Sang Legenda

Sang Legenda
KESEDIHAN DI KERAJAAN


__ADS_3

Scene Berpindah ke Leon dan Niele


"Leon, Apakah kau merasakan Aura ini! " Ucap Niele


"Ya aku sudah merasakannya daritadi"


"Apa sebaiknya kita memeriksa Aura ini? Aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi"


"Hei ayolah jangan mengganggu ku, Aku ingin bersantai hari ini " Ucap Leon yang sedang memakan semangka


Niele terlihat resah tak karuan dan merasa memiliki firasat yang buruk


"Aku sedikit penasaran tentang keluarga mu, Aku lumayan terkejut ketika kamu bilang Marshall adalah ayahmu, Tapi kamu bersikap dingin kepadanya bukankah bagus memiliki ayah yang sangat terkenal? "


Niele hanya menunduk dan melamun


"Kau benar, Hubungan kami tidak begitu dekat sejak dia berada di Istana, Aku jadi jarang bertemu dengan ayahku karena dia adalah orang yang sangat sibuk, Tapi aku pikir itu lebih baik daripada dia berada di rumah lagipula aku adalah anak dari istri keduanya, Perlakuanya juga sangat keras dan sangat terobsesi dengan kekuatan.


Semua kakakku berhasil mendapatkan pengakuan dari ayahku dan hanya aku saja yang belum di akui olehnya, Karena itu aku dan ibuku tidak dapat perhatian sama sekali dari ayahku dan aku juga di asingkan di rumah yang hanya di tinggali oleh aku dan ibuku saja " Ucap Niele


"Dilihat dari reaksimu, Sepertinya kamu sangat membencinya"


"Sok tahu! "


"Hei nak, Aku sudah hidup beberapa puluh ribu tahun dan memiliki lebih banyak pengalaman di banding kakekmu, Aku sudah melihat banyak sekali orang yang sama seperti mu " Ucap Leon mode bijak


"Tiba-tiba? Apa maksud mu membawa nama kakek ku? Dasar kakek! "


"Aku dan kakekmu lebih tua aku tahu! Dengar ini, dilihat dari situasimu sepertinya kau kesepian dan butuh perhatian" Ucap Leon meledek Niele


"Hei, Kakek moyang aku tidak butuh perhatian! " Ucap Niele yang tampak kesal


"Wkwkwk benar kata bandit yang ngomong si Niele nolep" Author (Bandit yang ngomong ada di epsd 7)


"Dengar, ada banyak sekali orang tua yang memberikan harapan yang begitu besar kepada anaknya tanpa berpikir batasan yang dimiliki oleh anak mereka, Sebagai seorang anak kita juga memiliki kewajiban untuk memenuhi semua harapan yang mereka berikan.


Namun semua kenyataan yang kita harapkan tidak akan selalu berjalan mulus seperti ekspetasi yang kita pikirkan, Meskipun kita sudah berusaha sebaik mungkin dengan harapan kita pasti bisa memenuhi harapan orang tua kita, Namun perlahan rasa lelah, rasa terbenani dan juga merasa tertekan semua itu akan muncul dan membuat kita merasa sangat depresi karena beban yang kita pikul, Seakan kita terikat oleh sebuah tali yang memberikan kita dua pilihan.


Antara kita terus berjuang untuk memenuhi harapan orang tua kita tanpa harus memikirkan diri sendiri atau berhenti berjuang dan membuat kecewa orang tua kita, namun kita terbebas dari semua beban yang kita pikul dan mengabaikan kewajiban kita sebagai seorang anak, Jadi jalan mana yang akan kau pilih? " Ucap Leon


Niele hanya melamun mendengar semua itu

__ADS_1


"A-aku tidak tahu" Ucap Niele dengan pelan


"Semua orang yang sedang mengalami masa-masa itu akan sangat sulit memberikan jawaban, Karena mereka sendiri tidak pernah berpikir untuk kebahagiaan nya sendiri, Mereka terus berjuang tanpa memikirkan kebahagiaan diri sendiri" Ucap Leon


Leon berdiri dan mengambil semangka lagi


"Jika aku bertanya padamu, Jika itu kau jalan mana yang akan kau pilih Leon? " Ucap Niele


"Eung? Jika aku berada di posisi itu maka aku tidak akan memilih satupun " Ucap Leon yang langsung memakan semangka lagi


"Mengapa seperti itu? " Ucap Niele


"Sebagai anak kita memang harus membahagiakan mereka, Namun bukanya terlalu berlebihan jika mereka menuntut kita dan memegang kendali atas kehidupan kita? Ingat jika kau sudah dewasa, Semua keputusan berada di tanganmu.


