SAMPAI JUMPA LAGI

SAMPAI JUMPA LAGI
EPS 14


__ADS_3

"dit laporan sudah disiapin" tanya mas imam


"udah mas,tapi kalau buat di buku kecil belum.mas budi belum ngasih totalnya." jawab kadita yang sedang membereskan keranjang.


"owh,ya udah makasih ya."


"iya sama-sama."


waktu terus berputar dan menunjukan pukul 09:30 . semua atasan pada sibuk kesana kemari.karena big bos sudah datang dan akan mengecek ke setiap divisi.


"liat deh si kadita,genit banget deh mau ada big bos nyisir dulu dia" ucap nurul pada hikmah yang melihat kadita datang dari belakang untuk mengikat rambutnya.


kadita selalu pergi ke belakang untuk mengikat rambutnya yang panjang.karena waktu pagi rambutnya masih basah.


"ayo semua big bos bentar lagi datang.awas jangan berantakan." ucap mas imam yang sibuk mengecek setiap kariyawannya.


big bos dan atasan tetinggi yang lainnya sudah ada di divisi sebelah.merekapun mulai panik tapi tidak dengan kadita.dia selalu apa adanya.


pikirnya untuk apa merapikan diri toh big bos dan yang lain juga ga mungkin tertarik sama karyawan rendahan kaya gini.


terlihat rombongan yang berwajah korea,cina,jepang sedang berjalan menuju divisi C.kadita tidak menyadari seseorang yang ia tunggu-tunggu berada dalam rombongan big bos.


rombongan tepat berada di kompayer dekat winda dan windy.


saat menoleh tak sengaja pandangannya melihat putra berada dalam rombongan yang sedari tadi sudah memperhatikan.


tapi kadita membuang muka dan kembali fokus menurunkan barang.


"permisi,apa saya boleh bertanya" andre yang sudah berada tepat di samping kadita.karna tubuhnya yang tinggi kekar walau usianya tak lagi muda, jadi dia agak sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah kadita dan tingkahnya membuat kadita grogi karena mereka jadi pusat perhatian kariawan yang lain.


"eh iya silahkan pak" kadita yang terkejut karna andre sudah berada disampingnya.tapi bukan kadita namanya jika tidak bisa mengendalikan dirinya.


jantung kadita berdetak begitu cepat dan kencang.rasanya grogi,gugup,pokoknya capur aduk menjadi satu.


"apa ini menggunakan cat powder" tanya andre sambil memegang barang produksi yang baru di turunkan.

__ADS_1


"iya pak." jawab kadita singkat tanpa menoleh.sikap dan raut wajah yang tenang membuat putra semakin mengaguminya.wanita lain selalu ingin terus menatapnya tapi tidak dengan kadita yang selalu fokus pada kerjaannya.


"๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. " ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ข.


"apa bisa kalau sedang bicara lihatlah ke arah lawan bicara" ucap andre,


3 orang yang di dekat merekapun menoleh termasuk lili,mas imam dan entah siapa.bahkan putra yang melihat raut wajah andre yang seriuspun langsung tenggang.


๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ.. ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


kaditapun menoleh dengan wajah di buat selembut mungkin dan sedikit tersenyum paksa.


"maaf pak bukan saya tidak sopan.tapi bapak lihat sendiri saya harus fokus kalau tidak barang produksinya akan kembali ke o๐˜ทen.


๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข. batin andre yang sangat kagum dengan jawaban kadita dan kadita pun menoleh ke arah putra yang keeprgok sedang memperhatikannya.


sedangkan putra langsung mengalihkan pandangannya.beda halnya dengan bastian yang cuek bebek dan hanya melihat sekelilingnya.


"ah ya,,maafkan saya." ucap andre dan


rombonganpun berlalu pergi meninggalkan gedung produksi sebelum keluar andre menyempatkan untuk menoleh ke belakang dan pandangannya kembali melihat dua insan yang saling mencintai menurutnya. putra pun keluar dan akan pergi mengikuti rombongan, sedangkan kadita menatapnya dengan sendu.


teeeeeettttt....teeeetttt...


bel istirahatpun berbunyi semua karyawan langsung pergi ke kantin.


seperti biasa kadita selalu bareng winda dan windy.


