
"dit laporan sudah disiapin" tanya mas imam
"udah mas,tapi kalau buat di buku kecil belum.mas budi belum ngasih totalnya." jawab kadita yang sedang membereskan keranjang.
"owh,ya udah makasih ya."
"iya sama-sama."
waktu terus berputar dan menunjukan pukul 09:30 . semua atasan pada sibuk kesana kemari.karena big bos sudah datang dan akan mengecek ke setiap divisi.
"liat deh si kadita,genit banget deh mau ada big bos nyisir dulu dia" ucap nurul pada hikmah yang melihat kadita datang dari belakang untuk mengikat rambutnya.
kadita selalu pergi ke belakang untuk mengikat rambutnya yang panjang.karena waktu pagi rambutnya masih basah.
"ayo semua big bos bentar lagi datang.awas jangan berantakan." ucap mas imam yang sibuk mengecek setiap kariyawannya.
big bos dan atasan tetinggi yang lainnya sudah ada di divisi sebelah.merekapun mulai panik tapi tidak dengan kadita.dia selalu apa adanya.
pikirnya untuk apa merapikan diri toh big bos dan yang lain juga ga mungkin tertarik sama karyawan rendahan kaya gini.
terlihat rombongan yang berwajah korea,cina,jepang sedang berjalan menuju divisi C.kadita tidak menyadari seseorang yang ia tunggu-tunggu berada dalam rombongan big bos.
rombongan tepat berada di kompayer dekat winda dan windy.
saat menoleh tak sengaja pandangannya melihat putra berada dalam rombongan yang sedari tadi sudah memperhatikan.
tapi kadita membuang muka dan kembali fokus menurunkan barang.
"permisi,apa saya boleh bertanya" andre yang sudah berada tepat di samping kadita.karna tubuhnya yang tinggi kekar walau usianya tak lagi muda, jadi dia agak sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah kadita dan tingkahnya membuat kadita grogi karena mereka jadi pusat perhatian kariawan yang lain.
"eh iya silahkan pak" kadita yang terkejut karna andre sudah berada disampingnya.tapi bukan kadita namanya jika tidak bisa mengendalikan dirinya.
jantung kadita berdetak begitu cepat dan kencang.rasanya grogi,gugup,pokoknya capur aduk menjadi satu.
"apa ini menggunakan cat powder" tanya andre sambil memegang barang produksi yang baru di turunkan.
__ADS_1
"iya pak." jawab kadita singkat tanpa menoleh.sikap dan raut wajah yang tenang membuat putra semakin mengaguminya.wanita lain selalu ingin terus menatapnya tapi tidak dengan kadita yang selalu fokus pada kerjaannya.
"๐ข๐ฉ ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐จ๐ถ๐ฆ ๐ด๐ช๐ฉ, ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ซ๐ถ๐ณ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. " ๐ฃ๐ข๐ต๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ช๐ต๐ข.
"apa bisa kalau sedang bicara lihatlah ke arah lawan bicara" ucap andre,
3 orang yang di dekat merekapun menoleh termasuk lili,mas imam dan entah siapa.bahkan putra yang melihat raut wajah andre yang seriuspun langsung tenggang.
๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ.. ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข.
kaditapun menoleh dengan wajah di buat selembut mungkin dan sedikit tersenyum paksa.
"maaf pak bukan saya tidak sopan.tapi bapak lihat sendiri saya harus fokus kalau tidak barang produksinya akan kembali ke o๐ทen.
๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฐ๐ฃ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฎ ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ต๐ถ๐ฑ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข. batin andre yang sangat kagum dengan jawaban kadita dan kadita pun menoleh ke arah putra yang keeprgok sedang memperhatikannya.
sedangkan putra langsung mengalihkan pandangannya.beda halnya dengan bastian yang cuek bebek dan hanya melihat sekelilingnya.
"ah ya,,maafkan saya." ucap andre dan
rombonganpun berlalu pergi meninggalkan gedung produksi sebelum keluar andre menyempatkan untuk menoleh ke belakang dan pandangannya kembali melihat dua insan yang saling mencintai menurutnya. putra pun keluar dan akan pergi mengikuti rombongan, sedangkan kadita menatapnya dengan sendu.
teeeeeettttt....teeeetttt...
bel istirahatpun berbunyi semua karyawan langsung pergi ke kantin.
seperti biasa kadita selalu bareng winda dan windy.
"eh tadi anak big bosnya yang mana sih,cakep-cakep banget ya." tanya windy.
"gak tau deh.eh dit tadi da yang nanya sama lu,dia nanya apa sih.ganteng tuh gagah lagi.ya walau pun udah tua tapi masih mempesona..hahah" balas winda.
"cuma tanya cat powder doang..dih mau jadi sugar baby lo. " jawab dita dengan malas.
"ih amit-amit.. ya gak lah.. asal aja lo kalau ngomong. " jawab Winda.
__ADS_1
"beruntung lu bisa sedeket itu.gue liat nuri merhatiin lu aja tau." kadita hanya tersenyum males dengan ucapan winda.
karena mereka selesai makan jadi memutuskan kembali ke tempat kerja.
"dit lu yang ambil plastiknya ya." ucap winda.
saat sedang memotong plastik kadita dikejutkan dengan seseorang.
"eh mas,dah makannya" tanya kadita ramah.
"udah,mau tidur ya" balas wijaya yang di balas senyuman oleh kadita.
setelah wijaya berlalu kaditapun segera pergi kebelakang menyusul kedua temannya.
"lama amat sih dit,keburu bel masuk nih" ucap windy.
dreeetttt... dreeetttt...
dering ponsel di saku celana kadita.
"amparin tuh gue angkat telpon dulu" ucap kadita sambil melempar plastik yang mau di pake alas tidur.
temannya hanya berdesis kesal.kadita berjongkong sambil menerima telpon.
"๐๐๐๐๐"๐ ๐๐๐๐ฉ๐
"๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐"๐๐ก๐ซ๐๐ฃ
"๐๐๐๐๐ ๐๐๐. ๐๐๐๐๐๐? "๐๐๐๐๐ฉ๐
"๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ข๐. ๐ฑ๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐. "๐ผ๐ก๐ซ๐๐ฃ
"๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐. ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐. "๐๐๐๐๐ฉ๐
" ๐๐๐"๐ผ๐ก๐ซ๐๐ฃ
__ADS_1
teponpun langsung di putus oleh kadita dan kembali merebahkan tubuhnya di atas lantai yang di alasi pelastik.