponnya.


/aku di hotel milik keluarga alex. Ada apa?/entah mengapa yoongi menjadi canggung saat menjawab pertanyaan jungkook.


/baiklah, aku akan kesana/


Tanpa menunggu jawaban sang kakak jungkook langsung mematikan panggilannya, dan hal itu membuat yoongi sedikit heran.


'ada apa dengannya?' batin yoongi.


Tak butuh waktu lama, jungkook pun kembali menelpon yoongi dan memintanya untuk turun menemuinya di loby hotel.


Yoongi melihat jungkook yang sudah berdiri menunggunya, ia pun melangkah sedikit cepat dari biasanya.


''ada apa?'' tanya yoongi seraya mendekati jungkook.


Jungkook berbalik menatap kakaknya yang berada di belakangnya. ''bukan apa apa, aku hanya ingin memberimu ini!'' jungkook menyerahkan sebuah paper bag lumayan besar untuk yoongi.

__ADS_1


''apa ini?'' tanya yoongi sedikit penasaran.


''ku rasa ini lebih pantas kau yang memakainya'' ucap jungkook seraya tersenyum berusaha menutupi tentang perasaannya di hadapan kakaknya.


Yoongi pun membuka paper bag itu dan melihat dua stelan kemeja untuk anak dan ayah, yang awalnya sengaja jungkook pesan untuknya dan cleo. Namun, kini ia menyerahkannya pada yoongi.


''kau ayah kandung cleo, jadi ku pikir lebih baik kau yang memakainya saat pernikahanmu dan sarah nanti'' ucap jungkook.


Yoongi sejenak menatap jungkook, ia mulai menatap mata adiknya yang nampak sayu.


''apa kau tadi ingin menemui sarah'' dengan tiba tiba yoongi mempertanyakan kehadiran jungkook di kediaman sarah.


''artikel hari ini membuatku mengkhawatirkannya, aku hanya ingin memastikan ia baik baik saja''


''lalu kenapa tidak langsung memastikannya?''


Jungkook terdiam, ia kembali tersenyum tipis pada kakaknya ''kau sudah ada di sana, aku yakin kau pasti tengah menenangkannya. Lagi pula jika kita bertemu sepertinya sedikit canggung'' elak jungkook ''kak, aku ada urusan lain sekarang, aku akan pergi'' jungkook berusaha mencari alasan untuk menjauhi yoongi. Namun, sikapnya itu malah membuat yoongi semakin memperhatikannya .


''apa yang sedang kau pikirkan?'' batin yoongi seraya memperhatikan punggung jungkook yang perlahan menghilang di balik pintu masuk hotel itu.


''permisi tuan'' seseorang mengejutkan yoongi dari lamunannya menatap kepergian yoongi.


''oh, ia ada apa?'' ucap yoongi terkejut.


''saya seorang wartawan dari today.com yang anda hubungi. Saya berusaha menghubungi anda namun tak terjawab''


''oh iya, ponsel saya tertinggal di kamar, maaf. Mari kita bicara di sana'' yoongi menunjuk sebuah kursi tunggu yang berada di ujung lobi hotel itu.


Yoongi pun duduk dan siap untuk memberikan klarifikasinya tentang berita hari itu.


''aku hanya akan membantah dan membenarkan yang seperlunya saja'' ucap yoongi.


''baik pak, lalu apa tanggapan bapak tentang artikel hari ini, yang mengatakan bahwa anda berselingkuh dengan kekasih adik anda sendiri.


''tidak, tapi, kami memiliki hubungan sekitar sepuluh tahun lalu, karna saya mengalami kecelakaan hingga hilang ingatan membuat saya tak sempat bertanggung jawab padanya dan anak yang ia kandung''


''maksud anda, dia adalah mantan kekasih anda yang tanpa sengaja anda tinggalkan saat tengah mengandung?''


''iya, dan saya ingin mengatakan pada semua orang bahwa saya sudah memiliki seorang putra yang berusia sembilan tahun''


Wartawan itu tersenyum mendengar hal mengejutkan itu, ia dengan buru buru membuat artikel tentang ucapan yoongi.

__ADS_1


__ADS_2