
Semua orang terkejut dengan kehadiran pangeran yang baru saja muncul dari portal tersebut.
Namun mereka juga sadar bahwa, Pangeran sekarang sudah sangat berbeda dengan pangeran yang mereka kenal.
"Astaroth mengamuklah sesuka hatimu ini akan menjadi pertarungan yang sangat seru hahahah" Ucap Azazoth
"Sesuai kehendakmu Yang Mulia" Astaroth pun langsung melesat ke arah Leon
Leon hanya diam dan tidak bereaksi sedikitpun kepada Astaroth yang hendak menyerang nya
Ketika Astaroth hendak merobek wajah Leon, Tiba-tiba Niele sudah berada di samping Astaroth sambil mengayunkan pedangnya
"Lawan mu disini Bangs*t!!!" Ucap Niele
Astaroth pun langsung menghindar, Namun perutnya tersayat oleh pedang Niele.
Astaroth pun heran mengapa kehadiran Niele tidak terasa oleh dirinya
"Aneh! Aku tidak bisa merasakan hawa kehadiran bocah itu!" Ucap Astaroth dalam hati
Astaroth pun menjauh dan luka yang ada di perutnya langsung sembuh
"Sialan kau bocah, Baiklah kalian berdua maju !" Ucap Astaroth
Terlihat para Demon yang lainya pun kembali keluar dari portal tersebut, Jumlah Demon kali ini lebih banyak daripada jumlah sebelumnya.
Leon yang sudah mengetahui ini akan terjadi.
Dia langsung bersiap bertarung Habis-habisan saat itu juga.
"Leon! Serahkan dia padaku, Aku sudah tidak sabar ingin mencincang tubuh makhluk itu!" Ucap Niele dengan penuh dendam
Niele sangat merasa kesal dan muak ketika melihat Astaroth yang berada di hadapannya, Selama ini Niele sudah berlatih bersama yang lainya hanya untuk membalaskan dendam kepada orang yang membunuh ayahnya.
"Semuanya! Mengamuk lah sesuka hati kalian! Dan jangan biarkan para Demon jelek itu menginvasi tanah kelahiran kalian" Teriak Leon kepada semuanya
Semua prajurit yang awalnya ketakutan tiba-tiba merasa bersemangat ketika Leon mengambil alih komando, Mereka berteriak untuk menyakinkan bahwa mereka siap bertarung sampai mati melawan para Demon itu
"BANTAI!!!"
"HUAAAAA!!!"
Semua orang langsung menyerang pasukan Demon dan mengamuk sesuka hati mereka.
__ADS_1
Puncak perang pun terjadi saat itu juga, Semua area di ibukota hancur dan berantakan akibat pertempuran tersebut.
Astaroth pun bertarung dengan Niele dan Thomas, Sedangkan yang lainya mengatasi pasukan Demon yang terus menerus muncul dari dalam portal tersebut
Leon pun langsung menghampiri Azazoth.
"Tinggal kita berdua sekarang, Sampai kapan kau akan terus berdiri di belakang hah? Mari kita lanjutkan pertarungan kita di masa lalu Demon jelek" Ucap Leon yang mencoba memprovokasi Azazoth
Azazoth pun langsung tersenyum girang kearah Leon, Dan tertawa dengan keras
"Hahahaha...Baiklah aku akan mengusulkan tempat khusus untuk kita berdua" Ucap Azazoth
Azazoth pun langsung menjentikan jarinya, Leon dan Azazoth pun langsung berpindah tempat, Mereka berdua berada di dekat hutan yang dulunya tempat Klan Javier tinggal disana.
"Apa kau mengingat tempat ini?" Ucap Azazoth
Leon hanya menatap kearah Azazoth dengan tatapan meremehkan.
Dia tahu bahwa Azazoth berniat untuk menjatuhkan mental dirinya terlebih dahulu dengan cara membuat doktrin masa lalu dari dirinya.
"Caramu mirip seperti iblis, Aku tahu jika kau membawaku kesini hanya untuk membuatku merasa bimbang dengan kenangan masa lalu, Namun itu sama sekali tidak berpengaruh padaku sialan" Leon pun langsung mengeluarkan pedangnya dan berlari ke arah Azazoth
"Kau terlalu tergesa-gesa" Ucap Azazoth sambil tersenyum kecil
Merek pun langsung menyerang satu sama lain, Mereka kembali bertarung seperti dulu dengan kekuatan penuh
Jay yang pun langsung menghancurkan dinding tanah tersebut dengan kekuatanya, Jay saat itu langsung menggunakan destroyer fist miliknya dan langsung melesat ke arah Maxhill.
