
Seluruh wilayah kerajaan hancur, Teriakan kegembiraan seluruh pasukan dan warga bergemuruh.
Azazoth berhasil dikalahkan oleh Leon, Namun korban dari pihak kerajaan tidaklah sedikit, Perasaan yang terpancar dari seluruh orang di kerajaan menjadi campur aduk.
Antara bahagia atas keberhasilan mereka menghentikan Invansi dan juga perasaan berduka atas kematian beberapa anggota keluarganya.
Leon jatuh pingsan setelah dia bertarung mati-matian melawan Azazoth, Carlos pun menggendong Leon yang pingsan menuju istana untuk memberitahu kemenangan Leon yang berhasil mengalahkan Azazoth.
Seluruh prajurit dan warga berkumpul di halaman istana yang sangat luas, Mereka sangat terlihat antusias menunggu kedatang Leon saat itu juga.
Niele, Thomas, Will, Marvin dan juga Arnold berhasil lolos dari ledakan yang mengancurkan ibukota namun tubuh mereka di penuhi oleh luka yang cukup berat
"Aku tidak menyangka jika dia berhasil mengalahkan Azazoth" Ucap Testarosa
"Aku menjadi sangat yakin jika dia benar-benar renkarnasi Erick Javier" Ucap Niele
Anthony yang menggendong Jay dan Luci pun sampai di istana, Dia sangat kebingungan ketika melihat ibukota sudah rata dengan tanah.
"Anthony!!" Teriak Niele
Niele pun langsung menghampiri Anthony dan langsung membantu mengangkat Jay.
"Apakah semuanya telah selesai?" Tanya Anthony
"Yah, Kita sudah menang Leon berhasil mengalahkan Demon king" Balas Niele sambil tersenyum
Anthony pun tersenyum bahagia dan mengeluarkan air matanya
"Ayah! Perjuangan mu tidaklah sia-sia!" Ucap Anthony sambil menangis
Terlihat Andine dan Reina panik mencari keberadaan Leon, Dan dia pun melihat Olivia dan Carlos datang bersama Leon yang sedang tidak sadarkan diri.
"Leon!!"
"Kakak!!" Teriak mereka berdua
Semua perhatian langsung menuju ke Leon yang baru saja datang, Teriakan sambutan yang bergemuruh pun langsung ramai.
"Aku tidak menyangka jika anak yang lebih muda dariku berhasil mengalahkan Demon king" Ucap Marvin
"Aku sangat penasaran, Siapa dia sebenarnya dan darimana dia berasal" Ucap Will
"Sudahlah, Kita simpan pertanyaan kita masing-masing dan sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal yang lain" Ucap Arnold
Semua orang pun merayakan kemenangan mereka, Pesta pun di gelar di halaman istana Sampai 3 hari kedepan, Dan Leon pun sudah di tangani oleh ahli medis kerajaan dan sedang dalam proses penyembuhan, Namun Leon tidak kunjung siuman setelah 3 hari berlalu.
Andine, Jay dan Reina pun terlihat sedang berada di ruangan Leon, Mereka bertiga menunggu Leon sejak dari 3 hari yang lalu.
"Semua orang sedang berpesta, Cepatlah bangun Leon apakah kau tidak ingin bersenang senang setelah bertarung mati-matian?" Ucap Jay yang menatap Leon
"Kak Jay, Apakah kak Leon akan bangun kak? Ini sudah 3 hari kakak tidak sadarkan diri" Tanya Reina
"Tenang saja, Leon pasti akan bangun sebentar lagi, Reina bagaimana jika kita pergi keluar, Andine aku titipkan Leon padamu sebentar"
"Serahkan padaku kak, Aku akan menemani Leon sampai dia sadar" Balas Andine
"Terimakasih, Ayo Reina kita keluar" Ucap Jay
Jay dan Reina pun keluar meninggalkan mereka berdua, Andine pun menggenggam tangan Leon.
