
bastian yang akan kembali ke Bandung tak sengaja melihat wanita yang selama ini memenuhi pikirannya. tak mau melewatkan pemandangan indah di pagi hari, ia pun meminggirtkan mobilnya lalu membuka kaca mobil agar bisa melihat wanitanya dengan jelas.senyuman di bibirpun terbit rasanya ingin sekali menghampirinua dan mencoba berkenalan tapi ia masih takut wanita itu tak mau menerimanya.
mendengar cerita dari adi yang mengatakan kalau kadita cewek yang sulit di deketin.
pandangannya pun terhenti saat ia melihat kadita mengetahui kehadirannya dan segera bastian menutup kaca mobilnya dan melanjutkan perjalanannya menuju bandung.
entah kapan ia bisa melihat kadita kembali.
mungkin ia akan mencoba menghubunginya dan mulai pendekatan lewat pesan atau apapun itu.
menjadi seorang asisten pribadi dari seorang andreas hermawan sangat menyita waktunya. jangankan untuk menemui dan mengobrol dengan kadita. dirinya akan istirahat saja sudah dihubungi untuk mengerjakan sesuatu.
bukan dirinya tidak mau mencoba mendekat, tapi apalah dirinya yang hanya pegawai yang harus patuh pada atasan.
kadita yang di bonceng oleh sang kaka hanya diam memasang wajah kesalnya.
"ga usah di jelek-jelekin tuh muka. " ucap hendri meledek.
"lu apaan sih maen langsung ngomel aja. malau-maluin tau. " jawabnya kesal.
"elo yang malau-maluin.rangkul-rangkulan di tempat rame gitu. lu itu cewe dit, jangan mau aja di rangkul-rangkulan gitu sama cowok. "
"ya bagus dong di rangkul tempat rame. yang bahaya itu di ruangan berduaan.lagian ya, tadi itu gue mau jatoh pas ada dia nolongin ya udah gue pegangan aja di pundaknya. "
__ADS_1
"ngeles aja lo kalau di omongin"
merekapun kembali diam dengan pikiran masing-masing.
𝘨𝘶𝘦 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘭𝘰 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘵. 𝘨𝘶𝘦 𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘥𝘢𝘩-𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘮𝘱𝘢 𝘭𝘰 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘨𝘶𝘦 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘫𝘢𝘥 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘶𝘦 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘭𝘰 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘫𝘢𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘰𝘸𝘰𝘬. batin hendri.
𝘨𝘶𝘦 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘰 𝘥𝘳𝘪𝘬, 𝘭𝘰 𝘪𝘵𝘶 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘨𝘶𝘦 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘣𝘢 𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘣𝘢 𝘳𝘪𝘯𝘪. 𝘭𝘰 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘢, 𝘨𝘶𝘦 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘰.. batin kadita
merekapun sampai di rumah.
"dah masuk lo sana. awas lo maen-maen sama cowok gitu lagi. "
"iya-iya bawel.. " jawab kadita lalu pergi.
"hendri, ko dita sama kamu. " tanya sang mama yang baru saja keluar.
di dalam kamar kadita langsung merebahkan tubuhnya.
"eh windi,,, ya ampun gue lupa udah ninggalin dia. " gumamnya dan langsung mengambil ponselnya.
"𝚑𝚊𝚕𝚕𝚘 𝚠𝚒𝚗𝚍𝚒𝚒𝚒𝚒𝚒𝚒𝚒... 𝚜𝚘𝚛𝚛𝚢 𝚐𝚞𝚎 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚝𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚕𝚘. " kadita
"𝚛𝚎𝚜𝚎 𝚢𝚊 𝚕𝚘 𝚖𝚊𝚎𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚊𝚓𝚊 𝚗𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚒𝚗 𝚐𝚞𝚎. " 𝙬𝙞𝙣𝙙𝙞
__ADS_1
"𝚕𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚕𝚘 𝚔𝚎 𝚝𝚘𝚒𝚕𝚎𝚝 𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝 𝚜𝚒𝚑, 𝚗𝚢𝚊𝚜𝚊𝚛 𝚕𝚘. "kadita
"𝚎𝚑,,, 𝚒𝚝𝚞... 𝚎𝚎𝚖𝚖𝚖... 𝚐𝚞𝚎." windi
"𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚘 𝚜𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊 𝚗𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚒𝚗 𝚐𝚞𝚎 𝚋𝚒𝚊𝚛 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚞𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊. 𝚗𝚐𝚊𝚔𝚞 lo. "kadita
"𝚑𝚊𝚑𝚊𝚑𝚊..... 𝚗𝚐𝚊𝚌𝚘 𝚕𝚘. " 𝚠𝚒𝚗𝚍𝚒
𝚝𝚞𝚞𝚞𝚝𝚝𝚝... 𝚝𝚝𝚞𝚞𝚝𝚝𝚝...
"dih ni anak main tutup aja vonnya. " gumam kadita mulai BT.
ya saat di taman tadi angga datang dengan alasan yang gak masuk akal yang membuat Widi pergi meninggalkannya sebentar.
"daripada BT mending nyuci deh.. urusan besok biar nanti gue jelasin sama mas putra. " clotehnya.
sampai di ambang pintu ponselnya berdering tangda notif pesan.kaditapun tak merespon karna tujuannya kali ini mencuci baju setelah itu istirahat.
selesai mengganti baju kadita mulai dengan pekerjaan rumahnya yaitu mencuci baju.
"gila banyak banget.bener-bener tuh nenek sihir.ngerendem baju ga kira-kira." gumamnya.
kadita sebenernya males dan kesel sama mamahnya yang selalu seenaknya nyuruh tanpa tau orang itu capek atau enggak.
__ADS_1
karna belum punya mesin cuci jadi kadita mencuci dengan tangan dan itulah yang membuat kadita kesal dan merasa lelah sebelum mengerjakannya.
kadita mulai mengerjakan sambil bersenandung menghilangkan kepenatan.walaupun suaranya gak bagus-bagus amat tapi ia terus bernyanyi tak perduli kuping orang sakit atau apa.yang penting asik untuk nya.