Daripada aku harus memilih, Lebih baik aku membuat pilihan baru "


"Apa Maksud mu? "


"Sudah kubilang semua keputusan berada di tangan mu, Lakukan apapun yang menurutmu baik dan menjanjikan kedepannya, Ikuti kata hatimu sendiri tanpa harus melakukan apa yang orang ingin kan, Pilihan yang orang tua kita berikan memang semuanya yang terbaik namun terkadang itu bukan berarti yang terbaik untuk kita, Kebebasan! Jika kita bisa membuat jalan sendiri mengapa tidak? Jika kita bisa membuat bahagia diri sendiri dan orang tua kita dengan jalan yang kau buat mengapa tidak? Jadi berhentilah membenci orang tua mu, Mereka memberikan harapan kepada kita bukan hanya sekedar memberikan beban dengan sengaja, Tapi mereka ingin yang terbaik untuk anaknya.


Tinggal kita saja sebagai anaknya untuk membuat pilihan sendiri dengan bijak " Ucap Leon sambil memakan semangka


"Jadi sebenarnya ayahku tidak membenciku?"


Scene berpindah ke pertarungan Marshall dan Astaroth


Mereka bertarung dengan sangat sengit dan membuat area di sekitar pertarungan porak poranda


"Hahaha.. Keluarkan semua kekuatan yang kau punya Manusia!! " Teriak Astaroth yang menangkis semua tebasan pedang dari Marshall


"24 Heaven Sword Art Formation"


Marshall menggunakan 24 Heaven Sword Art Formation yang dimana itu adalah jurus yang bisa memiliki 24 formasi serangan mematikan dan membuat pedang di lapisi Aura yang bisa menebas berlian sekalipun


Marshall langsung menyerang Astaroth dengan jurus itu


"Matilah sekarang!! "


Astaroth terkena semua serangan dari Marshall dan membuat seluruh badanya terbebas oleh pedang Marshall


"Akhh... Ini sakit sialan " Ucap Astaroth yang sedang di serang terus menerus oleh Marshall

__ADS_1


"Crescent moon slash"


Marshall mengakhiri serangan nya dengan tebasan kuat yang membelah tubuh Astaroth menjadi dua


"Hah.. hah.. hah Kheukk (muntah darah) Tenagaku sudah sangat terkuras! Demon ini sangat kuat " Ucap Marshall yang langsung duduk di sebuah batu


Berpindah ke tempat Kiel dan Mars


"Kau pikir aku akan mengikuti mu huh? " Ucap Mars yang tersenyum dan menarik tangan Kiel


Mars pun langsung menarik tangan Kiel dan langsung menusuk leher Kiel menggunakan "WIND SWORD" pedang yang terbuat dari sihir angin


Seketika Domain milik Kiel hancur dan mereka pun kembali ke hutan tempat pertarungan awal


"Bagaimana mungkin kau memiliki kesadaran ketika berada di Domain ku!! " Ucap Kiel yang berlutut sambil memegang lehernya yang tertusuk


"Aku menyadari semuanya ketika kau menerima serangan ku dengan sangat santai, Disitu aku berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan kau tidak tahu bahwa aku adalah tipe Magic Swordman tipe sensor yang bisa mendeteksi keberadaan seseorang yang berada di sekitar ku.


Namun saat kau kuledakan itu bukanlah tubuhmu yang asli melainkan clone bayangan mu dan dari situ aku mengikuti caramu untuk membuat clone, dan benar saja tubuh aslimu berada di balik pohon dan sedang membuat sihir Domain.


Aku membuat 2 Clone bayangan diriku, Clone yang pertama adalah yang kau serang menggunakan hujan apimu dan Clone keduaku yang menyerangmu tiba-tiba dan yang kau bawa ke Domain milikmu"Ucap Mars yang mengangkat pedangnya dan siap memenggal kepala Kiel


Namun ketika hendak memenggal kepal Kiel tiba-tiba Mars tidak bisa bergerak


"Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak!! "


Tiba-tiba Kiel tertawa dengan sangat kencang


"Hahahah.. sungguh manusia yang hebat! Aku mengakui mu sebagai manusia pertama yang bisa memojokan ku " Ucap Kiel yang langsung berdiri


Mars terkunci oleh sihir bayangan milik Kiel,


Mars lupa bahwa Demon tingkat Atas mampu beregenerasi dengan sangat cepat


"Sialan!! "


''Slebb... (sfx) "


Terlihat tangan milik Kiel yang mempunyai kuku sangat tajam menembus dada Mars sehingga jatung milik Mars terbawa keluar oleh tangan Kiel


"Selamat tinggal manusia.. Hahahah! "

__ADS_1


-Bersambung


__ADS_2