
hari ini pak romi datang dan menyuruh karyawan divisi C untuk berkumpul.
"hari ini saya akan perkenalkan kepala bagian kalian.ini pak imam,dia akan menjadi kepala bagian kalian."
imutnya. bergumam dalam hati
"hey,masih muda banget ya k imam." winda mulai heboh
semua sangat antusias dengan pak imam,bahkan gelas bekas minumnya pun di rebutin oleh kadita dan teman-temannya.
saat sisilia sedang membereskan barang mas rana menghampiri
"sil,gimana kerja di Sini enak ga?" tanyanya rana sambil tersenyum
"eh iya,enak lah mas.karyawannya pada baik lagi."jawab sisil sambil tersenyum.
mas rana,kariawan dari divisi G yang di tarik ke divisi C.
saat istirahat, nara cerita.
"kemarin aku ke citra beli baju,ternyata rame ya bagus-bagus." ceritanya dengan antusias
"ini baju barunya." sambil menarik baju nara
biasa aja tuh ga ada bagus-bagusnya. gumam sisil.
"eh iya,kemarin bara nanyain kamu."
"aku,buat apa?bukannya dia naksir sama winda ya.?" jawab sisil dengan bingung
sisil merasa bingung mendengarnya,karen abaru saja kemarin minta no winda,eh sekarang alah nanyai dirinya.
tapi sisil hanya menutupinya dengan senyuman.
karyawan semua kembali bekerja,seperti biasa mas rana selalu menghampiri sisil seperti tak mau pisah.
sisil sendiri merasa risih dengan tingkah laku mas rana,karena sisil tau kalau nara menyukai mas rana.
***
__ADS_1
saat di rumah,sisil ingin bercerita tentang kejadian di pabrik tadi.tapi seperti biasa sang mamah tak perna menjadi pendengar yang baik dan selalu memotong pembicaraan.
"mah tadi mas rana ngedeketin aku terus dan kayanya si nara marah deh.diakan suka sama mas rana."
setelah cerita panjang lebar wajah sisil berubah menjadi murung,karena lagi-lagi sang mamah membicarakan hal lain pada adiknya tanpa berniat untuk merespon apa yang sudah sisil ceritakan.
karena sudah terbiasa di abaikan oleh sang mama, sisil hanya mencoba kuat dan segera pergi memasuki kamarnya.
sudah cukup tersiksa sisil dengan sikap snag mama yang dari dulu tak perna perhatian.
sesampainya di kamar sisil langsung menangis menumpahkan kesedihannya di balik selimut.
hpnya berbunyi.ternyata ada sms dari no yang tidak dia kenal.
π©08528876****
Asalamualaikum neng
^^^π¨πΌπ£ππ^^^
^^^Wa'alaikumsalam!!^^^
^^^ini siapa ya?^^^
π©08528876****
Sepupunya nara.
obrolan Chat merekapun berlangsung sampai larut malam hingga membuat sisil lupa akan kesedihannya.
*****
seiring berjalannya waktu sisil dan bara semakin dekat tapi tak ada status hubungan yang serius hanya dekat sebagai teman.
tapi kedekatan mereka membuat nara mewanti-wanti.
"sil janji ya?" ucap nara yang membuat sisil kebingungan.
"janji apa?" jawab sisil dengan wajah bingung
__ADS_1
"janji ,kalau suatu saat ada masalah di antara kamu sama bara,jangan pernah merusak persahaban kita ya." penjelasa nara yang penuh ke khawatiran.sisil sendiri hanya terkekeh.
kenapa tiba-tiba dia berkata seperti itu,apa karena dia takut aku merebut perhatian bara.lagian kan gue sama bara cuma temenan.aneh. kata hati kadita
saat semua sedang mensortir,sisil selalu bertanya pada QC karna dia takut ada yang salah dalam pengecekan.karna sisil orang yg crewet kalau sudah dekat,jadi ada saja yang di bicarakan.yang awalnya cuman nanya jadi ngobrol panjang lebar.bahkandirinya sering jadi tempat curhat teman-temannya
nara yang memperhatikan interaksi sisil dengan QC yang bernama agungpun mendekat dan bertanya.
"dit,gimana sih biar bisa ngobrol sama mas agung?" bisiknya
"hehehe,,ya tanya aja,mas yang gini oke ga.kamu sih diem aja." jawab sisil sambil menunjukan barang yg di sortir.
dengan fisiknya yang jauh berbeda dengan sisil membuat nara tidak yakin kalau respon mas agung akan sama seperti saat sisil yang bertanya.
secara sisil gadis yang cantik dengan tubuh yang mungil dan kulit kuning langsat.
sedangkan nara yang bertubuh gemuk dengan kulit coklat kusam.
setelah mendengar apa yang sudah sisil ajarkan, nara pun kembali ke tempat kerjanya dan kembali mengecek barang.
angga keluar menghampiri sisil yang sedang membereskan barang.
"sil,nanti pulang sama siapa?" tanya angga.
"ga tau,kalau naik angkutan umum lewat mana ya?"
"udah bareng gue aja,gue lagi bawa motor." ajakan angga sambil tersenyum
tanpa berfikir lagi sisil langsung mengangguk.
hilda yang sedari tadi memperhatikan sisil mulai mendekat dan bertanya.
"sil hari ini pulang sama siapa?"
"sama yang tadi pakai baju putih itu." sambil menunjuk ke angga yang sedang berdiri didekat kompayer.
"dih,kamu kaya jal**g ya.tiap hari ganti-ganti terus." ucapnya dengan sinis.
sisilpun hanya tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
sangat malas untuk menanggapi orang yang seperti itu lagian memang salahnya juga sih yang dari pertama masuk perusahaan ini setiap pulang sisil selalu diantar dengan berbeda laki-laki.bukan inginnya seperti itu, tapi para lelakilah yang menawari tumpangan.
karena sisil gak tahu jalan jadi ia terima-terima saja ajakan para lelaki