SAMPAI JUMPA LAGI

SAMPAI JUMPA LAGI
EPS 19


__ADS_3

waktupun terus berlalu dan waktu makan siangpun tiba.seperti biasa kadita dan temannya selalu keluar gedung dulu untuk membeli minuman setelah itu baru ke kantin untuk makan siang.


saat melewati divisi G seseorang memanggil kadita


"dita"


"eh wijaya,ada apa?" tanya kadita.windy dan wildapun ikut berhenti dan berdiri didekat kadita.


"kamu mau ke luar ya?" jawab wijaya.


"iya"


"aku nitip minum ya"


"minuman apa?" tanya kadita.


"apa aja deh samain aja sama kamu"


"oke"


kadita dan 2 temannya melanjutkan perjalanan keluar gedung.


tak butuh waktu lama untuk keluar membeli minum karna waktu istirahat hanya sebentar.


mereka bertiga pun ke kantin dan segera mengambil jatah makan siang.


"eh udah yu masuk pengen rebahan nih" ucap winda yang sudah lelah karna winda dan nuri di pindah ke divisi lain.


sesampainya di dalam wijaya sudah menunggu pesanannya.


"udah dari tadi?" tanya kadita pada wijaya karena takut wijaya menunggu lama.


" engga ko,baru aja masuk" jawab wijaya.


karna tidak enak sama wijaya akhirnya kadita duduk menemani wijaya.merekapun ngobrol dan becanda canda.mereka seperti sepasang kekasih istirahat selalu menyempatkan waktu untuk mengobrol berdua.

__ADS_1


sedang asik-asik mengobrol bel masukpun berbunyi.wijaya kembali ke tempat kerjanya dan kadita kembali ke belakang untuk melanjutkan acara kebersihan tadi.


divisi lain sudah sibuk menjalankan mesinnya masing-masing dan segera kembali produksi,beda halnya dengan divisi C yang nyantai tapi beda dengan atasannya yang ingin segera selesai dan lanjut produksi barang yang suda menumpuk.


drrrttt...drrrttt....


kadita merasakan adanya getara di saku celana tapi dia abaikan dan fokus pada apa yang sedang dia kerjakan karna dia tidak mau kena omel atasannya karna main Hp di jam kerja.


telponnya terus bergetar dan kadita tetap tidak menyentuhnya bahkan sekedar untuk melihatnya saja dia tida lakukan.


siapa sih yang ngubungin gue di jam kerja seperti ini,apa dia seorang pengangguran sehingga dia tidak tahu jam kerja seperti ini. batin kadita.


drrttt....ddrrtt...


bunyi pesan masuk.karena penasaran kaditapun ijin ke toilet agar bisa membuka pesan tersebut.


sesampainya ditoilet kadita buru-buru merogoh kantung celananya.


"nomer baru...siapa?" gumamnya sambil membaca isi pesan tersebut dan membalasnya.


08127608xxxx


[ hay ]


kadita


[siapa?]


08127608xxxx


[orang]


dengan jengah kadita membatin


gue juga tau lu orang,maksud gue nama loe.sia-sia gue ke toilet cuman buat 𝘣𝘢𝘭𝘦𝘴 chat dari orang ga jelas. batinnya.

__ADS_1


kadita pun ga ada niatan untuk membalas chatnya dan kembali ke tempat kerjanya.baru selangkah ponselnya kembali bergetar bukan tanda pesan melainkan panggilan telepon.


𝘺𝘢 𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘪𝘩... kadita kembali mengunci pintu toilet dan dengan malas ia menjawab panggilan itu.


"𝚑𝚊𝚕𝚕𝚘"


"𝚑𝚊𝚢."


𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘴𝘮𝘢𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢.. 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘴𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘢𝘪𝘳 𝘺𝘢.. 𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘢𝘪𝘳 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘶𝘯. batin kadita.


"𝚑𝚊𝚕𝚕𝚘 𝚍𝚒𝚝𝚊, 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚍𝚒 𝚝𝚘𝚒𝚕𝚎𝚝 𝚔𝚊𝚗? "


𝘥𝘪𝘩 𝘯𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘰 𝘵𝘢𝘶 𝘨𝘶𝘦 𝘥𝘪 𝘵𝘰𝘪𝘭𝘦𝘵... 𝘸𝘢𝘢𝘢𝘩𝘩𝘩 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯 𝘯𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨. "gumamnya sambil mengedikan tubuhnya ngeri.


" 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚔𝚒𝚛 𝚖𝚊𝚌𝚎𝚖-𝚖𝚊𝚌𝚎𝚖 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚊𝚗𝚎𝚑-𝚊𝚗𝚎𝚑 𝚍𝚒𝚝... 𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊."


kadita pun langsung menjauhkan ponselnya. 𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘯𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪. 𝘨 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘨𝘶𝘦 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘥𝘪.


"𝚎𝚎𝚔𝚔𝚑𝚑𝚖𝚖... 𝚊𝚑 𝚒𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚜 𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚙𝚊? "


"𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚍𝚒. 𝚊𝚔𝚞 𝚐𝚊 𝚝𝚊𝚞 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞. "


𝘴𝘪𝘢𝘭, 𝘱𝘢𝘬𝘦 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘴 𝘭𝘢𝘨𝘪. gumamnya.


"𝚊𝚑 𝚒𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚜 𝚐𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚙𝚊. 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚞𝚕𝚞 𝚢𝚊, 𝚒𝚗𝚒 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚐𝚎𝚍𝚘𝚛-𝚐𝚎𝚍𝚘𝚛" ucapnya bohong .


setelah telpon di tutup kadita menggenggam ponselnya dan menempelkan genggaman ponselnya di depan dada lalu ia menarik nafas yang tiba-tiba menjadi sesak.


sekembalinya kadita membuat Winda merasa aneh dengan sikap kadita yang begitu bahagia.


"dit lo kesambet setan toilet ya..daritadi senyum-senyum sendiri." ucap winda.


"ngaco..emang iya.prasaan gw ga senyum-senyum tuh." jawab kadita mengelak karna malu.


"yyaahhhh aneh lu." ucap winda sambil mengedikan bahunya.

__ADS_1


lain halnya dengan seorang pria yang baru saja berbalas menghubungi kadita.perasaan uring-uringan karnakadita seperti menghindarinya. .


__ADS_2