
*Scene berpindah pada Leon *
Leon pun mulai tersadar dan membuka matanya perlahan
"akhhh badanku lemas sekali, sudah berapa lama aku tertidur? Sialan hanya menggunakan dimension saja inti mana ku ruksak apa apaan tubuh lemah ini! Yah wajar saja karena tubuh ini berbeda dari tubuh ku sebelumnya"
Leon pun bangun dari ranjang tidurnya dan langsung mengganti bajunya
"aku sangat lapar tapi dimana ini? Sangat asing bagiku*
Dan seseorang memasuki ruangan Leon
"Kau sudah sadar kakak" Ucap Reina langsung berlari memeluk Reina
"ya kurasa tubuhku sangat enak sekarang tapi Reina apakah kamu tidak apa apa? Mengingat kejadian sebelumnya kau sangat ketakutan"
"aku sudah tidak takut karena selama 2 hari ini aku terus bersama niele dan niele juga yang membantu kakak sampai kesini"
"ah syukurlah kalau begitu, tapi mengapa bocah itu bisa datang membawaku kesini"
"aku belum bertanya padanya"
" ah aku lapar sekali"
"Kau sudah sadar Leon?" Ucap niele
"ya sperti yang kau lihat, ngomong ngomong terimakasih karena sudah membantu ku dan adiku"
"sejak kapan kau menjadi orang yang sopan? Tidak usah di pedulikan lagi pula aku memiliki banyak pertanyaan untukmu"
"haaahh (menghela nafas) sebelum kau mengintrogasiku bisakah kau membawakan makanan? Aku sangat lapar"
"sialan aku bukan pelayan mu"
*kau menolong orang setengah-setengah yah , hei cepat bawakan ketika perutku sudah kenyang aku akan jawab rasa penasaran mu itu"
Niele pun kaget karena Leon mengetahui apa yang ada di pikiran nya
*beberapa saat kemudian*
"eukkk( kenyang) masakan disini sangat enak, tapi ngomong ngomong apakah ini rumah mu?"
__ADS_1
"kakak jangan bicara tidak sopan begitu dia orang yang sudah menyelamatkan kita" ujar Reina
"iyaiya tenang saja, oh iya bisakah kau keluar dulu aku harus berbicara dengan anak tampan ini (ngeledek)" ucap Niele
" iya aku keluar dulu" ucap Reina
Reina pergi keluar ruangan meninggalkan mereka berdua
"yah ini rumah ku satu hari yang lalu kau dipindahkan dari kamp medis akademi kesini"
"mengapa rumah mu sangat sepi ku dengar kau keluarga bangsawan?"
"kakak ku sedang bertugas di istana dan ayahku juga di istana mereka jarang pulang"
"ini sama besarnya dengan rumah Edward sungguh nyaman hidup dirumah besar"
" kau tadi menyebutkan nama Edward apakah aku tidak salah dengar?"
"masih muda pendengaran sudah terganggu"
" BACOOTT"
"iya ,Edward Smith katanya dia juga bangsawan yah, kebetulan aku juga mempunyai hubungan dengan dia , yah dia cukup baik dia juga memberikan ku pin ini (nunjukin pin tamu terhormat keluarga Smith)"
Tiba-tiba mata Leon mengkerut ketika teringat anak Edward yaitu si Andine
"Si cewek bar bar?" (Dalam hati)
"yah begitulah, ah iya aku melupakan sesuatu aku harusnya bertemu dengan Edward, hei apakah kamu mau ikut pergi ke rumah Edward?"
"a-apa kamu serius? (Seneng) aku boleh ikut?"
" ayo pergi sekarang aku juga akan menitipkan Reina beberapa hari di sana"
"lu kira itu panti asuhan hah!"
"oh iya tentang kamu ingin tahu apa yang terjadi antara aku dengan klan shadow, nanti aku dan Edward akan cerita kan semuanya"
"Hah? Apakah sir Edward juga memiliki hubungan dari kejadian yang menimpa Leon dan Reina? "ucap niele dalam hati
*scene berpindah tempat ke kediaman Smith *
__ADS_1
"Dimana kah Leon sekarang ? Sudah 2 hari dia tidak muncul, "ucap Edward ke penjaga
ah mengapa aku harus bergantung dan membuat orang kesulitan dan lagi pula ini sangat memalukan bahwa aku sangat memerlukan bantuan dari bocah berumur 13tahun "ucap Edward
"permisi tuan, saya dapat surat bahwa prajurit yang Anda kirim dari 2 hari yang lalu untuk menjemput tuan muda Leon menemukan bahwa rumah tuan Leon serta adiknya sudah hancur dan di temukan bekas pertarungan dan darah di sekitar rumah itu"ucap prajurit
"a-apa!! Tidak mungkin apakah Leon sudah tertangkap oleh klan shadow? Tidak tidak aku tidak boleh menyimpulkan ini terlalu cepat. "Ucap Edward dalam hati yang sangat panik
"suruh semua prajurit untuk mencari dari sudut hutan2 tersebut"
"baik tuan, kalau begitu saya permisi"
*scene berpindah ke Leon *
"niele kau pergi bawa Reina duluan dan tunggu aku di gerbang rumah Edward aku akan membawa sesuatu dulu (tiba-tiba senyum) "
Niele melihat senyuman Leon langsung merinding
"baiklah aku pergi sekarang"
Niele pun pergi duluan bersama Reina ke kediaman Smith.
"Baiklah sekarang waktu nya mengambil mainan ku kekekk( ketawa kecil)""
Leon pun langsung pergi menuju tengah hutan
"hah hah (lemas) sialan berapa lama lagi aku diam di sini seperti anjing yang sedang di rantai mengapa kakak belum mengirim kan orang untuk menyelamatkan ku! Akhhhh sialan badanku sudah sangat lemas" ucap Eden
"Siapa yang akan menyelamatkan mu? " Ucap Leon menatap dengan hawa membunuh yang sangat kuat
Eden ketakutan dan berteriak meminta ampun dan memohon untuk melepaskan nya namun Leon tidak tergubris dengan apa yang Eden lakukan
"kau ingat ? kau harus melakukan apa yang aku suruh kan?"
"y-ya tuan aku masih ingat (gemetaran)"
"kalau begitu ikuti aku, tenang saja kau tidak akan merasa sakit jika kau mematuhi perintah ku"
*Leon dan Eden pun menuju kediaman Smith*
"Tutupi mukamu dengan tudung mu "ucap Leon
__ADS_1
"sialan sialan sialan lihat saja ketika aku terbebas dari perjanjian jiwa ini maka aku akan mencincang tubuhmu tanpa ampun bocah brengsek"
-Bersambung