
/kapan kau akan kembali?/ tanya yoongi pada jungkook dari telepon.
/aku sudah kembali dua hari lalu/
/ayah bilang kau ada urusan, kenapa cepat kembalinya?/
/semuanya sudah beres kak, kenapa kau terdengar cerewet sekali?/ tanya jungkook penasaran.
/bukan apa apa, sebenarnya aku sudah di singapur beberapa hari ini/
/benarkah,?/
/iya, mari kita makan bersama nanti malam!/
/baiklah, aku akan bersiap/
Jungkook pun mematikan teleponnya dan melanjutkan pekerjaannya. Saat masih dalam konsentrasinya ia teringat akan sesuatu.
'kecelakaan yoongi?, dan anting ini' batin jungkook.
Ia lalu mengambil laptopnya dan membuka media sosial kakaknya. Cukup lama memperhatikan ia mengalihkan pencariannya pada istri kakaknya yaitu oh hani.
Setelah cukup lama memandang jungkook memperhatikan salah satu video dalam media sosial hani dimana saat itu hani sedang berulang tahun, namun bukan itu yang jadi fokusnya, ia melihat anting yang sama saat itu di pakai hani saat berulang tahun yang ke 24.
'ternyata benar ! keluarga oh pemilik anting ini, tapi video ini 10 tahun silam' jungkook mengelus dahinya bingung.
tok tok tok
''masuklahh!'' perintahnya.
''pak, saya mau mengingatkan jika pertemuannya di adakan sekalian makan siang'' ucap sekretarisnya
''iya, saya ingat, kalau begitu sebaiknya kau bersiap sekarang juga"
"baiklah pak"
Jungkook dan sekretarisnya menuju restoran tempat pertemuan bisnis itu, dalam satu mobil jungkook melirik sekretarisnya.
''ada apa pak?'' tanya sekretarisnya yang tau ia sedang di lihat oleh bosnya.
''kau bekerja dengan ayahku sejak 10 tahun lalu kan?''
''tepatnya 11 tahun'' jawab rebecca
''berarti kau tau sedikit tentang kecelakaan kak yoongi sembilan tahun lalu''
''aku menemani tuan kim kemana mana saat itu, jadi aku sedikit banyaknya tau''
''saat itu aku ada di paris, tidak ada yang memberitahuku tentang kecelakaannya''
''karna saat itu tuan sedang ujian jadi tuan kim tidak ingin mengganggu konsentrasimu, karna saat itu tuan yoongi masih memiliki kesempatan hidup jadi ia tidak ingin membuatmu khawatir''
''apa menurutmu ada yang janggal dari kecelakaannya?''
Rebecca menatap jungkook datar, ia menghela nafasnya sebelum menjawab.
''sebelum kecelakaan tuan yoongi bertengkar dengan ibu dami''
''katanya hanya pertengkaran karna ka yoongi menolak untuk bertunangan''
''sepertinya bukan hanya itu, tapi kenapa bapak tidak bertanya langsung pada tuan yoongi?''
''dia masih lupa ingatan, dia bahkan banyak melupakan tentangku'' jawab jungkook.
''aku rasa tuan yoongi sudah mengingat semuanya''
''kenapa kau bisa berpikiran begitu?''
__ADS_1
''entahalah, perasaanku dia sudah ingat saja''
Pertemuan jungkook dan rekan kerjanya pun selesai, ia dan sekretarisnya pun berniat untuk kembali ke kantor mereka.
''becca?'' panggil jungkook sambil menyetir mobilnya.
''iya pak''
''aku tau kau pasti mengetahui sesuatu''
''maksud bapak?''
''seandainya tidak, apa alasan kim dami menghentikanmu?''
''itu hal pribadi saya pak''
''kau tau kenapa aku merekrutmu? karna aku tau aku akan membutuhkanmu''
Rebecca tersenyum getir mendengar ucapan jungkook.
''katakan sesuatu yang belum aku ketahui'' ucap jungkook lagi
''bapak bisa temui orang yang menabrak tuan yoongi, itu cara utama agar bisa mengembalikan ibumu''
''kau?'' jungkook terheran menatap sekretarisnya, ia benar benar terkejut saat sekretarisnya membahas ibunya.
''kim dami bukan orang yang mudah, dia terlindung dari apapun, jika kau ingin membebaskan ibumu, kau harus hancurkan kim dami dahulu''
''apa kau yang selama ini mengirim pesan padaku?''
''sebenarnya aku ingin terus merahasiakan ini darimu, dan mengontrolmu dari jauh, tapi kau malah memutuskan menikah membuat semuanya jadi melambat''
''siapa kau sebenarnya?'' jungkook menatap heran pada sekretaris yang menemaninya selama tiga tahun terakhir itu.
''bapak akan mengetahuinya nanti''
''kim dami adalah penyebab penderitaan keluarga saya, butuh waktu sangat lama saya menunggu kelemahannya'' sambil mata berkaca rebecca melepas pelan cengkraman jungkook pada bajunya, terlihat rasa sakit yang mendalam dalam mata rebecca.
