
di sebuah lestoran 2 orang pria sedang duduk berhadapan.pembicaraan mereka sedikit serius.
"gimana.apa lo udah ngubungin kadita
?" tanya putra.
ya mereka adalah putra dan alvin.setelah selesai urusan di kampus baru tadi putra menghubungi alvin untuk ketemuan.perasaannya yang masih penasaran memutuskan untuk minta tolong alvin menanyakan masalah kemarin.
"sudah,nati pulang kerja gue jemput dia."
"baguslah.. tadi bos besar kunjungan ke pabrik. "
"terus? "
"ya gue juga ikut mendampinginya. "
"trus kadita gimana tuh. "
"dia fokus sama kerjaannya."
"ya begitulah dita.terus gimana nih, lo mau langsung nembak atau PDKT dulu? "
"ya gak gimana-gimana. lagian kadita juga susah di deketinnya. gue liatin aja dia malah buang muka. "
"hahaha.. dia emang gitu.pendiam dan susah di dekati.tapi kalau udah kenal deket dia bakal cerewet dan rame.asik deh pokoknya" jawab alvin.
"ya ya ya...ini bakal jadi tantangan buat gw."
"ya semoga berhasil.dan kalau lo berhasil dapetin hatinya,lo harus janji ga bakal nyakitin dia."
"kasih gue waktu.gue janji ga akan nyakitin dia." ucap putra.
"ngomong-ngomong seragam lo keren juga.. haha.. " ucap alvin meledek.
"sial lo... udah ah gue balik.. bentar lagi masuk. "
"oke."
*****
dita yang sudah kembali bekerja.
karna sudah tidak ada tamu jadi kerja kali ini tak terlalu tegang.
__ADS_1
"win nanti gue kekontrakan lu ya." pinta kadita
"kenapa ga sekalian bareng aja." balas windy.
"gue bawa baju ganti dulu.soalnya gue ada janji sama temen gue."
"temen lo yang kemarin?" tanya windy.
"iya."
" eh kemaren kenapa lo ninggalin mas putra sendirian di taman. kasian loh, mukanya BT banget."
"panjang ceritanya. nanti gue ceritain deh"
"oke deh."
****
disebuah rumah
" sudahlah mah jangan terlalu menekan bastian. lagian dia ga akan bisa menolak kalau sudah ibu yang memintanya" ucap andre ayah dari putra
"tapi pah,sifat dinginnya itu yang mamah khawatirkan.gimana kalau dia ga ngerespon saat mengobrol. kan ngecewain besan dong." balas merry ibu dari bastian mahendra.
sang ayah selalu mengikuti kemauan anak-anaknya yang sulit untuk mengontrol emosinya.
tapi tidak dengan sang mamah yang selalu keras kepala.dia selalu menuntut bastian untuk menuruti maunya.
"mah tian sudah dewasa,dia bisa menentukan mana yang terbaik untuk hidupnya."
"pokoknya kalau ibu sampai tahu dan ngomel,aku ga mau kena imbasnya ya." ucap merry
tuan andre hanya bisa diam,tidak akan ada habisnya bila harus meladeni istrinya yang keras kepala itu.
*****
di kamar kadita berkutak dengan pikirannya.dia masih penasaran kenapa mas putra jadi aneh ya.
di rumah windy kadita langsung berganti pakaian.windy sudah tidak aneh lagi melihat kadita memakai pakaian yang mini karena kadita selalu pandai memilih gaya pakaian.ya walaupun sedikit tomboy.
kadita pun sudah menjelaskan masalah kemari kenapa ia sampai pulang gitu aja.
"dit sebenarnya lu mau ke mana sih" tanya windy yang sedari tadi penasaran.
__ADS_1
"gue mau di traktir makan sama sahabat gue yang dari padang." jawab kadita
"nanti juga gue balik kesini lagi ko" sambungnya.
"nginep ya?" pinta windy
kadita hanya mengangguk lalu mengoleskan lipstick ke bibirnya.
setelah selesai makeup kadita menunggu pesan dari alvin.
"dit udah jam 19:00 nih,lu mau brangkat jam berapa" tanya windy
"tau nih.keburu luntur nih makeup gue" jawab kadita sambil bercermin.
dreeettt...dreeettt....
bunyi ponsel kadita pesan dari alvin.
alvin : [𝚐𝚞𝚎 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚒 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚑].
Kadita : [𝚘𝚔𝚎 𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞.𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒 𝚐𝚞𝚎 𝚔𝚎𝚜𝚒𝚝𝚞.]
"windi dia dah jemput nih gue berangkat yah."
"iyahati-hati ya.dan jangan malem-malem baliknya,takut keburu di kunci gerbangnya" pinta windi yang berdiri di ambang pintu.
"siap bos" jawab kadita.
sesampainya di depan gang kadita menengok kanan kiri mencari mobil sahabatnya itu.
"ah itu dia." gumamnya yang sudah menemukan apa yang dia cari.
kaditapun langsung membuka pintu mobil dan duduk di samping alvin yang akan mengemudi.
"sorry ya lama"
"gak papa.lo mau makan dulu apa ke kosan tya." tanya alvin sambil menyalakan mesin mobil.
"terserah,kan lo yang mau traktir.ke kosan tya dulu juga gak papa biar nanti kita makan bertiga" jawab kadita yang sambil mengutak atik ponselnya.
"oke deh."
dalam perjalanan kadita terus berbalas pesan dengan cowo-cowo alay.walaupun kadita malas meladenin orang yang dia kenal tapi dia berusaha bersikap baik dan ramah.
__ADS_1