SAMPAI JUMPA LAGI

SAMPAI JUMPA LAGI
EPS 16


__ADS_3

"ya elah ta,dari tadi sibuk ngurusin hendpone mulu.gue udah kaya supir lo jadinya." ucap alvin yang seaekali menengok ke arah kadita.


"iya sorry sorry..gue cuman balesin cahat aja ko." jawabnya.


"chat dari siapa sih,pacar lo ya?" tanya alvin yang masih fokus menyetir.


"bukan.biasalah orang pengen kenalan.pacar dari hongkong" ucap kadita dengan bangganya.


"widiiihhhh,,,gaya lo so keren.. " ucapnya becanda dengan nada yang meledek.kadita langsung merubah posisi duduknya menghadap alvin.


"idiiihhh,,emang gue keren..dan lo tahu ya.gini-gini banyak yang mau jadi pacar gue,,tapi....." alvin segera memotong omongan kadita.


"lo maunya sama gue...hahah" ucap alvin sambil menengok ke kadita dan tertawa puas.


"pede lo..itu dulu,,masih aja di bahas." jawab kadita sambil memukul lengan alvin.


alvin terus tertawa karna puas meledek sahabatnya yang satu ini.


"eh kemaren lo di jemput siapa. kasian lo si bang tama mukanya BT gitu. "


"itu si hendri biasa overprotective banget.. "


"jadi kemaren yang jemput bukan pacar lo? "


"ya bukan lah, lo kan tau gue jomblo ngenes. gue juga mikirin terus sumpah ga enak banget gue sama dia. kayanya dia marah deh sama gue. "


"sok tau lo. "


"ih beneran Alvin.. biasanya dia itu senyum sama gue ini mah jutek banget mukanya. "


"ya lu jelasin aja sama dia kalau yang kemarin itu kakak lo. "


"idih, malu amat gue. asal lo tahu ya, dia itu cowok yang super duper dingin. ketemu aja cuman senyum doang.trus gue tiba-tiba dateng terus jelasin,,hellooooowww siapa gue. " jawab kadita yang greget.


*****


sedangkan di suatu tempat seorang pria sedang greget karena pesan yang ia kirim tidak ada balasan dan telpon pun ga ada jawaban.sulit untuknya mengambil hati wanita ini.banyak wanita di luar sana yang menginginkannya hanya dengan senyuman dan sedikit rayuan tapi beda dengan kadita.


"sepertinya gue harus susulin mereka deh.eh tapi gue juga ga tau Alvin bawa kadita kemana. "gumamnya sambil memutar-muta handponenya.


Ting Tong... Ting tong...

__ADS_1


suara bel memecahkan kegundahan nya.putrapun segera keluar kamar dan menuruni tangga.


Ckleekk....


" om Edward..ayo silahkan masuk om. " ucap putra dengan sopan.


om Edward pun segera memasuki rumah petakan yang di tempati putra.


"gimana kabar kamu nak? "


"baik om.om sendiri gimana kabarnya.? "


"yah ,,seperti yang kamu lihat. " jawabnya diakhiri dengan senyuman.


"tam,kedatangan om kesini hanya ingin mengajakmu untuk ikut bekerja dengan om. kebetulan om di beri kepercayaan untuk merekrut satu orang yang bisa di percaya untuk mendampingi putranya yang akan mengelola perusahaannya di bandung. "


"tapi om, tama sudah nyaman kerja di sini. "


"tama, om ngerti. tapi kamu harus pikirkan kesehatan ibumu. ia selalu kesepian. dan perkerjaan yang om tawarkan ini sangan bagus untuk kehidupanmu.apa kau tidak mau tinggal lebih dekat dengan ibumu. "


"tama butuh waktu untuk memikirkannya. "


"baiklah.hanya itu saja yang om sampaikan. om pamit, jaga dirimu baik-baik." ucapnya seraya menepuk pundak putra.


*****


alvin dan kadita telah sampai di khosan sintya.


"lo mau ngapain?" tanya dita yang melihat alvin turun dari mobil dan masuk.


"ya ke kosan tya lah" jawab alvin yang bingung sama pertanyaan dita.


kaditapun nenghembuskan nafas dengan kasar dan melipat tangannya ke depan dadanya lalu menghadap alvin.


"baca." ucap kadita dengan menunjuk dengan kenapanya ke arah tulisan yang tertempel depan pintu.



setelah membacanya alvinpun menoleh kearah kadita dan nyengir.


" hehe...saking semangatnya gue sampai ga fokus."

__ADS_1


"alesan..udah sana tunggu di mobil." pinta kadita dengan gaya seperti seorang ibu.


"iya bu." jawabnya.


kaditapun mengetuk pintu kost dan tya yang sudah tahu segera keluar.


"lama banget sih..lihat ni makeup gue udah luntur." ucap tya dengan wajah yang di buat buat kesel.


"tuh orang yang bikin telat." jawab kadita sambil menunjuk ke arah alvin dan yang di tunjuk hanya tersenyun sambil melambaikan tangannya.merekapun segera masuk ke dalam mobil.


"betah banget lo temenan sama dia." ucap tya meledek dan segera duduk di depan.


"ya lumayan lah buat nganter gue kemana-mana." jawabnya dengan santai.sedangkan alvin hanya melirik lalu menggeleng.


alvin ga pernah marah dengan apa yang kadita ucapkan,karna mereka berteman sudah sangat lama jadi mereka sudah tau gimana sifat masing-masing.


merekapun sampai di sebuah restoran sederhana.tya dan kadita turun lebih dulu dan alvin langsung keluar dari mobil untuk menyusul mereka.


"bener-bener ya kalian ga nganggep gue banget." ucap alvin yang sudah berdiri di samping tya.


"eh sepertinya di situ tempat yang nyaman deh untuk kita." kadita yang menunjuk meja yang berada dekat taman dan danau.alvinpun langsung mengiyakan.


sesampainya di tempat yang di tunjuk merekapun langsung memanggil pelayan restoran untuk memesan menu.


"kalian mau pesan apa?" tanya alvin


"mmmm...spaghetti deh sama ice lychee tea" jawab tya yang menoleh pada kadita.


"ya gue ngikut tya aja." ucap kadita


"kita pesan spaghetti 3sama ice lychee tea 3." ucap alvin.


setelah mencata pesanan pelayan itu pun pergi.


tak lama pelayanpun datang dengan membawa apa yang mereka pesan.


"terimakasih" ucap kadita pada pelayan dengan sopan.


merekapun menikmati makanan sambil bercerita masa-masa kecil dulu yang penuh dengan kebodohan dan memalukan.seperti surat-suratan,mencontek,minta di kerjain tugas sekolahnya.dan di antara mereka bertiga alvinlah yang sering di manfaatkan oleh tya dan dita.


alvin yang saat itu menjadi murid pindahan entah kenapa dia mendekatkan dirinya dengan kadita.

__ADS_1


__ADS_2