
setelah kejadian itu sikap nuri sangat tidak bersahabat bahkan saat istrahatpun mereka tak pernah bareng. kadita pun tak mempermasalahkan semuanya. yang di pikirannya sekarang kerja yang bener karena banyak yang harus ia tanggung. seperti biaya sekolah adik dan biaya lainnya.
istirahat kali ini kadita gabung dengan widy winda dan baru ikut gabung dengan mereka sudah ada cowok yang minta nomor kadita pada angga pacar baru widy.
kadita pun mengijinkan angga memberi nomernya. apa salahnya, toh menambah teman itu kan asik.
setelah berkenalan dan sering ngobrol bareng,akhirnya kadita dan wijaya pun berteman dekat.saking dekatnya,orang-orang mengira mereka pacaran.tapi ternyata tidak.
kadita tau kalau wijaya sebenarnya sudah punya kekasih.
maka dari itu kadita tidak. banyak berharap padanya.
kadita tak pernah membatasi semua pria yang ingin dekat dengannya.
nuri yang dari dulu sirik mendekat
"dita, knapa sih kamu selalu dapetin apa yang kamu mau." tanya nurul dengan raut wajah yang penasaran.
tapi kadita hanya membalas dengan senyuman.
mendepatkan apa yang aku mau,kamu tahu apa tentang aku.aku yang sedari kecil ingin kasih sayang dan perhatian kedua orang tuaku saja belum pernah aku dapat
dengan tubuhnya yang tinggi, wajah mungil dan tingkahnya yang apa adanya membuat pria merasa gemas pada kadita.
saatnya istirahat, setelah hubungannya dengan bahtiar kandas tanpa adanya setatus yang pasti kini kadita tidak pernah bareng nuri lagi.
kadita istirahat di temani winda dan widy,sesampainya di aula kantin ketiganya ikut gabung dengan kekasih barunya windi mas angga namanya,kadita duduk di sebelah wijaya.
kami bercanda tanpa rasa canggung. wijaya dan dua temannya pamit untuk pergi duluan.
"hey mau kemana?ini kaditanya juga belum selesai." ledek mas angga kepada wijaya yang sudah berdiri.
kadita hanya diam tersenyum sambil menyantap makan siangnya itu.
setelah mulai kerja,kadita duduk di atas palet besi berukuran besar,karna sedang fokus mensortir kadita terkejut melihan seorang pria tinggi dengan kaos coklat duduk di depannya.
"eh,wijaya.ko ada di sini sih?" tanya dita yang terkejut.
"tau tuh,tadi suruh bantuin di sini" jawab wijaya sambil tarsenyum menatap wajah kadita.
"nanti lembur ga?" tanya kadita berharap pulang bareng.
__ADS_1
"kayanya lembur,emang kenapa?" jawab dan berbalik tanya
"gak apa-apa"
kadita langsung menundukan kepalanya dan tersenyum.
tanpa mereka sadari di pintu sebuah ruangan yang terbuka seorang pria sedang duduk memperhatikan kadita yang sedang ngobrol.
tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19:00.wijaya pun kembali ke tempat kerjanya.
saat sedang antri di gerbang wijaya menghampiri kadita.
" hey,sendirian aja" sapa wijaya yang mengejutkan kadita
"eh engga kok,ada kamu dan mereka" jawab kadita sambil tersenyum bahagia
"kamu engga di jemput?" tanya wijaya sambil melihat sekeliling
"engga,kamu bareng sama kakak kamu ya?" kadita yang balik tanya
"engga dulu deh" jawab wijaya sambil menoleh ke arah kadita
"kan ada kamu,ga baik wanita jalan sendirian malem-malem" gombalan wijaya yang membuat kadita tersenyum lebar sambil menoleh ke wajah wijaya,begitupun sebaliknya.
sepanjang perjalanan menuju jalan raya mereka bercerita dan tertawa.wijaya pun tak henti-hentinya membuat kadita tersipu malu dan bahagia.
"oh iya,aku boleh minta tolong?" kadita,dengan suara yang ragu-ragu
"tolong apa?" tanya wijaya
"sebrangin aku yah! soalnya aku ga bisa nyebrang,, takut " jawab kadita yang malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"iya,,emang biasanya kalau nyebrang sama siapa?"
"aku kan kalu pulang di jemput terus,jadi ga pernah nyebrang" wijayapun mengangguk.
saat wijaya melangkahkan kakinya untuk menyebrang jalan,,dengan spontan kadita melingkarkan tangannya ke lengan wijaya.
sesampainya di sebrang jalan,kadita langsung melepaskan tangannya dari lengan wijaya.
"eh maaf" kadita yang merasa tak sopan
__ADS_1
"iya gak papa." tersenyum.
wijaya yang setia menunggu kadita sampai naik akot.
"makasi ya" kadita sambil tersenyum
wijaya membalas dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
didalam angkot kadita melirik ke sebuah mobil yang sedari tadi terparkir di dekatnya dan Wijaya tapi saat angkot yang kadita tumpangi jalan mobil itupun mengikutinya.
"aneh" batinnya.
hingga sampai di gang kadita pun turun dan tak lupa memberi ongkosnya. sebelum berjalan masuk gang kadita menyempatkan diri untuk melihat ke jalan yang terlihat sebuah mobil yang sedaritadi mengikutinya.
karena lelah kadita tak terlalu mempermasalahkan dan kembali melangkahkan kakinya.
mobil itupun pergi balik arah.
***
di sebuah perumahan elit
"lo ngikutin dita nyampe rumahnya. "tanya nya tak percaya dan di anggukin oleh orang yang mengikuti kadita barusan.
" gila lo. segitunya lo naksir dia. lagian kenapa lo gak langsung ngomong aja sih. "
"gak segampang itu lah. gue sama dia aja gak pernah ngobrol, bahkan bertegur sapapun belum pernah, yang ada dia malah ngira gue orang stres."
"iya juga sih.sala lo juga sih so cuek. coba dulu langsung pepet. setau gue ya,dia itu welcome sama siapa aja.dan gue lihat dia itu ga banyak gaya. sederhana dan apa adanya."
"bukan so cuek, ya dulu kan hanya sekilas lagian dia ga sendiri,banyanyak temannya, ya gue ga berani lah."
"trus lo bakal gini aja gitu. gimana kalau dia keburu di pinang orang."
"gue juga gak tahu sam. bingung gue. masa iya gue dateng-dateng langsung nyatain cinta, kan gak lucu."
"ah ribet banget percintaan lo. dah malem nih, gue balik deh." ucapnya yang di balas anggukan tian. ya, cowok yang membawa mobil tadi bastian. cowo yang katanya menyukai kadita sejak gadis itu duduk di bangku SMA.
bastian membuka laptopnya yang menampilkan sebuah foto gadis remaja yang sedang berselfie.
"kau sangat cantik.tidak ada yang cacat sedikitpun.tapi siapa lagi laki-laki i**tu." gumamnya.sambil memikirkan apa yang ia lihat saat mengikuti kadita.
__ADS_1