Sang Legenda

Sang Legenda
PILIHAN TERAKHIR


__ADS_3

Terlihat tangan milik Kiel yang mempunyai kuku sangat tajam menembus dada Mars sehingga jatung milik Mars terbawa keluar oleh tangan Kiel


"Selamat tinggal manusia.. Hahahah! "


Mars yang hanya terdiam dan terlihat matanya akan mulai menutup perlahan.


"Khuhk..(sfx Muntah darah )"


"Jika saja kau menerima tawaran untuk membuat kontrak bersamaku, Kau mungkin tidak akan mati sekarang " Ucap Kiel mencabut tanganya dari dada Mars


Mars pun Langsung jatuh dan tegeletak, Darah yang terus mengalir dari dada Mars tidak berhenti


"Ahh...Mungkinkah aku akan mati sekarang? Ayah! Ibu! Maafkan aku, Aku tidak bisa memenuhi janjiku kepada kalian, Sepertinya sekarang aku akan menyusul kalian" Ucap Mars yang sudah mulai menutup mata dengan perlahan


Mars pun sedikit mengingat masa lalu dimana dia yang sedang berada di rumahnya bersama kedua orang tuanya


"Mars ingat ini baik-baik, Jika kelak kamu sudah dewasa maka tumbuhlah menjadi seorang Kstria yang hebat dan menjadi seseorang yang bisa di andalkan oleh orang lain" Ucap Ayah Mars


Terlihat Mars yang babak belur akibat di bully oleh keluarga bangsawan


"Untuk apa aku melindungi orang yang selalu menindas kita? Bukankah itu sangat bodoh ? " Ucap Mars


"Nak, Mungkin apa yang di katakan kamu itu benar akan tetapi tidak semua orang seperti itu, Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu tanpa melihat apa yang ada di sekeliling kita" Ucap Ayah Mars


"Ayah! Apakah ayah tidak merasa kesal kita terus di tindas seperti ini? Sampai kapanpun aku akan terus membenci semua orang!" Teriak Mars


Ayah Mars pun memegang kepala Mars dan mengelusnya


"Nak, Kau boleh membenci orang yang benar-benar kamu benci, Akan tetapi jika kau membenci semua orang apakah itu tidak terlalu berlebihan ? Jika kau sudah dewasa nanti akan banyak tipe orang yang berbeda-beda yang akan kau temui, Apakah kau berpikir hanya kita saja yang di perlakukan seperti ini ? Bagaimana dengan orang lain yang bahkan mengalami lebih banyak penderitaan di banding kita? Apakah kau juga akan ikut membenci mereka? Ingat jika kau tidak tahan dengan apa yang kau alami sekarang, Maka buatlah perubahan untuk kedepannya dan jika kau tidak ingin melihat hal seperti yang kau rasakan seperti sekarang maka tumbuhlah menjadi seseorang yang bisa melindungi mereka" Ucap Ayah Mars


Mars pun memulai tekadnya untuk menjadi lebih kuat untuk bisa melindungi orang lain yang memiliki nasib yang sama seperti dirinya


Seiring berjalanya waktu Mars tumbuh menjadi seorang Kstria yang kuat dan memiliki jiwa keadilan yang sangat tinggi, Perlahan Mars mendapatkan banyak pujian dan pengakuan dari orang lain, Sehingga dia berhasil membuktikan bahwa status tidak bisa menjamin kehidupan dan masa depan seseorang


Mars cukup membawa pengaruh besar bagi kehidupan di kerajaan, Dia membuat orang yang bukan berasal dari keluarga bangsawan menjadi termotivasi atas pencapain yang dia raih.


Mulai saat itu banyak orang yang menyembunyikan bakatnya karena perbedaan status mulai bermunculan karena Mars berhasil membuktikan jika rakyat biasa juga adalah manusia dan berhak di perlakukan seperti manusia


Kita tahu bahwa banyak sekali Manusia yang tidak memanusiakan manusia, Oleh karena itu Mars berambisi untuk membuat kebebasan bagi seluruh rakyat biasa tanpa harus memikirkan status atau gelar yang dimiliki seseorang.

