
"sudah ku katakan dia memang susah untuk di ajari, dia menyukai kakanya tapi dia tidak mengikuti apa yang kakanya lakukan" ucap seorang perempuan tua di sebuah rumah mewah bertemakan klasik modern.
"memangnya apa yang salah, jika dia mencintai perempuan biasa berarti perempuan itu punya daya tarik tersendiri di mata jungkook" ucap seorang pria paruh baya pada perempuan yang marah itu.
"kau bisa mengatakan itu karna kau sudah mengalaminya, tapi kau tidak belajar dari apa yang terjadi setelahnya" jawab wanita itu sinis sambil melipat kedua tangannya di hadapan jendela kamar.
Mendengar berita tentang jungkook membuat ayah dan ibunya ribut, ayah jungkook yang tidak masalah dengan status sosial seseorang membuat hati sang istri murka.
"aku menjodohkannya pada perempuan yang punya status sosial tinggi, cantik dan menawan tapi malah tidak di pedulikan olehnya, memangnya apa yang ada dalam perempuan itu sehingga jungkook berani mempublikasikan hubungannya secara terang2an" dengan raut wajah marah ibu jungkook meninggalkan suaminya
yang masih duduk disisi ranjangnya
Tak berselang jungkook pun datang menemui orang tuanya di kediamannya.
"ini dia anaknya" ucap ibunya saat akan keluar namun terhenti oleh kehadiran jungkook di ambang pintu.
"kenapa memintaku untuk kesini" tanya jungkook dingin.
"aku ingin mendengar penjelasanmu tentang berita yang beredar" tanya ibu itu jutek, lalu berjalan menuju kursi yang seakan akan tempat mengintimidasi.
"tidak perlu ku jelaskan, apa yang kau dengar seperti itulah kenyataannya, kau tenang saja ini akan segera berakhir juga" ucap jungkook seperti tanpa sopan santun sembari duduk di hadapan ibunya itu
"wahh, itu yang ayahmu katakan padaku saat itu, ia juga berkata semua berakhir nyatanya kau malah lahir, membuatku harus menyembunyikan fakta kau anak haram dan terpaksa mengakuimu sebagai anakku" ucap wanita tua itu
"apa aku meminta itu darimu,? menyandang anak haram bukanlah hal yang baru untukku, kau sudah sering mengatakannya dari aku kecil, kau melakukan ini juga semata mata karna tidak ingin merasa harga dirimu hancur saja bukan" jelas jungkook
"apa kau bilang?" wanita itu bangun dari kursinya
"mengetahui fakta jika ibuku memiliki tahta tertinggi di hati ayahku membuatmu sangat menderita, kau berusaha memberitahu semua orang kalau kau sangat bahagia, meski kau membohongi diri sendiri setidaknya dengan itu kau merasa sedikit lega dan menang dari ibuku"
"aku membiarkanmu melakukan apapun semata karna aku tau apa yang diperbuat ibuku salah, dan aku berusaha berpikir jika kau berhak melakukan semua itu" lanjut jungkook tanpa sadar meluapkan emosinya.
Jungkook adalah anak kedua dari ayahnya dengan ibunya yang merupakan simpanan ayahnya, sedangkan anak pertama adalah kim yoongi anak dari istri sah yaitu kim dami, tak lain wanita yang berdebat dengan jungkook. Kim dami adalah anak seorang pengusaha yang berpengaruh di kota tersebut, ayah jungkook yang saat itu berada dalam ambang kebangkrutan di bantu oleh perusahaan ayah kim dami.
Kim dami sangat mencintai suaminya, ia juga telah melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan suaminya, meski raga suaminya miliknya namun hati sang suami tetap pada cinta pertamanya yaitu ibu jungkook yaitu park hara.
Pernikahan kim dami dan ayah jungkook terjadi karena sebuah tuntutan, karena hal itu juga membuat ayah jungkook semakin sulit melupakan park hara. Karna rindu dan cinta yang teramat besar mereka memutuskan tetap menjalin hubungan meski terlarang.
Hubungan terlarang itupun diketahui kim dami, dengan kekuasaannya ia berhasil membuat ibu jungkook menderita tak sampai disitu, kim dami pun mencoba menghancurkan park hara dengan merebut jungkook yang saat itu masih berusia satu tahun. tapi bukannya menyayangi jungkook ia malah bersikap tidak adil padanya, karena takut akan desas desus berita yang akan menghancurkan harga dirinya ia pun mempublikasikan jungkook sebagai anaknya.
Sedangkan disisi lain berita tentang jungkook dan sarah beredar cepat, semua karyawan membicarakan mereka, hal yang sangat tidak terduga jika seorang pemilik perusahaan berkencan dengan bawahannya. Tapi mereka tidak bisa mengelak itu, karna jungkook sendiri yang mengatakannya.
__ADS_1
"bagaimana bisa dia mengencani wanita seperti sarah,?"
