
"kenapa berhenti di sini" tanya kadita yang panik karna andre menghentikan mobilnya di tempat yang sepi.
andre menoleh ke arah kadita dan meraih kedua tangan kadita.perlakuan andre membuat kadita bertanya-tanya.
"dita,berhenti bilang kalau kamu tidak cocok bersanding denganku.aku tida perduli seperti apa keadaan kamu,aku tetap menginginkan kamu mendampingi ku berada di hidupku selamanya.kamu maukan kita memulainya dari awal?" ucap andre meyakinkan.
"tapi aku......."
ucapan kadita terpotong dengan bunyi panggilan di ponsel andre.
"angkatlah siapa tau penting.dan aku juga ingin mendengar apa yang kakek bicarakan tentang perjodohan kalian." kadita dengan wajah yang memohon.
dengan berat hati andre mengangkat dan melospikernya.andre takut akan ada omongan kake yang menyakiti hati dita.
hallo.."
__ADS_1
"hallo andre,dimana kau sekarang.mengapa kau tega meninggalkan zahra sendirian di kaffe." suara pria tua di sebrang sana.
"aku ada urusan penting di luar kota,danbitu sangat penting makanya aku meninggalkannya sendiri.lagian aku sudah jelaskan semuanya ke dia." andre sambil menengok ke arah kadita.
"urusan penting apa sampai kau tidak bisa mengantar zahra pulang dulu." kake yang masih tak percaya.
"tak perlu kakek tau semua urusanku."
"lancang sekali kau berkata seperti itu pada kakekmu ini.apa wanita itu sudah mencuci otak mu dan membuat kau bersikap kurangajar seperti ini."
"cukup kek.berhenti menuduhnya yang tidak-tidak.dita wanita baik tidak seperti apa yang kakek tuduhkan dan dialah wanita yang aku cintai." ucap andre dengan emosi karna tak terima wanitanya dituduh yang bukan-bukan.
"wanita baik katamu.dia hanya melihat hartamu saja,tidak benar-benar tulus mencintaimu.apa kata saudara dan teman-teman bisnisku kalau mereka tahu cucu dari handoko bersanding dengan wanita miskin dan hanya pegawai pabrik."
ucapan kakek seketika membuat hati kadita seperti tertusuk ribuan duri.sakit rasanya,karna seumur hidupnya pertama kali di caci maki dan di rendahkan seperti ini.
__ADS_1
kadita pun berniat membuka pintu mobil dan keluar pergi meninggalkan andre karna dia taksanggup lagi mendenar hinaan-hinaan yang di lontarkan sang kakek.tapi niatnya di cegah oleh andre.
andre langsung menggenggam tangan kadita dengan tatapan memohon jangan pergi.
"maafkan aku kek,aku tidak bisa melanjutkan perjodohan itu." jawab andre tegas.
"apa kamu bilang,batalkan.berani sekali kau mengucapkan itu.oh pasti kau sudah menemui wanita miskin itu." ucap kakek penuh emosi.
"iya.jujur saat itu aku pergi untuk menemui wanita yang aku cintai,dan aku akan pulang dengan membawanya."
telpon pun di tutup sepihak oleh andre.karna andre tak mau ucapan kakenya menambah luka di hati dita dan andre tak tahan melihat wanitanya menangis ingin rasanya memeluk.
setelah menutup telpon andre mnaruh hp ke sembarang tempat dan langsung menarik kadita kedalam pelukannya.
"aku akan mencari cara untuk membatalkan perjohan ini.bersabarlah dan kita akan terus bersama."
__ADS_1
"aku takut...hiks...hikss..hikss..." ucap dita sambil menangis di pelukan andre.
dia ingat betul dengan ancaman sang kakek dulu yang akan menghabisinya kalau dita tetap mempertahankan hubungannya dan mencoba hadir kembali di kehidupan andre dan itu membuatnya takut,tapi dita enggan untuk bercerita.dia hanya bilang takut dan menangis.tapi andre mengerti dengan rasa takut itu karna andre tahu betul seperti apa kakeknya.