Sang Legenda

Sang Legenda
KEHANCURAN#10 PUNCAK PERANG


__ADS_3

Ketika Niele dan Anthony hendak menyerang satu sama lain, Dengan cepat Jay dan Thomas langsung menghentikan mereka berdua dengan cara menekan mereka berdua ke tanah dan menekuk tangan mereka berdua.


"Sadarlah kalian berdua! Bisa bisanya kalian berkelahi di saat situasi seperti ini!" Ucap Jay


Anthony yang di tahan oleh Jay pun langsung berhenti melawan, Dia langsung terdiam diri dan meneteskan air matanya


"Ingat! Keadaan saat ini sangatlah genting, Jika kita terlambat karena kalian! Maka akan di pastikan nyawa warga kota akan hilang dengan sia-sia" Ucap Thomas


Niele pun hanya terdiam ketika Jay dan Thomas memberikan nasehat kepada mereka berdua.


"Tapi! Ayahku! Hiks... Hikss" Ucap Anthony yang menangis tersedu sedu


Edward pun datang kepada mereka berdua dan meminta Anthony dan Niele mendinginkan kepala mereka masing-masing lebih dulu


"Aku sangat mengerti apa yang kamu rasakan Anthony, Tapi perkataan Niele ada benarnya juga, Jika kau pergi dengan hawa nafsu seperti itu dan di tambah lagi luka mu belum cukup pulih seperti itu, Maka itu sama saja kau memberikan nyawamu kepada Demon itu" Ucap Edward


Jay dan Thomas pun melepaskan mereka berdua, Anthony berdiri sambil menangis karena mendengar ucapan dari Edward


"Maafkan aku, Tidak sepantasnya aku menghentikan mu untuk pergi, Aku tahu saat ini kamu sangat marah dan merasa sedih atas apa yang menimpa ayahmu, Aku juga pernah berasa di posisi mu saat ini! Perasaan marah, Sedih dan juga menyesal karena kamu tidak bisa menolong nya, itu pasti sedang menghantui mu dan menguasai dirimu saat ini, Namun jika kau pergi sekarang untuk membalas dendam apakah kamu cukup kuat untuk itu? Ayahmu adalah salah satu 4 Supreme Master! Dan kau pikir kau bisa membalaskan dendam hanya dengan modal amarah? Pikirkan Baik-baik Anthony "


Anthony pun langsung terdiam dengan apa yang di katakan oleh Niele, Bahwa faktanya dia menyadari bahwa apa yang di katakan oleh Niele sepenuhnya benar.


Anthony pun menarik nafas dalam dan menghembuskan nya


"Maafkan aku semuanya, Aku sangat terbawa suasana! Aku akan mengontrol emosi ku dan izinkan aku pergi bersama kalian! Aku mohon" Ucap Anthony sambil membungkuk


Akhirnya mereka membagi tugas masing-masing , Dari dua regu yang mereka bentuk untuk mengatasi portal, Jay dan Anthony bertugas untuk menghentikan invansi Demon di bagian selatan.


Sedangkan Thomas, Niele dan Testarosa akan pergi ke pusat ibukota sekaligus meminta bantuan kepada kerajaan.


Niele pun akhirnya meminta kepada sang raja untuk mengirim kan beberapa orang kuat dari keluarga bangsawan, Untuk membantu melindungi semua warga dari invansi Demon.


Dan Sang Raja pun akhirnya mengirimkan beberapa orang yang tersisa untuk membantu Niele dan yang lainnya


"Apakah keadaan sekarang seburuk itu?" Ucap Raja


"Ya yang mulia, Invansi telah di mulai saat ini! Pihak Demon sebentar lagi akan membuka portal di tengah ibukota untuk memulai aksi mereka" Ucap Niele


Sang Raja pun khawatir dan cemas, Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan nya saat ini.


Akhirnya dia memanggil beberapa semua bangsawan untuk mengadakan rapat bersama untuk membahas invansi yang sedang terjadi saat ini


4 bangsawan atas pun berkumpul yaitu keluarga.


1.Rough


2.Delta

__ADS_1


3.Strom


4.Hermes


Mereka yang berkumpul adalah penerus pemimpin dari masing-masing Klan, Mereka menjadi perwakilan menggantikan 4 Supreme Master yang sudah tewas di tangan Demon tingkat atas


"Jadi yang kau katakan sekarang adalah bahwa semua 4 Supreme Master sudah tewas karena mencoba melawan Demon tingkat atas?" Ucap LUCI DELTA ( KEPALA KELUARGA SAAT INI UNTUK KELUARGA DELTA)


"Yah mereka sudah tewas dalam pertarungan melawan Primordial Demon" Ucap Testarosa


Mendengar hal itu, Seluruh orang yang berada disana tiba-tiba tercengang dan sangat kaget ketika mendengar nama itu dari Testarosa


