
Dirumah ia hanya mempunyai beras karena perekonomian yang susah jadi ia hanya memasak bubur cair untuk Nu long sang buah hati tercinta.
Setelah selesai memasak ia meletak kan bubu cair di mangkuk supaya agak dingin dan bisa segera diberikan kepeda Nu Long yang masih tertidur.Laki-laki itu menghampiri sang buah hati yang masih terlelap dengan mimpi indah sambil berkata.
"Sekarang ibumu telah tiada aku akan merawat mu sendirian dan membahagiakan dirimu Nu Long. walaupun sulit tapi aku tidak akan membiarkan dirimu kesusahan" ucap lai laki tersebut yang tidak lain adalah xiao li ayah dari Nu long sambil meneteskan air mata.
Note : kenapa nama anak nya tidak ambil marga dari ayah ataupun ibu nya karena sebagai bentuk terima kasih mereka kepada tabib wanita yang mau datang saat istrinya melahirkan karena tidak ada warga yang mau menempuh tempat itu.
Tak lama setelah itu Nu long pun terjaga langsung menangis ntah karena Nu long lapar atau pun yang lain nya.
__ADS_1
Xiao li pun panik ia tidak tau kenapa tiba tiba Nu long menangis ia segera mengendong Nu long tapi hasilnya nihil. Nu long masih menangis ia pun melihat pembalut tubuh Nu long karena berfikir mungkin Nu long buang air besar.Setelah di priksa tidak ada apa apa Nu long masih menangis akhirnya Xiao li terfikir akan sesuatu mungkin Nu long lapar Xiao li mengambil bubur cair yang dimasak tadi.
Xiao li pun menyuapkan bubur cair halus itu kepada Nu long sedikit sedikit awalnya Nu long tidak mau memakan nya tapi setelah diberi terus akhirnya mau dan berhenti menangis.
Xiao li merasa lega akhirnya Nu long berhenti menangis dan makan dengan lahap hingga bubur habis.
Hari-hari yang mereka lewati penuh dengan tawa walau hidup serba kekurangan tapi gelak tawa dan senyum tidak pernah luntur dari bibir Nu long dan Xiao li.
Angin berhembus dengan kencang memasuki jendela rumah Xiao li dan Nu long. malam ini langit mendung awan hitam berkumpul menjadi satu.Cahaya kilat disertai petir bersahutan tak lama hujan pun turun lebat mengguyur wilayah itu.
__ADS_1
Malam ini bukan lah hujan biasa lebih tepatnya hujan disertai badai angin yang kencang. hujan disertai badai ini sama seperti 4 tahun yang lalu pada malam Nu long lahir.
Xiao li bergedik ngeri melihat hujan disertai badai malam ini Xiao li segera menutup jendela rumahnya. Nu long bersembunyi di bawah kolong tempat tidurnya karena ketakutan melihat keadaan diluar. Badai tersebut berlangsung sepanjang malam di seluruh desa kumuh.
Pagi pun tiba badai telah berlalu Xiao li bangun membuka pintu alangkah terekejut melihat apa yang telah terjadi tadi malam halaman rumahnya berantakan.
Setelah melihat depan rumahnya berantakan Xiao li menujur dapur saay melihat kondisi dapur Xiao li tambah terkejut. dapur rumahnya tidak ada yang tersisa.
Dapur rumah Xiao li hancur berantakan atap dapur rumahnya beserakan semuanya yang tinggal hanya peralatan yang berserakan sedangkan yang lain nya hancur.
__ADS_1