SAMPAI JUMPA LAGI

SAMPAI JUMPA LAGI
BAB 22


__ADS_3

"vin, Kira-kira siapa ya yang kirim surat tadi? " tanya kadita penasaran pada alvin yang sedang menyetir.


"mungkin penggemar rahasia lo kali"jawab Alvin sambil menoleh kearah kadita.


"aneh.hari gini masih pake surat-suratan gitu. apa dia masih ABG. " ucap kadita yang memiringkan tubuhnya untuk menghadap Alvin yang sedang menyetir.


"udah ga usah di pikirin. nanti yang ada lo sakit terus ga bisa kerja nyokap ngomel lagi. " ucap Alvin sambil mengelus puncak rambut kadita. kadita mengangguk dan menatap jalanan kembali


𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘭𝘰 𝘵𝘰𝘭𝘢𝘬 𝘨𝘶𝘦 𝘥𝘶𝘭𝘶. 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘭𝘰 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘨𝘶𝘦 𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪..... batinnya.


merekapun sampai di pekarangan rumah kadita.


"ta, kayanya habis ada tamu deh. " ucap Alvin setelah melihat mobil Alphard hitam keluar dari pekarangan.


"kayanya.paling temen bokap. lo ga mampir lagi nih. "


"lain kali deh. banyak tugas kampus gue. " kadita hanya mencebiskan mulutnya.


setelah kepergian Alvin kadita langsung masuk.


"tumben pada kumpul jam segini? " tanya kadita yang melihat kedua orangtuanya dan dua kakanya yang sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"iya nih tadi ada bibi yang di cilegon. dan kebetulan kakak kamu lagi mampir kesini. " tutur sang ayah menjelaskan.. sedangkan sang kakak laki-laki memasang wajah ketidaksukaannya pada jawaban sang ayah. ia pun beranjak pergi dengan wajah yang memerah menahan emosi.hingga tubuhnya menyenggol kadita dengan keras.


"dih kenapa tu orang. gitu amat mukanya. " ucap kadita yang merasa aneh dengan sikap kakanya itu.


"udah gak usah di pikirin. kakak kamu kan emang gitu. " ucap sang mama.


"ya udah dita ke kamar dulu ya." ucapnya yang di angguki oleh keluarganya.


****


sesampainya di rumah hendri pun langsung memasukan memotornya. sang istri yang sedari tadi menunggu kepulangannya langsung meraih jaket yang baru saja di lepas dari tubuh sang suami.


"gimana keputusannya? " tanya rini dengan hati-hati.


"semuanya setuju, untuk menyerahkan dita pada neneknya. " jawabnya dengan wajah yang sendu.


"ya udah, mungkin ini jalan yang terbaik buat kita semua. lagian dita juga kan di sana bersama keluarganya juga. "


"ya, kamu benar. tapi aku masih gak rela buat ngelepas dita.dari kecil aku yang selalu mendampinginya. mengajarkan naik sepeda, menemani dia makan, mengajarkan naik motor. dia pun juga gitu selalu ada saat aku minta di temani untuk belanja.berat buat aku jauh dari teman sekaligus adik."


hendri pun menangis mengingat masa-masa dita kecil dulu yang selalu patuh dengan apa yang hendri ajarkan.

__ADS_1


diantara sodaranya yang lain, hendri lebih dekat dengan kadita. menurut hendri kadita itu cerminan dirinya, karena hobi dan sifat mereka sangat mirip.bahkan kadita sering di suruh menemaninya bermain futsal. itulah yang membuat hendri sangat mempertahankan kadita untuk tetap di lingkungannya.


"tapi mas, kamu juga harus pikirin kesehatan ayah. hanya dita yang bisa menolong pengobatan ayah. mungkin kalau kadita tahu, ia juga pasti akan memilih ikut dengan neneknya karena dita sangat menyayangi ayah. apapun akan ia lakukan demi ayah. " ucap Rini yang mencoba menenangkan sangat suami.


"ya kamu benar. ya udah kamu jangan ikut memikirkan masalah ini. takutnya jadi stres kan kasian dede bayinya." ucap ka hendri sambil mengelus perut buncit sang istri.


sedangkan di sebuah rumah petakan Alvin sedang asik menertawakan kelakuan sahabatnya yang sangat alay dan gak tau umur.


"berhenti untuk ngetawain gue. "


"hahaaha... lagian lo pake surat-suratan gitu. bukan samperin. "


"mana berani gue. nanti yang ada di kira mata-matain dia lagi. "


"serah lo deh bang.. gue dah ngasih saran jadi semua keputusan ada di lo. " ucapnya sambil bergegas pergi.


putra pun merenungi omongan sangat paman yang akan membawanya kerja di tempat yang bagus dan gajihnyapun cukup memuaskan. tapi yang di pikirkannya, apa ia sanggup untuk pergi jauh dari kadita atau berhubungan jarak jauh...


putra pun di buat bingung dengan semuanya.


disisi lain ia harus membiyayai pengobatan sangat ibu tapi ia juga gak bisa jika harus berpisah dengan kadita, wanita yang ia taksir saat pertama kali bertemu.

__ADS_1


__ADS_2