
yang di tunggu pun akhirnya datang juga.alvin hanya membuka sedikit kaca mobilnya dan kadita langsung masuk.
"sudah beres kerjaannya?" tanya kadita memastikan kalau dia tidak mengganggu kesibukan alvin yang kuliah dan harus membantu ayahnya di kantor.
"sudah sayang.kan gue yang ngajak lo jadi nyantai aja" jawabnya sambil mengelus rambut kadita yang terurai rapih dan langsung menjalankan mobilnya.
"iiihhhh,,alvin apaan sih lo..geli gue dengernya." ucap kadita yang kesel dengan apa yang alvin lakukan dan yang di marahin hanya tertawa puas.
tak butuh waktu lama merekapun sampai di sebuah restoran megah dan ramai pengunjung.
"udah sampai nih,yuk masuk." ucap alvin yang sudah keluar.
"yuk.makasih ya udah ngajakin gue makan di luar terus." ucap kadita.
"kaya sama siapa aja lo.di sinikan yang deket sama gue lo doang.tya jauh." jawab alvin
"oh jadi kalau tya deket lo ga bakal ngajak gue makan dong."
"gak lah.masa iya gue lupain sahabat gue yang the best ini" ucap alvin sambil mengucek rambut kadita.
"iihhh alvin,,berantakan deh rambut gue" jawab kadita yang kesal.
"makanya potong tuh rambut..seneng amat rambut panjang.yuk duduk di mana kita"
"kayanya di sana deh"
merekapun segera duduk dan memesan makanan.
"ta,gue ke toilet dulu ya bentar." kaditapun mengangguk.
sedang asik menunggu seorang pelayan menghampiri.
"permisi,mba kadita ya?" tanya seorang pelayan.
"iya"
"ini ada pesan dari seseorang." ucap pelayan sambil memberikan secarik kertas.
"siapa ya?"
"maaf mba saya hanya di suruh memberikan ini saja."kaditapun mengangguk dan mencari seseorang yang menitipkan kertas tersebut.
" lo cari siapa? " tanya alvin yang merasa aneh dengan sikap kadita.
"tadi playan ngasih ini.katanya dari seseorang.makanya gue nyari siapa orangnya."
__ADS_1
"coba baca aja" kaditapun langsung memvuka lipatan kertas hingga tertera sebuah tulisan.
*kau cantik hari ini...
seketika alvinpun tertawa terbahak-bahak.
"hahahahaha....."
kadita yang kesal karena ditertawakan langsung mencebiskan bibirnya sambil melempar kertas tersebut ke atas meja.
"jangan ngeledek lo ya.."
"gue penasaran sama orang yang mengagumi sahabat gue yang cerewet ini."
sedangkan pria yang memberikan kertas tadi sedang tersenyum bahagia karna bisa bertemu kembali dengan wanita yang sudah berhasil meluluhkan hatinya tanpa di menggoda.
****FLASH BACK ON****
"gimana bang, udah ngobrol sama kadita?" tanya alvin
"udah,,tapi setelah kejadian tadi pagi dia kaya yang menghindar gitu. "
"maksudnya?kejadian apa?."
"apaaaa.... " ucap alvin terkejut
"biasa aja lo... itu ga sengaja. " jawab putra sambil melempar bantal sofa.
"gimana rasanya? " tanya alvin meledek.
"kenyal...eh.."ucapnya kelepasan.
" hahaha.... abang abang. bucin banget lo. "
"eh bentar-bentar pesan gue baru di balas nih sama dita. " ucapnya semangat membuka pesan dari kadita. saking asiknya berbalas pesan ia lupa ada alvin di sisiNya.
"terus gimana nih kelanjutannya? "
"bentar gue von dia ngajak keluar. "
"ya elah.. guenya kapan? "
"sabar bang.. ada saatnya"
alvin pun menghubungi kadita.
__ADS_1
"𝚑𝚊𝚕𝚕𝚘 𝚍𝚒𝚝, 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊? "
"𝚍𝚒 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔. "
"𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚢𝚞𝚔. "
"𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗? "
"𝚢𝚊 𝚎𝚕𝚊𝚑, 𝚙𝚒𝚔𝚒𝚛𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚕𝚞 𝚕𝚘. "
"𝚢𝚊 𝚔𝚊 𝚎𝚗𝚊𝚔 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚗𝚊𝚔 𝚐𝚛𝚊𝚝𝚒𝚜 𝚕𝚊𝚐𝚒... 𝚑𝚊𝚑𝚊𝚑𝚊.. "
"𝚘𝚔𝚎, 𝚊𝚋𝚒𝚜 𝚖𝚊𝚐𝚛𝚒𝚋 𝚐𝚞𝚎 𝚓𝚎𝚖𝚙𝚞𝚝 𝚍𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊? "
"𝚐𝚊𝚗𝚝𝚎𝚗𝚐 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚐, 𝚓𝚎𝚖𝚙𝚞𝚝 𝚌𝚎𝚠𝚎𝚔 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚗𝚐"
"𝚍𝚊𝚜𝚊𝚛 𝚋𝚘𝚌𝚒𝚕 𝚎𝚙𝚎𝚙"
"asik juga ya kalau udah deket" ucap putra setelah mendengar obrolan alvin dan dita.
"ya kan gue pernah bilang bang. dita itu rame kalau udah kenal deket"
"ya uda terus gue gimana ini? "
"lu dateng aja bang. mau nyamperin juga gak papa. "
"oke,, kebetulan gue ada janji di cafe itu"
****FLASH BACK OFF****
"ooooo jangan-jangan lo yang yang kirim kertas ini.lo mau jailin gue kan" ucap kadita menuduh.
"ih pede banget lo..sekarang dah ga jaman neng surat-suratan."
"permisi.." ucap pelayan yang datang membawa beberapa makanan dan minuman yang alvin dan dita pesan.
"ah ,ya" ucap alvin yang masih mengulum bibirnya menahan tawa dan kadita menatapnya dengan sinis.
pelayanpun pergi setelah menghidangkan pesanan.
alvin yang tahu itu ulah siapa hanya tersenyum dan gele-geleng, merasa geli dengan kelakuan dua insan yang saling jatuh cinta tapi gengsinya gede.
"udah makan-makan." titah alvin yang di anggukin kadita.
merekapun menikmati makanan sambil sesekali melempar ledekan.
__ADS_1