SAMPAI JUMPA LAGI

SAMPAI JUMPA LAGI
EPS 18


__ADS_3

Keesokan harinya kadita terbangun dan langsung pergi untuk mandi.sedangkan windy masih tertidur pulas.


kadita yang sudah rapih langsung membangunkan windy.


"win bangun udah siang.cepet mandi gue mau beli sarapan dulu." titah kadita.


"eh ga usah beli sarapan,nanti si agus bawa makanan." ucap windi.


"oke deh kalau gitu" jawab kadita.sambil menunggu windi selesai kadita memeriksa pesan masuk yang belum dia buka dari semalam.


ternyata banyak sekali pesan yang masuk.hanya di baca tidak ada satu pesanpun yang di balas.


windi yang sudah selesai melihat ke arah kadita yang senyum-senyum sendiri.


"kenapa lu senyum-senyum sendiri.stres ya lu?" tanya windi.


"enak aja lu.gue masih waras tau.mana sih laki lu lama banget.udah siang nih." jawab kadita sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


Tok..tok..tok...


mendengar suara ketukan pintu kadita langsung membukanya.


"eh ada lu.emang nginep?" tanya agus setelah melihat kadita ada di kontrakan windy dan aguspun langsung masuk sedangkan windy menyiapkan piring dan sendok untuk sarapan.


"lu masak sendiri mas?" tanya kadita setelah melihat sayur kacang campur tempe yang di bawa agus.


"iya lah,siapa lagi kalau bukan gue sendiri" jawab agus dengan bangganya.


setelah semua sudah siap merekapun langsung menyantap sarapannya.hanya dengan nasi dan sayur kacang mereka sangat menikmatinya.


selesai makan windy dan kadita membereskan bekas sarapan tadi lalu mereka langsung berangkat kerja.


karna motor hanya satu jadi mereka di angkut di satu motor.


tidak butuh waktu lama cukup 10 menit mereka sudah sampai di pabrik.


sesampainya di divisi C mereka langsung menghampi teman yang lainnya.


"pak imam belum dateng?" tanya kadita.


"belum tuh,emang kenapa" jawab yadi


"gak apa-apa.gue mau ke belakang dulu kebelet" jawab kadita.


kaditapun langsung pergi ke toilet lewat belakang karna di depan divisi yang lain sudah pada brifing.

__ADS_1


saat akan kembali ke divisi C tiba-tiba nurul datang.


"dit semalem gue liat lu sama cowok.itu siapa?" tanya nurul.


kadita tau nurul tida menyukainya tapi kadita selalu masa bodoh dan selaou bersikap biasa aja.


"oh itu temen gue.kenapa gak nyapa kalau lu liat gue" ucap kadita sambil mengikat rambutnya yang udah kering.


"oh temen lu ya,eh tapi kaya bukan sama temen mesra banget."


semalam nurul dan kakaknya memang sedang makan di dekat restoran yang kadita kunjungi dan tak sengaja melihat kadita sedang di rangkul seorang pria yang tak lain alvin


"ya jelas mesralah,gue sama dia itu udah sahabatan dari SD,jadi udah gak canggung lagi.yuk ah ke depan kita brifing ." ajak kadita.


terus aja kepoin gue dan bercerita yang berlebihan pada semua orang,dan gue yakin loe udah laporan tuh sama si bahtiar. batin kadita.


"pagi semua." pak imam


"pagiiiii..." jawab serentak.


"karna sedang tidak ada barang jadi hari ini kita bersih-bersih aja. jangan ada yang main-main"


selesai brifing mereka bersiap-siap mencari yang akan di kerjakan karna kalau ada yang terlihat nganggur pak imam langsung membawanya untuk kerja di divisi lain.


semua karyawan divisi C langsung mencari kesibukan,seperti kadita, windy,wilda,anwar,yadi sudah stenbay duduk untuk membersihkan alat-alat di belakang.


"penjelasan?" jawab kadita menoleh ke arah windy yang tidak mengerti maksud dari ucapan wilda.


"iya penjelasan,jelasin sama gue.apa yang kalian rahasiakan dari gue." ucap wilda yang penasaran. karna dari kemarin-kemarin dita dan windi sibuk cerita ini itu yang wilda ga tahu.


"dih kepo... hahah" jawab kadita.


"dita, rese ya lo. " ucap wilda kesal.


"dah ah gue mau iket rambut dulu. " ucap kadita yang langsung pergi untuk mengikat rambutnya seperti biasa.


setelah selesai ia kembali ketempat semula, tapi belum sampai ke tempatnya mas imam datang.


"dit... "


"iya mas. "


"tolong salin kebuku laporan yang gede ya. "


"oke.. pulpenya? " ucapnya sambil menyodorkan telapak tangannya.

__ADS_1


kadita pun menuju meja tempat buku-buku laporan dan mulai menulis apa yang di perintahkan mas imam.


saat sedang fokus membuat garis-garis seorang pria dengan seragam kemeja lengan pendek warna hitam garis kancing dan lengan merah berdiri tepat di samping kadita.


karena terlalu fokus, kadita tak menyadari kehadirannya membuat pria itu merasa di abaikan.


sibuk dengan pikirannya pria itu tak sengaja menyenggol lengan kadita yang sedang membuat garis.


ssreett


dengan rasa kesalnya kadita ngomel tanpa tau siapa pelakunya.


"yaaahhh.. kecoret kan, gimana sih nyeb..... "


kadita pun menghentikan ucapannya setelah tau siapa orang yang sedari tadi berdiri dan merusak kerjaannya. wajah yang penuh emosi langsung berubah dengan merasa malu.


"eh maaf maaf gak sengaja. sini di hapus. " ucapnya sambil menghapus dengan tipe-X.


hidung kadita yang mancung hampir menempel dengan pipi putra membuat jantungnya berdegub tak karuan.


"nih sudah di hapus. " ucapnya sambil menoleh begitu saja hingga pipinya menempel tepat di mulut kadita. kadita langsung berdiri dan langsung membereskan buku dan alat tulisnya ia langsung membawanya ke dalam dan tak lupa meminta maaf, walaupun ia tidak tahu salahnya di mana. beda dengan putra yang sedikit mengangkat sudut bibirnya.


𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩. batinnya sambil mengelus pipi yang bekas bibir kadita.


𝘢𝘢𝘢𝘢...𝘴𝘴𝘪𝘪𝘪𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢𝘭𝘭𝘭... 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘫𝘢 𝘯𝘪 𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵. gumamnya sambil memukul-mukul mulutnya dan tangan sebelahnya memeluk buku dan alat tulis.


"dita ngapain? " tanya mas imam yang tak sengaja melihat kadita memukul mulutnya.


"eh mas, engga gak papa. " ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"udah selesai? " tanya mas imam.


"belum mas. "


"terus ngapain kamu di sini? "


"ngerjainnya di belakang aja ya mas" pinta kadita yang tidak mau balik ke meja karena putra masih disana dengan buku laporannya.


"jangan.di sana aja ayo. " tangan kadita pun di tarik.


"tapi mas.. "


"ayo." ucap mas imam sambil menarik kadita.


putra yang melihat kelakuan dita dan imam yang seperti adik kaka hanya tersenyum dan geleng-geleng. beda dengan kadita yang tertunduk malu.

__ADS_1


"udah duduk sini, cepat selesaikan. " ucap mas imam mendudukan kadita di kursi besi.


kadita pun segera menyelesaikannya. rasanya sangat salah tingkah. ia berdehem lalu merapikan anak rambut dan menetralkan perasaannya.


__ADS_2