"Destroyer Fist!"
Tangan Jay langsung di selimuti oleh Mana Dark yang berkobar seperti api hitam.
Maxhill pun kaget dengan Mana yang dimiliki oleh Jay, Dia tidak menyangka bahwa masih ada seseorang yang memiliki darah dari keluarga Javier.
"Lihat kemana kau !" Teriak Anthony
Anthony ternyata menyerang dari arah samping, Dia menyadari bahwa Maxhill sedang lengah saat itu juga
"Sialan, Siapa dia sebenarnya!" Ucap Maxhill yang melihat ke arah Jay
Maxhill pun berniat untuk menghindari tinju Jay, Namun tubuhnya sudah di kunci oleh Anthony yang mengunci lehernya
Jay pun langsung memukul bagian ulu hati Maxhill dengan keras, Setelah mengenai Maxhill Anthony juga tekena dari efek pukulan tersebut yang mengakibatkan dirinya terpental jauh bersama Maxhill.
__ADS_1
Anthony pun dengan cepat melepaskan kuncianya dan langsung berdiri.
"Akan ku akhiri dengan serangan terakhirku!" Teriak Anthony
"RANGE MODE, IRON FIST"
Anthony beralih ke mode Range nya dan langsung melayangkan tinju ke arah Maxhill yang sedang terjatuh di hadapannya
Anthony sengaja menggunakan Range mode miliknya untuk memperkuat serangan tinju nya.
Anthony pun melakukan pukulan bertubi-tubi ke arah Maxhill, Dan membuat tanah di sekitarnya langsung hancur dan membuat lubang yang sangat besar
Anthony pun selesai dengan tinjunya, Dia berhenti dan langsung menjauh dari Maxhill yang sedang terjatuh.
"Apakah dia sudah mati?" Tanya Luci
"Melihat keadaanya, Aku rasa tinju ku cukup memberikan luka yang sangat parah" Jawab Anthony
Jay hanya memperhatikan tubuh Maxhill yang sedang terbaring
"Tidak, Kurasa dia belum mati" Ucap Jay
"Hahahaha...Sialan, Ini cukup menyakitkan loh sudah lama aku tidak bertarung dan di hajar secara sepihak begini, Kerja bagus mari kita serius sekarang" Ucap Maxhill yang bangun dan tersenyum
Mereka bertiga langsung terkejut dengan apa yang mereka lihat, Mereka tidak percaya bahwa Maxhill belum mati setelah menerima serangan bertubi-tubi seperti itu.
Maxhill pun melayang dan langsung menatap ke arah Jay
"Aku bertanya, Siapa kau sebenarnya dan bagaimana kau bisa memiliki Mana Dark" Tanya Maxhill
Jay pun hanya menatap kearah Maxhill dengan tatapan dingin, Dia tidak menjawab Maxhill sama sekali
"Apakah kau bisu? Aku hanya bertanya bagaimana bisa kekuatan menyebalkan itu masih ada sampai saat ini, Aku rasa pada dahulu kala aku sudah membunuh semua orang yang berasal dari Klan itu" Ucap Maxhill
Anthony dan Luci pun bingung dengan apa yang di katakan oleh Maxhill saat itu, Mereka hanya melihat Jay yang menahan kesal dan mengepal kan tangan nya
"Apa yang mereka bicarakan sebenarnya?" Ucap Anthony dalam hati
Maxhill pun mencoba memprovokasi Jay untuk menyakinkan apakah benar bahwa Jay memiliki darah dari keluarga Javier
"Ah, Sudah lama sekali itu terjadi tapi aku masih mengingat sensasi membunuh anak-anak dan para orang tua yang berasal dari klan itu, Hahahah...Mereka sangat bodoh, Nasib mereka berakhir dengan sangat menyedihkan, Kalian berusaha melindungi orang lain, Akan tetapi mereka malah di khianati oleh orang yang mereka lindungi sendiri, Hahaha..Dan sekarang keturunan dari Klan itu masih ada, Sangat menyedihkan sekali kalian, Bukanya dianggap sebagai pahlawan namun kalian di perlakukan seperti binatang rendah yang sama sekali keberadaan nya tidak di anggap oleh kerajaan ini, Hahahaha..Balasan yang tidak sesuai dengan apa yang kalian lakukan selama ini HAHAHAHAHA" Ucap Maxhill yang menatap Jay
"Berhenti bicara dan musnah lah segera!" Ucap Jay yang sudah mengeluarkan Aura membunuh
__ADS_1
Maxhill yang terkejut melihat Jay sudah berada di hadapannya Tiba-tiba
-Bersambung