
''permisi,! saya ingin bertemu bapak jungkook apa dia sibuk?" tanya sarah pada sekretaris jungkook.
''tunggu sebentar, akan ku tanyakan" ucap sekretarisnya lalu mengambil telepon dan menelpon jungkook. Padahal mereka berada tepat di depan pintu ruangan jungkook, tapi sekretaris itu bahkan tidak berani langsung masuk tanpa bertanya.
'pak, bu sarah dari bagian pemasaran ingin bertemu?' tanya sekretaris sesaat setelah di angkat
'sarah?'
'iya pak
'biarkan dia masuk!'
Sekretaris itu langsung menutup telepon.
''silakan masuk saja!'' perintah sekretaris itu
''terimakasih'' jawab sarah lalu berlalu memasuki ruangan jungkook
Sepasang mata sudah menatap kedatangannya, sarah dengan pelan mendekati pria itu yang tengah duduk di kursi kekuasaannya.
''ada apa kemari?'' tanya pria itu sembari berdiri dan menuju sofa khusus tamu yang berada di samping kiri sarah.
''ada yang ingin saya tanyakan?'' jawab sarah sembari mengikuti langkah jungkook ke sofa.
Setelah mendengar itu Jungkook kemudian duduk di sofa itu lalu kembali melihat sarah yang masih terdiam.
''duduklah!'' perintah jungkook sambil menadahkan tangannya pada sofa yang ada di hadapannya. Sarahpun mengikuti perintahnya dan duduk berhadapan dengannya.
''apa bapak menemui anak saya kemarin?'' tanya sarah langsung
''apa kau mengumpulkan keberanian bertemu saya hanya untuk menanyakan itu?''
__ADS_1
''bukan hanya bertanya, saya juga ingin meminta sesuatu''
''apa itu?'' tanya jungkook entah kenapa ia merasa deg degan mendengar sarah menginginkan sesuatu
''saya minta jangan temui anak saya lagi!''
Jawaban itu membuat jungkook mematung ia sedikit menggeleng kebingungan dengan maksud sarah
''tolong jangan memperkenalkan diri bapak pada anak saya lebih jauh lagi, cukup ia mengenal sebagai 'teman dokter' saya mohon''
''saya tidak bisa menghadapi anak saya lagi nanti jika bapak terus menemuinya'' lanjut sarah
''apa hal seperti itu juga mengganggumu,? kau merasa malu pada anakmu karna aku menemuinya ?'' tanya jungkook sendu.
''iyaa'' dengan tegas sarah menjawab.
''tapi hal itu sudah berlalu sarah, kita tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula lagi"
''benar!, waktu memang tidak bisa kembali, saya hanya tidak ingin cleo tau hal buruk tentang ibunya, jika dia berada di lingkungan bapak kemungkinan cepat atau lambat dia mendengarnya. Saya takut tidak bisa menghadapinya jika ia tau itu nanti''
Sarah menatap dalam mata tajam jungkook, seluruh perkataannya terdengar tulus.
''kebencian memang merusak segalanya, dan saya minta kamu jangan membenci saya, apa yang saya lakukan sekarang itu bentuk dari penyesalan saya'' ucap jungkook lagi.
''saya...'' ucap sarah kebingungan.
''tidak ada jalan lain sarah, bantu saya agar saya tidak punya rasa bersalah padamu, saya selama ini benar benar tidak tenang, meskipun kamu memakluminya, perasaan saya masih tidak tenang'' jelas jungkook dengan suara menekan
''saya salah mengambil keputusan sendiri, mendengar kamu sering di lecehkan membuat saya marah dan sedih hingga gegabah mengambil tindakan tanpa minta persetujuan mu. Tapi bukankah dari ini orang orang tidak lagi memandang rendah dirimu?" lanjut jungkook
Sarah diam memperhatikan wajah jungkook dan mendengar semua perkataannya, ia menarik nafasnya sebentar. ''bapak benar, sekarang tidak ada yang berani melecehkan saya dengan status saya sekarang sebagai kekasih bapak, saya berterimakasih''
__ADS_1
''apa kau mau melanjutkan sandiwara ini untuk sementara?'' tanya jungkook
Sarah mematung ia mengingat apa yang pernah ayah jungkook katakan padanya bahwa hubungan sarah dan jungkook bisa menghentikan perjodohan jungkook karena bisnis yang di lakukan istrinya.
'saya ingin jungkook bahagia dengan pilihannya sendiri, saya amat menyesal jika saya menjodohkannya lalu dia tidak bahagia, tapi istri saya sedikit keras kepala'
Kalimat itu terdengar jelas di telinga sarah seperti sebuah bisikan, ia pun perlahan merasakan ketulusan jungkook, mulai dari mengembalikan gajihnya, melindungi sarah dari hinaan, dan memberi penyemangat bagi cleo anaknya.
''sarah?'' ucap jungkook menyadarkan lamunan sarah.
''oh..'' terkejut sarah
''bagaimana?'' tanya jungkook lagi
''apa bapak melakukan ini juga karena bapak tertekan di jodohkan?''
''bagaimana kau tau?'' tatap bingung jungkook pada sarah
''tuan kim menemui saya beberapa waktu lalu''
''ayahku menemuimu?''
''hmm''
''apa yang dia katakan?''
''hal yang biasa saja''
''benarkah?'' tanya jungkook ragu
''jika benar saya melakukan ini sekalian untuk menolak perjodohan apa kau mau melakukannya?'' lanjut jungkook lagi
__ADS_1
''ini sudah terlanjur terjadi, jadi tolong pastikan ini tidak akan lama'' pinta sarah
Setelah sedikit berbincang sarah dan jungkook pun setuju untuk melanjutkan sandiwara ini, sarah mendapatkan kembali rasa hormat setiap orang, sedangkan jungkook merasa tenang karna telah menolong sarah dan menghindari perjodohan dari ibu sambungnya.