
"wey anak baru makan-makan dong gajih pertama" ucap mas grandong yang ingin di traktir
"tuh minta sama sisil.kebetulan dia juga lagi ulang tahun." jawab windi
tanpa pikir panjang sisil langsung menyetujuinya. lagian kapan lagi merayakan ultah bareng teman.
"ok,nanti malem dateng aja ke rumah ya.kita bakar-bakar." ajaknya sambil tersenyum.
saat di kantin sisil,winda dan nara sedang menikmati makan siangnya.
handphone sisilpun bergetar tanda pesan masuk dan langsung ia buka.
"kamu ngobrol sama GA" pesan dari bara
sisil bingung dan langsung melihat ke sekelilingnya mencari di mana bara,kenapa dia mengim pesan seperti ini, lagian kenapa kalau ngobrol sama GA.sisilpun hanya membalas "ya" lalu kembali melanjutkan makan siangnya.
saat kembali bekerja,sisil yang sedang mensortir barang di suruh membereskan barang yang rusak di belakang.dengan sikapnya yang lucu dan ceria membuat semua cowo gemes melihatnya.bahkan kepala bagiannya sangat senang menjahilinya.
"lucu banget sih,kaya boneka jepang." ucapan pak imam yang saat itu sedang mengecek kebelakang dan tak sengaja melihat tingkah sisil yang lucu.
memang sisil satu-satunya wanita yang mungil di divisi C.dengan mata yang sipit pipi caby dan rambut panjang setengah di kuncir.
merasa tak Terima di samakan dengan boneka Jepang yang menurutnya mistis, sisilpun protes.
"serem dong mas. " jawab sisil tak Terima. karna setahu dia boneka jepang yang katanya rambutnya selalu tumbuh walaupun sudah di potong
"seram?.. engga lah, malah lucu mungil. ya kaya kamu gini. "
"boneka Jepang itu kan yang rambutny___ " jawab sisil yang di potong oleh imam.
"kaya kamu gini.. " ucapnya sambil mengusap rambut sisil.
"disshhh.. nyebelin.. " jawab sisil sambil mencebiskan bibirnya.
setelah selesai di belakang sisilpun menghampiri nara untuk membantunya,tapi mas rana ikut nimbrung dan selalu mengajaknya ngobrol.
__ADS_1
nara mulai kesal melihatnya,sisil yang tahu perasaan nara merasa tidak enak dan akhirnya seseorang membantunya pergi dari hadapan mas rana.
"sil." yadi berteriak memanggil sambil menggerakan tangannya seolah menyuruh sisil menghampirinya.
sisilpun langsung pergi menghampiri yadi yang sedang memotong plastik.
"apa sih?." jawab sisil dengan wajah bingung.
"udah sini aja,biar mereka berduaan."
sisil hanya tersenyum.
"liat deh,malah diem-dieman." sambil menunjuk kan jari ke arah nara dan mas rana.
"nih lu potong-potong plastik aja, biar ga keliatan nganggur.
" usul yadi. tapi ucapan yadi tak di dengar karna sisil fokus pada seseorang yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya dan menuju ke belakang.
"sil lu liatin siapa sih?." tanya yadi sambil mengikuti arah pandangan sisil.
*****
malam yang di nanti pun tiba. sisil yang sedang asik mengatur persiapa acara dihentikan oleh dering ponsel nya.
"dit rumahnya sebelah mana,kita udah sampe ni depan rumah tingkat." pesan windi
kadita langsung ke depan menyusul teman-temannya.
"hey,jauh banget.gangnya sebelah sana." jawab kadita sambil menunjukke arah gang.
sesampainya di rumah kadita mendapatkan pesan dari nurul.
"dit gimana jadi jemput ga."
"emang ga bisa klw sendiri,nanti pulangnya baru di anter." balasan kadita
__ADS_1
"mas agus ada ga?,minta tolong jemputin aja,atau ga sama mas rana." nurul
"mas agus ga bisa dateng lagi sakit katanya.sama mas rana aja ya."
"ok deh."
kadita langsung meminta mas rana menjemput nurul.tapi mas rana menolak,karna dia tidak tau kontrakan nurul.
akhirnya kadita ikut menjemput.sesampainya di gang kontrakan,nurul terkejut.
"ko kamu ikut sih.nanti aku sama siapa?" tanya nurul dengan wajah kecewa.
"ya gimana mas rananya pengen aku ikut,kalau aku ga ikut dia ga mau jemput.ya udah hayu tumpuk tiga aja."
mau gak mau nurulpun ikut .
saat sampai di gang rumah, kadita minta turun di sini
"udah mas dita turun di sinih aja."
saat kadita turun,nurul malah ikut turun
"kamu ngapain turun,katanya pengen boncengan berdua sama mas rana." kadita dengan emosi
"ya kamu turun,ya udah aku ikut aja." jawab nurul sambil tersenyum.
"ya aku turun karna ngasih kesempatan,biar kamu bisa berduaan sama mas rana." jawab dengan rasa kesal.
akhirnya nurul dan dita berjalan menuju rumah.
saat acara berlangsung,hikmah menunjukan pesan dari bahtiar.
"bilang sama kadita ku selamat ulang tahun,maaf tidak bisa datang." pesan bahtiar yang di tunjukan untuk kadita
kenapa tidak langsung sms ke aku . gumam kadita yang kesal..
__ADS_1
acarapun berlangsung dengan meriah.