"eh tadi anak big bosnya yang mana sih,cakep-cakep banget ya." tanya windy.


"gak tau deh.eh dit tadi da yang nanya sama lu,dia nanya apa sih.ganteng tuh gagah lagi.ya walau pun udah tua tapi masih mempesona..hahah" balas winda.


"cuma tanya cat powder doang..dih mau jadi sugar baby lo. " jawab dita dengan malas.


"ih amit-amit.. ya gak lah.. asal aja lo kalau ngomong. " jawab Winda.

__ADS_1


"beruntung lu bisa sedeket itu.gue liat nuri merhatiin lu aja tau." kadita hanya tersenyum males dengan ucapan winda.


karena mereka selesai makan jadi memutuskan kembali ke tempat kerja.


"dit lu yang ambil plastiknya ya." ucap winda.


saat sedang memotong plastik kadita dikejutkan dengan seseorang.


"eh mas,dah makannya" tanya kadita ramah.


"udah,mau tidur ya" balas wijaya yang di balas senyuman oleh kadita.


setelah wijaya berlalu kaditapun segera pergi kebelakang menyusul kedua temannya.


"lama amat sih dit,keburu bel masuk nih" ucap windy.


dreeetttt... dreeetttt...


dering ponsel di saku celana kadita.


"amparin tuh gue angkat telpon dulu" ucap kadita sambil melempar plastik yang mau di pake alas tidur.


temannya hanya berdesis kesal.kadita berjongkong sambil menerima telpon.


"๐š‘๐šŠ๐š•๐š•๐š˜"๐™ ๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™–


"๐š•๐š˜ ๐š‹๐šŠ๐š•๐š’๐š” ๐š“๐šŠ๐š– ๐š‹๐šŽ๐š›๐šŠ๐š™๐šŠ"๐™–๐™ก๐™ซ๐™ž๐™ฃ


"๐š‹๐šŽ๐š•๐šž๐š– ๐š๐šŠ๐šž. ๐š”๐šŽ๐š—๐šŠ๐š™๐šŠ? "๐™†๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™–


"๐š๐šž๐šŽ ๐š“๐šŽ๐š–๐š™๐šž๐š ๐šข๐šŠ. ๐™ฑ๐šƒ ๐š๐šž๐šŽ ๐š๐š’ ๐šœ๐š’๐š—๐š’ ๐š‹๐šŽ๐š•๐šž๐š– ๐š๐šŠ๐š™๐šŽ๐š ๐š๐šŽ๐š–๐šŠ๐š—. ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŠ๐š•๐š’๐šŠ๐š— ๐šŠ๐š๐šŠ ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŠ๐šž ๐š๐šž๐šŽ ๐š˜๐š–๐š˜๐š—๐š๐š’๐š—. "๐˜ผ๐™ก๐™ซ๐™ž๐™ฃ


"๐š“๐šŽ๐š–๐š™๐šž๐š ๐š๐š’ ๐š›๐šž๐š–๐šŠ๐š‘ ๐š๐šŽ๐š–๐šŽ๐š— ๐š๐šž๐šŽ ๐šŠ๐š“๐šŠ ๐šข๐šŠ. ๐š๐šž๐šŽ ๐š‹๐šŠ๐š•๐š’๐š” ๐š๐šž๐š•๐šž ๐š๐šŠ๐š—๐š๐š’ ๐š‹๐šŠ๐š“๐šž. "๐™†๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™–


" ๐š˜๐š”๐šŽ"๐˜ผ๐™ก๐™ซ๐™ž๐™ฃ

__ADS_1


teponpun langsung di putus oleh kadita dan kembali merebahkan tubuhnya di atas lantai yang di alasi pelastik.


__ADS_2