"iya mereka tidak cocok dalam hal apapun"
"tuan dan nyonya kim pasti menentang hubungan mereka"
Perdebatan dan gosip dengan cepat menyebar, semua orang tidak menyangka dengan hal itu.
Ketika sarah baru tiba di kantor orang orang meliriknya dingin. Karna sudah tau akan kondisi ini sarah mencoba tetap menstabilkan dirinya, ia tidak ingin salah tingkah atau apapun itu.
"sudah ku duga ini akan terjadi" gumam sarah lalu bergegas masuk ke ruang kerjanya.
"sarahhh!!!!" teriak lisa saat sarah baru saja masuk ke ruangannya
"apa itu benar ? apa kau dan pak jungkook benar benar berkencan?" tanya lisa antusias.
sarah hanya tersenyum tipis tanpa menjawab lisa.
"ayoo jawab, jadi beneran ni" tanya lisa lagi
"sudah lah lisa, sebaiknya selesaikan pekerjaanmu" perintah pak chen yang baru saja tiba.
"sarah, mari bicara sebentar"
suara pak chen membuat sarah tertegun dari konsentrasinya. Ia pun mengikuti pak chen keluar ruangan dan bicara di koridor yang sedikit sepi.
"apa yang sebenarnya terjadi, katakan pada saya" tanya pak chen
"tolong kali ini bapak tidak perlu tau lagi apapun tentang saya, saya akan mengurusnya sendiri" jawab sarah
"apa,?" terkejut pak chen mendengar suara dan kata kata dingin dari sarah.
''apa yang sedang terjadi dan yang sudah terjadi, itu semua tentang saya jadi bapak tidak usah bingung dan khawatir, saya sudah dewasa saya akan menyelesaikan semuanya, jadi tolong diam dan tenang saja agar saya merasa baik baik saja" jelas sarah dan langsung meninggalkan pak chen sendiri di sana.
Beberapa hari berlalu, sarah tetap bekerja karna tidak ada pemberhentian kerja dari hrd seperti yang jungkook janjikan, selama itu juga ia tidak pernah melihat jungkook walau tanpa sengaja, karyawan karyawan kantor masih hangat bergosip setiap kali melihat sarah. Christ yang biasanya mengganggu sarah pun tidak ada kabar sama sekali setelah mendapat peringatan.
"permisi, apa anda bernama sarah" ucap seorang pria muda dengan sopan menghentikan langkah sarah ketika ingin sampai di pintu keluar kantor.
"iyyaaa" sedikit ragu sarah menjawab
"boleh ikut saya, tuan kim ingin bicara" pinta pria itu sambil mengarahkan tangannya keluar pintu
__ADS_1
"tuan kim?" tanya sarah masih bingung
"ayah dari tuan jungkook" jelasnyaa
"ouh" sarah terkejut dan sedikit membelalakkan matanya.
"mari ikut saya" pinta pria muda berkemeja biru itu.
Dengan sedikit ragu sarah tetap mengikuti pria itu karna ia memang sedang terjebak dalam situasi yang di buat jungkook.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah restaurant, pria itu langsung mengantar sarah pada tuan kim yang sudah menunggunya.
"aa selamat sore sarah" ucap tuan kim antusias langsung menjulurkan lengannya.
"saya ayahnya jungkook" ucapnya dengan tersenyum
Sarah terdiam terpaku, tidak tau harus menjawab apa jadi ia hanya tersenyum mengangguk
"duduklah, saya ingin bicara sebentar dengan anda" ucap pak kim sambil mempersilakan sarah duduk
"apa saya mengganggu waktumu" tanya pak kim sangat ramah
"tidak kebetulan saya sudah pulang bekerja juga" jawab sarah
"begini,,,,, sebenarnya saya juga tidak tau mau bicara apa, setelah saya dengar kabar jungkook punya kekasih saya hanya tidak sabar untuk berkenalan denganmu" ucap pak kim sambil tersenyum malu malu
"saya tidak tau harus jawab apa,, bapak terlihat antusias menemui saya" ucap sarah ikut tersenyum
"jungkook tidak pernah memperkenalkan wanita pada kami, di usianya yang sudah menginjak 32 tahun ini"
"benarkah?" tanya sarah tak percaya
"iya, saya beberapa kali meminta dia untuk mempertemukan kita tapi dia selalu menolak dan mengatakan 'nanti saja',,, maaf karna saya terburu buru ingin mengenal anda" jelas pak kim
"kenapa harus meminta maaf pak, tidak ada salahnya jika bapak ingin mengenal saya" ramah sarah
"kalau begitu saya ingin tau sedikit tentang dirimu" tanya pak kim pada sarah
"oh iya, kamu mau makan apa" potong pak kim saat sarah ingin menjawab
"tidak perlu, saya minum saja" jawab sarah sambil meminum minuman yang sudah di pesan oleh tuan kim.
__ADS_1