__ADS_1


"Ayah! Ibu ! Maafkan aku, Aku bangga menjadi anak kalian " Ucap Mars yang menutup matanya sambil tersenyum


Kiel pun langsung mengambil jiwa Mars


"Jangan bodoh, Mengapa sampai akhir kau terus membanggakan usaha dalam melindungi orang yang sudah berbuat jahat padamu ? Kau terlalu munafik pada akhirnya kau tidak memiliki kebebasan mu sendiri, Kau mati terikat perintah para petinggi untuk melindungi diri mereka masing-masing dan para bangsawan yang sudah membunuh kedua orang tuamu " Ucap Kiel menatap jasad Mars yang tergeletak di tanah


Scene berpindah ke Leon dan Niele


"Aku rasa kita harus memeriksa Aura ini" Ucap Leon yang selesai memakan semangka


"Yah, Itu ide bagus" Ucap Niele


Mereka berdua pun pergi mencari sumber energi tersebut.


Namun ketika sedang di tengah perjalanan Leon dan Niele di hadang oleh seorang utusan dari Kerajaan.


"Kalian di perintahkan untuk menghadap kepada Sir Raiden" Ucap utusan kerajaan


"Ada apa pak tua itu memanggil kita ? " Ucap Leon


Mereka pun pergi menuju Raiden


"Salam-" Ucapan Raiden di potong langsung oleh Leon


"Sudahlah cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan ? " Ucap Leon


"Kita sudah membuat sihir pendeteksi dan membuatnya dengan skala yang besar, Namun sihir itu dengan mudahnya hancur" Ucap Raiden


"Hmm...Apakah ada yang menghancurkannya? " Ucap Niele


"Ya, Demon lah yang menghancurkannya, Kita sengaja membuat sihir itu dengan sangat kuat dan meningkatkan reaksi terhadap energi Demon jadi tidak salah lagi bahwa yang meruksak sihir itu adalah para Demon"


"Apa kau sudah melakukan pengecekan ke lokasi dimana sihir itu hancur?" Ucap Leon


"Marshall Hermes dan Mars lah yang memimpin pasukan untuk melawan Demon yang terdeteksi, Namun 6 jam berlalu mereka tidak kunjung kembali"


"Apa!? Bukankah itu sudah sangat lama? apakah kalian tidak menyusul mereka?" Ucap Niele yang sedikit khawatir


"Tidak usah mengirim prajurit lagi, Aku dan anak ini akan langsung memeriksanya"

__ADS_1


Leon dan Niele pun langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata kepada Raiden


Scene memperlihatkan Marshall yang akan hendak berangkat pergi meninggalkan Astaroth


Tiba-tiba sebuah cakaran pun melayang ke punggung Marshall dan membuatnya berteriak kesakitan


"Hahahah...kau adalah satu-satunya manusia yang dapat memojokkan ku setelah orang itu! Apakah kau berpikir aku sudah mati ? " Ucap Astaroth yang telah beregenerasi dengan cepat


Astaroth pun langsung menyerang Marshall yang sedang terluka dengan memukul area tulang rusuknya


"Kheukkk" Marshall yang kesakitan


Semua tulang rusuk yang berada di sebelah kanan semuanya hancur.


Tidak berhenti disitu Astaroth menggunakan sihir miliknya yaitu


"HELL SNAKE BITE " jurus yang mampu menciptakan ular yang terbuat dari Api dan sangat panas yang bisa melilit musuhnya sampai hancur berkeping keping


Marshall pun terlilit oleh ular itu, Dan terlihat Zirah besi yang di gunakan Marshall meleleh.


Kulit Marshall pun sedikit demi sedikit ikut melepuh


"Akhhhh" Teriak Marshall


"Bagaimanapun caranya aku harus terbebas dari lilitan ini! Aku harus mengeluarkan semua yang tersisa dalam diriku sekarang juga " Ucap Marshall dalam hati


"Hoo? Apakah sudah mulai serius?" Ledek Astaroth


"BERSEKER" Teriak Marshall


Seketika tubuh Marshall menjadi lebih kuat dan matanya berubah menjadi biru menyala, Listrik yang menyelimuti tubuhnya dan ular yang sedang melilitnya hancur


Berbeda dengan BERSEKER milik Leon, Yang hanya menguras tenaga dan Mana namun Marshall menggunakan Mode BERSEKER menggunakan energi kehidupanya untuk mengeluarkan Mode tersebut.


Semakin lama berada di Mode tersebut semakin cepat juga dia berada di ambang kematian


"Hahahah ayo kita selesaikan ini dengan cepat manusia !! " Ucap Astaroth yang kegirangan


"MATILAH DASAR IBLIS TERKUTUK" Teriak Marshall yang melesat ke arah Astaroth

__ADS_1


-BERSAMBUNG


__ADS_2