Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
gosip dalam kantor


__ADS_3

'akan ada perlombaan minggu ini, untuk memeriahkan berdirinya perusahaan ini yang ke tiga tahunnya, manager ku baru saja mengumumkannya di chat obrolan' ucap seorang perempuan dengan beberapa temannya di lift.


'perayaan perusahaan?' batin sarah yang berada di belakang mereka.


'aku dengar tuan jungkook berkencan dengan salah satu karyawan disini, apa kalian kenal dengan wanitanya?' tanya wanita itu pada teman temannya, tanpa mereka sadari ada sarah yang berdiri di pojok lift itu.


'aku dengar wanitanya dari tim pemasaran, tapi jika benar bapak jungkook mengencani salah satu karyawan pemasaran aku rasa wanita itu' jawab salah satu temannya


'yang mana?'


'kau ingat wanita yang bertengkar dengan christ di kantin waktu itu? sepertinya dia orangnya'


'benarkah?'


'iya, hanya dia yang single di bagian pemasaran, dua wanita yang di timnya sudah memiliki pasangan dan lainnya pria'


'oh aku ingat, bukankah dia yang kita katakan aneh karna tidak bisa menata rambutnya dengan cocok pada wajahnya'


'iya dia sepertinya tidak mengerti cara berdandan di jaman sekarang'


perbincangan mereka di penuhi gelak tawa menghina tanpa mereka sadari sarah yang berada tepat di belakangnya. Sarah semakin memundurkan badannya, meski ia sudah mentok di dinding kakinya memaksa mendorong badannya semakin kebelakang.


tiiinnngg


lift berhenti di lantai tempat para wanita itu tuju, mereka keluar tanpa menoleh ke belakang, sarah menarik nafas lega seolah olah bersembunyi dari paparazi. Sejenak termenung sarah memperhatikan wajahnya pada dinding lift yang memantulkan gambaran wajahnya dengan samar.


'aku memang tidak mengerti cara berdandan' batin sarah sedikit merapikan rambut bergelombangnya yang sedikit berantakan.


Terngiang jelas ucapan perempuan di lift tadi di kepala sarah, tanpa ia sadari langkah kakinya sudah membawanya sampai di ruangan tempatnya bekerja.


''selamat pagi sarah!'' ucap seorang rekan sarah bernama danny.


''pagi'' jawab sarah sambil melontarkan senyumnya


Sarah lalu duduk di mejanya, sementara ia sedang menyalakan komputernya, rekan kerjanya bernama lisa mendekatinya menggunakan kursinya yang beroda.

__ADS_1


''kau akan ikut lomba kan minggu ini?'' tanya lisa sembari tersenyum jahil.


''kenapa kau bertanya?''tanya sarah sambil tersenyum.


''tentu saja ini harus dipertanyakan!'' ucap lisa sedikit nyaring


''kenapa kau jadi berteriak begitu'' kaget sarah


''bukan itu sarah..'' lisa menarik nafasnya dalam dalam


''tahun lalu kau kan mengikuti semua lomba, apa tahun ini kau akan mengikutinya juga?'' tanya lisa ramah


sarah tersenyum manis melihat tingkah lisa ''tentu saja, aku akan merebut semua hadiahnya nanti'' jawab sarah


''kau tidak perlu mendaftar untuk lomba itu nanti!'' potong pak chen mengejutkan sarah dan lisa, sontak kedua perempuan itu menoleh ke arah pak chen.


''kenapa?'' tanya sarah bingung


''apa pak jungkook tidak memberitahumu?'' jawab pak chen


''pak jungkook bilang padaku kau jangan mendaftar lomba apapun nanti''


''kenapa?'' tanya lisa penasaran


''saya tidak tau, kau tanyakan saja padanya'' jawab pak chen


Lisa lantas menoleh ke arah sarah, sarah sejenak menatap lisa lalu mengalihkan pandangannya.


''apa pak jungkook takut kau kelelahan sampai2 tidak memperbolehkanmu ikut lomba?'' tanya lisa


''apa yang kau bicarakan, tentu saja tidak mungkin tentang itu'' jawab sarah sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal, kata kata lisa membuat sarah salah tingkah.


''aku akan melihatnya nanti, apa yang akan kau lakukan saat nanti'' ucap lisa dengan wajah meledek namun seperti ancaman.


Tak berselang waktu pun menunjukkan pukul empat sore, dimana semua karyawan akan pulang.

__ADS_1


''apa kau pulang di jemput tunanganmu?'' tanya sarah pada lisa.


''tidak, hari ini dia sibuk. mari kita pulang bersama!'' jawab lisa sambil tersenyum


Mereka pun bersiap untuk pulang.


''astaga!!'' ucap lisa berhasil membuat semua rekan rekannya di ruangan itu menoleh ke arahnya, terutama sarah.


''ada apa?'' tanya sarah sedikit panik


''seseorang menunggumu di sana!'' jawab lisa sembari menunjuk ke pintu ruangan mereka.


Semua orang pun langsung menoleh ke pintu ruangan mereka nampak jelas bos mereka tak lain adalah jungkook tengah berdiri tegap sembari memperhatikan sarah.


Suasana saat itupun menjadi canggung dan senyap.


''apa kalian tidak pulang?'' ucap jungkook memecahkan keheningan.


''oo iyaa, ini kami akan pulang'' jawab salah seorang rekan sarah. dan mereka pun satu persatu keluar pintu itu untuk pulang.


''kalau begitu aku akan pulang sendiri hari ini'' ucap lisa sedikit berbisik


''tapi,,,'' sarah ingin mencegah lisa yang mulai berjalan keluar namun ia terhenti saat sepasang mata menatapnya dingin.


Kini di ruangan itu hanya tersisa sarah dan Jungkook.


''ayahku ada di ruanganku sekarang, dia ingin bicara'' ucap jungkook


''bicara tentang apa?''


''aku tidak tau, jawab saja dengan biasa''


''kenapa harus kesini, kau bisa menelpon'' ucap sarah


''aku tidak nyaman memanggilmu melalui panggilan kantor, apalagi untuk hal pribadi seperti ini, orang orang akan berpikir jika aku tidak punya nomormu''

__ADS_1


''kau memang tidak punya!'' jawab sarah lalu melangkah lebih dulu di banding jungkook


__ADS_2