"Tidak ada pilihan lain, Aku rasa kita harus turun tangan langsung untuk menahan mereka meskipun pada akhirnya kita akan mati! " Ucap WILL ROUGH (KEPALA KELUARGA SAAT INI UNTUK KELUARGA ROUGH)


"Kau benar Wil, Mungkin ini sudah takdir kita untuk mati hahahaha" Ucap ARNOLD STROM (KEPALA KELUARGA SAAT INI UNTUK KELUARGA STROM)


"Tapi, Setidaknya kita berjuang untuk melindungi kerajaan ini jadi meskipun aku mati aku tidak akan menyesal" Ucap MARVIN HERMES (KEPALA KELUARGA SAAT INI UNTUK KELUARGA HERMES)


"Mereka aneh! Bukanya panik tetapi malah bersikap santai seperti itu" Ucap Testarosa dalam hati


Raja pun langsung memerintahkan semuanya untuk membantu Niele dan lainya agar bisa menahan invansi yang akan datang di Ibukota sebentar lagi


Scene berpindah ke Leon yang sedang bertarung melawan Vistaroth


Terlihat Leon terpental jauh akibat serangan dari Vistaroth dan membuatnya tertindih oleh bebatuan yang sangat besar


"Sialan kau manusia! Siapa sebenarnya dirimu hah! Bagaimana bisa kau memotong tangan ku" Teriak Vistaroth yang heran mengapa tangannya tidak bisa beregenerasi


"Cih, Seperti yang aku harapkan dari primordial Demon" Ucap Leon sambil tersenyum


"Sebisa mungkin aku harus menghemat energi dan Mana ku, Karena aku yakin si sialan Azazoth akan muncul sebentar lagi" Ucap Leon dalam hati


Vistaroth yang merasa sangat marah kepada Leon akhirnya menyerang kembali.


Kali ini Vistaroth mengeluarkan sihir petir hitam yang sangat berbahaya.


Sihir itu lebih kuat dari sihir yang lainya, Karena petir yang di hasilkan oleh sihir itu bisa memberikan keruksakan yang sangat parah ketika mengenai tubuh seseorang.


"Sialan! Sihir itu!" Ucap Leon yang langsung melesat ke arah Vistaroth


"Black Thunder"


Petir hitam pun langsung menyambar dan mengarah ke Leon yang sedang lari kearahnya.


Leon pun langsung berhenti dan menggunakan pedangnya untuk menyerap sihir petir itu.


"Black Hole"

__ADS_1


Seketika lubang hitam muncul di depan pedang Leon dan langsung menyerap semua petir yang mengarah kepada Leon


"Akhh... Sialan! Sihir ini terlalu kuat" Teriak Leon sambil menyerap semua petir itu


Ternyata sebagian dari petir itu mengenai tubuh Leon dan memberikan luka yang cukup serius kepada Leon


Leon pun langsung duduk untuk menahan rasa sakit yang dia rasakan


"Hah... Hah.. Kheukk... Sialan! Sudah lama aku tidak merasakan rasa sakit dari pertarungan" Ucap Leon


Terlihat dari kejauhan, Portal pun semakin membesar dan energi yang sangat mengerikan memancar dari dalam portal tersebut.


Pasukan Demon pun keluar dari masing-masing portal tersebut dan langsung menuju ke pemukiman warga kerajaan.


"Hahaha.. Akhirnya hari ini terjadi, Aku sudah menunggu lama untuk hari ini, Hei Manusia inilah akhir dari semua ras mu" Ucap Vistaroth


Scene berpindah ke ibukota


Thomas dan yang lainya sudah menyambut kedatangan para Demon yang baru saja keluar dari portal tersebut


"Semuanya!! Kita habisi Demon jelek itu!" Teriak Thomas yang langsung menyerang para Demon itu


"Haaaaaaa" Teriak semua prajurit


begitu pula yang terjadi di tempat Jay dan Anthony mereka berdua sudah sampai di depan portal itu


"Bisakah kamu bertahan Anthony" Tanya Jay yang sudah mengeluarkan Mana Dark di seluruh tubuhnya


"Ya! Aku Siap" Ucap Anthony yang sudah mengeluarkan mode Bersekernya


Tiba-tiba datang beberapa kelompok dari belakang mereka berdua


"Apakah kalian konyol? Kalian akan kewalahan loh kalau hanya berdua" Ucap Luci


Ternyata mereka datang membantu Jay dan Anthony untuk melawan Demon di wilayah Selatan


"Kakak!" Ucap Anthony


Jumlah prajurit yang di bawah Luci sebanyak 1000 orang


"Tahan dulu adiku sayang, Untuk saat ini bukan saatnya kamu bermanja padaku" Ucap Luci


(Btw Luci perempuan)


"Omong kosong!" Teriak Anthony


"Semuanya kita habisi makhluk jelek itu dan bunuh mereka semua, SERANG!!" Teriak Luci

__ADS_1


Mereka pun saling menyerang satu sama lain, Perang pun pecah dan terjadi di dua tempat yang berbeda


-Bersambung


__ADS_2