SAMPAI JUMPA LAGI

SAMPAI JUMPA LAGI
EPS 20


__ADS_3

lima menit lagi jam kerja selesai,semua kariawan sibuk membersihkan diri dari debu dan kotoran.seperti biasa toiletpun penuh dengan orang-orang yang sedang mencuci tangan,cuci muka seperti yang di lakukan kadita dan temannya.mereka selalu mencuci muka dan di lanjut mengolesi sedikit bedak atau day cream dan tak lupa lipstik.


walaupun kerja sebagai karyawan pabrik mereka tidak ingin terlihat kucel saat keluar dari gedung ini.mereka selalu ingin terlihat fress dan wangi.


"dit lo balik ke kontrakan gue lagi ga?" tanya windi sambil merapikan rambutnya.


"ga deh kayanya.gue mau langsung balik aja.gue nitip baju sama sendal gue ya " jawab kadita yang sudah rapi dan wangi.


"lu balik nebeng anwar lagi?"


"gak,gue di jemput sama kakak gue.yuk keluar bentar lagi bel pulang."


tak lama bel pun berbunyi.semua kariawan berhamburan keluar.di depan cekrol sangat ramai dan berdesakan.


saat kadita mundur untuk menunggu antrian untuk cekrol dia melihat wijaya yang bentar lagi selesai untuk cekrol,kadita yang tadinya enggan untuk berdesakan akhirnya maju dan menyalip yang lain karna badannnya yang kecil memudahkan dia untuk selap selip.


"haii..." sapa kadita yang sudah berada di samping wijaya.


"eh dita,mana yang lain biasanya kalian ga pernah pisah"


"mereka masih di belakang.aku tadi duluan soalnya kakak aku dah nungguin di depan." jawab dita.


"oh kamu di jemput?" tanya wijaya yang di balas anggukan oleh kadita.


sesampainga di gerbang kadita dan wijaya pun berpisah.kadita ke arah kanan menuju tempat kakaknya menunggu,sedangkan wijaya ke arah kiri menuju tempat kakaknya memarkirkan motornya.


setiap shif pagi wijaya selalu berangkat dan pulang bareng dengan sang kakak yang bekerja di pabrik yang sama bedanya wijaya kena shif dan kakaknya non shif jadi mereka pulang bareng kalau shif pagi saja.


kadita yang sudah di samping kakanya langsung tersenyum manis agar kakaknya tidak marah karna sudah nunggu lama.


hendri kakaknya kadita paling kesal kalau suruh nunggu.tapi menurut kadita di balik sifat keras kakanya tersimpan rasa kasih sayang dan perhatian yang lebih untuk adik-adiknya.


perna saat itu kadita meminta kakaknya itu untuk menjemputnya setelah main di tempat pacarnya yang sekarang menjadi istrinya selang beberapa menit kakaknya sudah menelpon dan bilang kalau dia sudah di depan gang tempat yang kadita minta untuk di jemput.karna menunggu lama kakaknya itu menghubungi kadita berkali kali dan selalu mengucapkan kata-kata yang tidak enak di dengar tapi kadita menanggapinya dengan lembut dan sabar.


"nyengir..." ucap kakak sambil menyalakan motornya.

__ADS_1


"lo gak kerja?" tanya kadita


"shif 3" jawab sang kakak yang hanya di jawab "Oh" oleh kadita.


tak butuh waktu lama merekapun sampai di sebuah rumah sederhana dengan pagar bambu.


"lo gak masuk dulu?" tanya kadita


"ga lah gue pengen tidur biar gak ngantuk pas kerja" jawab ka Hendri.


"kalau gitu ngapain jemput" ucap kadita yang merasa ga enak karna sudah merepotkan sang kakak.


"kalau gue gak jemput terus lo mau di anter sama cowok mana lagi. mau peluk-pelukblagi lo. " ucap sang kakak tegas.karna sang kakak selalu dapet laporan dari temannya kalau kadita sering di anter cowok yang berbeda-beda


"iisshh....ya kan gue gak bisa nyebrang jadi kebetulan ada yang mau nganter ya udah gue mau aja.lagian yang nganter gue juga bener kok.nganter sampai tempat tujuan.dan satu lagi siapa yang peluk-peluk lagi dih ngaco. " ucap kadita panjang lebar.


"jangan gampang terima ajakan orang apa lagi cowok.mending kalau emang bener baik kalau ada niat jahat gimana.lo itu cewe ta. harus benar-banar jaga diri dan jual mahal dikit kenapa."


"iya iya bawel.udah sana katanya mau lanjut tidur,malah ceramah." ucap kadita mengusir.


bahkan ka Hendri selalu memantau sosmed kadita dan dia tau siapa saja yang coba merayu sang adik.


karna rumah terlihat sepi jadi kaditapun langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya yang sedikit lelah.


"aaahhh....nyamannya.." gumamnya.


selang beberapa menit kadita teringat sesuatu.


tertera di layar telphonya pesan masuk.


mas putra... gumamnya.


setelah melihat nomer tersebut kadita langsung membukanay.


08127608xxxx

__ADS_1


[kamu marah ya?]


dengan semangat empat lima kadita membalasnya,


kadita


[maaf baru bales. ]


[marah kenapa? mas putrakan gak buat salah.]


08127608xxxx


[ah iya..o'iya tadi pacar kamu ya? ]


kadita


[bukan,itu kakak aku . yang kemaren di taman itu.maaf ya aku tinggal]


08127608xxxx


[iya gak papa.lagi apa?]


kadita


[lagi duduk]


08127608xxxx


[oh.ganggu gak nih?]


kadita


[gak ko]


seneng melihat pesan nya selalu di balas oleh kadita membuat putra semakin semangat untuk mengejar cintanya.apalagi mendengar kalau yang ia kira pacarnya itu ternyata kakaknya membuatnya lega.

__ADS_1


pesanpun berakhir karna kadita harus menerima telpon dari alvin.


__ADS_2