''kecelakaan yoongi bukan tanpa sengaja, seorang pemilik anting itu lah pelakunya'' ucap rebecca lagi
''tapi polisi sudah menyelesaikan kasus ini, kim dami juga tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi pada anaknya'' jawab jungkook masih tidak percaya.
''kau saja tidak percaya dami membiarkan pelakunya menghindar, pikirkan bagaimana tanggapan yoongi jika tau tentang ini''
''jadi kau bilang bahwa kak yoongi sengaja di tabrak seseorang dan dami membiarkan orang itu lolos''
''iya, dan hanya ibumu yang tau kebenarannya saat itu, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun karna kondisinya, ia selalu kalah telak dengan dami.''
''apa pelakunya kakak ipar?''
''yang pasti pelakunya adalah orang yang mempunyai anting itu, jadi aku ingin kau pastikan siapa pelakunya dan cari tau kenapa dami menutupinya''
Jungkook menggertakkan giginya kesal, kakak satu satunya telah di permainkan oleh ibu kandungnya sendiri, tapi ia tidak bisa langsung menceritakan pada yoongi tentang ini tanpa mencari bukti terlebih dahulu.
Saat ia dan rebecca sampai di kantor, jungkook menghentikan langkahnya saat ia melihat sarah tengah membawa beberapa map yang membuat sarah kesulitan melihat jalan.
''apa yang kau lakukan?'' ucap jungkook dari belakang sarah.
Sarah menoleh kebelakang mendengar sumber suara yang mengejutkannya.
''aku harus mengantar ini ke direktur'' jawab sarah polos
''apa tidak ada yang lain selain kau yang bisa mengantarnya!!'' ucap jungkook dengan lantang sampai membuat rekan rekan sarah terkejut, dengan cepat lisa mendekati sarah dan mengambil map yang ia pegang.
''aku akan mengantarnya'' ucap lisa sedikit berbisik pada sarah.
''apa yang kau lakukan, kenapa menyuruhnya mengantar ini?'' ucap jungkook pada lisa
__ADS_1
''tapi pak,,,''
''jangan banyak alasan. Ingat, saya tidak mau kalian menyuruh sarah membawa apapun, apapun bentuknya'' tegas jungkook
''ada apa denganmu?, kenapa berteriak begini di kantor?'' sarah menghampiri jungkook dan berusaha menenangkannya.
''sudah ku katakan tidak usah bekerja, pikirkan kandunganmu sarah''
Sarah menoleh ke arah rekan rekannya karna sebenarnya ia ingin merahasiakan kehamilannya.
''sudah, ayo kita ke ruanganmu'' sarah menggandeng jungkook membawanya menjauh dari area karyawan.
Sesampainya di sana sarah menenangkan jungkook dengan menepuk punggungnya pelan.
''kenapa kau sangat berlebihan, aku tidak kenapa napa?''
''apa harus menunggu kenapa kenapa dulu baru bertindak?'' kesal pria itu.
''itu hanya sebuah map, bukan alat berat''
''jangan membantahku sarah, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu dan anak kita''
Mendengar itu sarah menggunjingkan senyum di pinggir bibirnya ''baiklah, aku akan berhati hati, aku berjanji''
Jungkook menarik nafasnya panjang ia lalu menyandarkan lehernya pada bahu bangku.
''aku akan kembali bekerja'' jawab sarah ingin berlalu pergi.
''tunggu,,'' jungkook menahan tangannya.
''duduklah disini sebentar'' ucap jungkook dengan lembut.
Mendengar jungkook berbicara halus sarah menurutinya dan duduk di sebelah pria itu.
''aku sedang pusing sarah''.
''apa kau ingin di pijat?''
''apa?'' jungkook terkejut dengan ucapan sarah.
''a-aku bisa memijat kepalamu sebentar'' jawab sarah gugup.
''cobalah!''
Sarahpun berdiri di belakang jungkook dan perlahan memijat kepalanya, jungkook yang mendongak membuka matanya menatap sarah.
''apa nyaman?'' tanya sarah gugup karna di tatap dari bawah oleh jungkook.
''ikut denganku nanti malam, kita akan makan bersama dengan kakakku!''
''malam ini?''
''iya'' kembali memejamkan matanya karna pijatan sarah yang terasa nyaman.
''apa tidak bisa di tunda?'' tanya sarah.
''kenapa?''
''malam ini cleo ulang tahun, aku sudah menyiapkan acara untuknya di rumah''
''kenapa tidak memberitahuku jika dia ulang tahun malam ini'' protes jungkook.
''aku sudah mengirim pesan padamu tadi pagi, tapi kau belum membacanya sampai sekarang''
Jungkook mengecek ponselnya, ternyata benar sarah sudah mengirimnya pesan namun tidak ia baca karna kesibukannya.
''baiklah kita tunda makan malamnya, mari kita rayakan ulang tahun cleo'' ucap jungkook sambil tersenyum pada sarah. Sarah pun tidak mampu menahan senyumnya, dan ia membiarkan senyumnya terlepas dari bibirnya.
__ADS_1