
andrepun melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi kadita menatap wajah yang sudah basah karna air mata.
"hey,dengar baik-baik.ga akan ada yang berani ngapa-ngapain kamu.percaya sama aku,dan aku berjanji siapa pun yang berani melukaimu dia harus berurusan dengan aku mengerti."
kadita mengangguk lalu menghapus air matanya dan tersenyum manis.
andre merapihkan rambut kadita yang menutupi wajahnya, jantungnya berdegup saat melihat bibir mungil kadita.
andrepun mendekatkan wajahnya karna hasratnya yang ta tertahan sejak dulu.mungkin karna dulu dita masih anak sekolah jadi mengurungkan niatnya,tapi sekarang mereka sudah sama-sama dewasa.
jarak mereka hanya beberapa centi tapi tak ada gerakan menghindar membuat andre semakin yakin melakukannya.
CUP..
bibir merekapun sudah menyatu,tak ada jarak lagi di antara mereka.andre mel*mat bibir kadita berusaha membuka mulut kadita agar lebih leluasa bermain di bibirnya.
karna ini ciuman pertama kadita membuatnya tidak mahir dalam berciuman bahkan untuk mengatur nafaspun dita belum bisa.
andre yang melihat dita sulit bernapas akhirnya menyudahi aksinya.dita yang terengah-engah membuat andre gemas dan tertawa.
"pasti sulit ya untuk memulainya.kita coba lagi nanti ya." ucap andre sambil merapikan rambut kadita
"andreeeeee..." kadita kesal dengan ejekan andre lalu ia memukul dada bidang andre.
"kita pulang nih sekarang?" tanya andre sambil mengelus pipi kekasihnya.
"ya iya lah,mang mau kemana lagi." jawab kadita yang merasa malu dengan kejadian tadi.
"yaaaa,,,siapa tau mau mampir sebentar ke tempat aku." mendengar ucapan andre membuat kadita geleng-geleng.
__ADS_1
"kenapa ko ketawa,,hayo mikirnya apa."
"ih apaan sih." merasa malu karna pikirannya terbaca .
"tenang aku ga akan melakukannya,tapi ga tau sih ke depannya."
"andree,udah dong jangan bahas itu.lama lama ko kamu jadi mesum sih aku jadi takut."
"tapi suka kan" ucap andre sambil mencolek dagu kadita.
*******
sedangkan di tempat lain seorang kakek dan wanita muda sedang menyusun rencana.
"kakaek,jadi gimana.apa kake akan melenyapkan wanita sialan itu." ucap zahra yang merasa posisinya tidak aman.
"tenang sayang,aku akan melihat dulu sampai mana dia mempertahankan hubungannya." jawab sang kakek meyakinkan.
"tentu tidak sayang."
zahra yang merasa di dukung penuh merasa tenang dan bahagia
***
RS.PELITA ASIH.....
seorang wanita paruh baya yang menunggu anaknya tiba.
"pah,apa andre akan berhasil membawa kadita dan kembali menjalin hubungan." tanya wanita paruh baya yang sedang berbaring dengan selang infus yang menempel di tangannya.
__ADS_1
"kamu tenang saja,anak kita pasti berhasil mebawa kadita kesini." jawab pria paruhbaya
"tapi gimana dengan ayah,apa dia akan melakukan hal yang sama seperti alm.agung kakakmu dulu." kecemasan menyelimuti .
"kalau aya akan melakukan hal yang sama,aku tidak akan membiarkannya."
Tok...Tok..Tok...
pintu pun terbuka.dan terlihat dokter dan 2 perawat.
"malam nyonya mitta dan tuan bima." sapa seorang dokter.
"malam dok." jawab tuan bima.
ya mereka mitta dan bima orang tua andre.
"kita periksa ya,apa yang anda rasakan nyonya.apa kepala anada masih terasa sakit?" tanya dokter.
"sedikit dok" jawab mitta
"sebaiknya jangan terlalu banyak fikiran ya.tida baik untuk anda nyonya." mitta hanya menganggik mendengarnya.
"lalu kapan saya bisa boleh pulang dok?" tanya mitta yang mulai bosan berada di Rumah Sakit.
dokterpun tersenyum
"nanti ya,kalau anda sudah benar-benar pulih dan sakitnya hilang baru kami ijinkan uantuk pulang.
mitta menghela nafas kesal.
__ADS_1
" ya sudah karna tidak ada yang di tanyakan lagi,kami pami.selamat beristirahat tuan nyonya."
"ya,terimakasih dok." ucap tuan Bima.