
mereka sampai di pasar pagi.disana sudah ramai orang-orang berlalulalang.
"win kita nyari sarapan dulu yuk." uaul kadita.
"ayo,kebetulan gue juga belum sarapan." jawab windi.
mereka menuju pedegang ketoprak.
"bang ketopraknya 2 ya" pintanya.
"iya neng" jawab sang pedagang.
****
sedangkan di sebuah toko baja
seorang pria sedang memandangi sosial media yang tertera di layar ponselnya. ia sedang menunggu balasan pesan dinding yang sudah ia kirim dua hari yang lalu.
saat akan mengetik pesan pada seseorang pintu ruangannya diketuk seseorang.
Tok....Tok....Tok.....
"masuk" ucapnya.
masuklah Sang karyawan. pria bertubuh tinggi dengan warna kulit hitam manis.
"maaf pak, di depan ada tuan bastian. "
"suruh dia masuk"
tak lama bastianpun memasuki ruangan pemilik toko baja.
"bang,kapan datang? silahkan duduk" tanya adi sambil berdiri dan menghampiri bastian.
"seminggu yang lalu..gimana kabar lo?"
"aaaiissshhh,,sudah seminggu di sini kenapa baru ngunjungin sekarang.seperti yang abang lihat" jawab adi sambil menyimpan ponselnya di atas meja.
bastian yang tak sengaja melihat sebuah foto profil wanita cantik yang ia kenali.
__ADS_1
"lo kenal sama dia ?" tanya bastian penasaran.adi pun mengikuti arah pandangan bastian yang mengarah pada ponselnya yang masih menampilkan profil seorang gadis.
"hah,,ini temen sekelas gue waktu SMP. udah dua hari gue ngirim pesan di sosmednya tapi ga ada balesan sampai sekarang. emang___....." ucap adi terpotong oleh pertanyaan yang diucapkan bastian.
dengan penasaran dan terkejut bastian kembali bertanya.
"pesan? dua hari?... lo ngirim pesan apa sama dia?"
gak, gue gak boleh keduluan. aahhhh sial, adi pasti sudah sangat dekat dengannya. secara mereka teman sekelas saat itu.... bastian sudah berpikir yang tidak-tidak..
"cuma info reunian.gue nanya dia mau ikut ga, eh tapi ga di balas-balas.emang kenapa sih, ko lo kayanya kaget gitu. "
nomer, ya adi pasti punya nomernya....clotehnya dalam hati.
"hehehe... gak papa... kenapa ga coba telpon atau kirim pesan lewat nomernya aja. "
"baru aja gue mau kirim pesan di ponselnya, eh abang datang. ya udah bisa di lanjut nanti. lagian kan acaranya juga masih lama."
bastianpun mencoba memberanikan diri buat meminta nomernya.
"Mmm.. di boleh gue bagi nomernya? " adi pun langsung menoleh. ada apa kakak sepupunya ini minta nomernya kdita yang jelas-jelas belum pernah ketemu bahkan kenalanpun belum.
"eemmm, jadi gini di. abang itu udah lama naksir kadita saat pertama kali ketemu. tapi sampai sekarang abang ga tau cara buat PDKT sama dia. kebetulan dia temen lo dan lo punya nomernya. "
"ya benar lo? " tanyanya memastikan.
"iya lah masa gue bohong. kenapa? lo naksir dia juga? " tanyanya to the point.
"ya engga lah. kita itu walau sekelas tapi ga pernah bertegur sapa. " jawabnya meyakinkan.
"haa.. mana ada temen sekelas kaya gitu. "
"adalah.. dia itu ga akan mau ngomong kalau ga di awali sama kita..dia itu orangnya akan diam seribu bahasa kadang dia juga akan menjadi orang yang crewet dan galak .. unik kan? "
"waaahh ternyata lo tau betul ya tentang dia? "
ya, gue emang tahu semua tentangnya. karena gue pernah menjadi bagian dalam hidupnya..... batin adi dengan rasa penyesalannya.
"lo mau gue bantu combangin gue gak? " tanya bastian.
__ADS_1
"maaf bang, kalau buat nyomblangin gue ga bisa tapi kalau nomer nya gue kasih sekarang juga. " jawab adi yang sudah tidak tenang.
"ga asik lo. "
di taman kadita dan Widi sudah menerima
pesanan dan mereka langsung menyantapnya dengan di selingi obrolan-obrolan receh.
"dit kayanya Wijaya itu naksir deh sama lo. " kadita menggeleng mendengarnya.
"dan gue ga akan nerimanya "
"kenapa.dia ganteng, baik, shalatnya juga rajin. " tanya windi
"terus gue harus jadi pelakor gitu. "
"ya elah dit.baru pacaran kali belum nikah."
"tunangan cantik.. masih banyak ko cowo jomblo yang naksir gue. jadi ga perlu tuh rebut-rebut punya orang. " jawab kadita tetap pada pendiriannya.karna dia pernah menyaksikan mamanya di tinggal sang ayah karena pelakor ya walaupun ayahnya sudah tobat sekarang.
widi hanya menggeleng-geleng mendengarnya.
"cckk...sombongnya sohib gue. " ucap widy.sedangkan kadita hanya tersenyum bangga dan menoleh untuk melihat suasana taman yang dipenuhi orang yang sedang berjoging. perhatiannyapun teralihkan oleh mobil hitam yang terparkir di sebrang jalan yang tak jauh dari tempatnya makan.
mobil itu lagi.... seorang pria.. siapa dia...batinnya.
kadita hanya melihat sekilas karena kaca mobil sudah tertutup dan kadita hanya melihat rambut dan mata yang tertutup kacamata hitam.
Widi yang sedaritadi mengoceh tak mendapat respon langsung menoleh dan mendapati Sang sahabat sedang bengong menatap jalanan...
"weeeyyyy,,, malah bengong. "
"eh, iya. apa lo ngomong apa tadi. "
"dih parah lu... gue daritadi ngoceh ga ada yang lu denger... lu liatin apa sih. " kadita hanya tersenyum masam dan menggeleng.
"engga, gak ada apa-apa... tadi ada cowok ganteng banget makanya gue fokus liatin ke sana.. hehehe... "
setelah perut terisi merekapun pergi ke pasar pagi dan keliling ketempat perbelanja. niatan untuk joging pun hilang entah kemana...
__ADS_1