"Leon, Kita baru saja bertemu sebentar apakah kau tidak ingin mengobrol denganku? Aku tidak tahu mengapa sejak kita sering bertemu dulu, Aku selalu memikirkan dirimu, Aku mendengar semua ceritamu dari Reina sejak kalian mulai tinggal di rumahku, Aku sejak awal selalu menganggap mu sebagai orang yang sangat kasar dan tidak punya sopan santun namun, Aku begitu terkejut ketika Reina memberitahuku tentang semua perjalanan hidup yang kamu lalui, Kau berjuang mati-matian sejak kecil agar kau bisa menghidupi adikmu, Leon ini mungkin sedikit memalukan untuk kau dengar, Dan aku juga cukup malu untuk mengatakan ini" Ucap Andine
Muka Andine pun terlihat memerah, Andine memegang erat tangan Leon dan prilakunya tiba-tiba berubah menjadi lebih malu-malu.
"Aku rasa ini saat yang tepat untuk mengatakan hal ini, Seperti nya aku jatuh cinta padamu Leon, Ahh ini sangat memalukan" Ucap Andine yang muka nya berubah menjadi memerah
Ternyata Andine jatuh cinta kepada Leon semenjak 4 tahun yang lalu, Ketika mendengar bahwa Leon kembali dari akademi, Andine terlihat sangat senang dan ingin mengobrol lebih dengan Leon.
Namun Andine tidak sempat menghabiskan waktu bersama karena Leon terus terusan bertarung.
"Ho? Maka dari itu, Berhentilah bersikap kasar padaku Nona" Ucap Leon sambil tersenyum ke arah Andine
Andine yang kaget langsung menatap Leon saat itu juga, Muka Andine memerah dan dengan reflek yang cepat dia langsung menyembunyikan wajahnya dengan menarik selimut yang di pakai Leon.
Ternyata Leon sudah mendengar apa yang Andine katakan sejak awal, Leon yang sengaja tetap diam agar bisa mendengar apa yang akan Andine katakan.
"Haaa..B-bagaimana! B-bisa!" Teriak Andine
"Hahahaha..Ayolah mengapa tiba-tiba kau menutupi wajahmu" Jawab Leon
Leon pun menarik kembali selimut yang di pegang oleh Andine, Leon langsung memegang tangannya lalu menariknya sehingga Andine tertarik ke arah hadapan Leon
__ADS_1
"Ap-apa yang kamu lakukan...Wajah kita sangat dekat sekali" Ucap Andine dengan sangat lembut
Wajah Andine dan Leon sangat berdekatan, Detak jantung Andine dan juga Leon saling berdetak dengan sangat kencang satu sama lain.
Wajah Andine sangat merah, Dan telinga Leon mendadak menjadi merah juga
"Bukankah kau sangat benci padaku?"
Leon pun langsung memegang dagu Andine dan menggodanya.
"Aku sedang berbicara, Tidak adil jika hanya aku yang menatap matamu, Kau juga harus menatapataku" Ucap Leon
Andine pun langsung menatap mata Leon, Dan mereka pun saling bertatapan
"Kau sangat bodoh! Hiks..Mengapa kau tidak bangun lebih cepat..Hiks..Apa kamu tidak tahu! Aku sangat khawatir padamu otak udang!" Andine tiba-tiba menangis
Leon pun menjadi panik karena dengan sangat tiba-tiba Andine menangis, Leon pun langsung memeluk Andine dan mencoba menenangkannya.
"Ah! Maafkan aku, Terimakasih sudah merawatku sekarang aku sudah pulih jadi, Berhentilah menangis" Ucap Leon sambil mengelus dan memeluk Andine
Leon pun mengusap air mata Andine dan menatapnya, Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Leon pun langsung mencium bibir Andine, Mereka berdua akhirnya saling bercumbu.
"Apakah kamu tahu? Kau sangat cantik dan imut saat ini" Ucap Leon sambil tersenyum
"Berhenti mengatakan hal itu, Aku sangat malu sekarang" Balas Andine
Mereka berdua melanjutkan ciuman mereka, Dan mereka pun sudah terbawa suasana saat itu juga
"KAKAK! AKU DATANG!" Teriak Reina
"Reina, Jangan berteriak seperti itu" Ucap Jay
Niele, Jay dan Reina masuk kedalam kamar Leon, Mereka bertiga langsung diam membeku setelah melihat apa yang terjadi di hadapan mereka
Jay dengan sangat cepat langsung menutup mata Reina, Muka Jay dan juga Niele memerah saat itu juga
"Kakak!" Teriak Leon dan Andine
"Maafkan kami!" Teriak Jay dan juga Niele
Dan Edward sebagai penasehat untuk rapat ini.
Mereka mengadakan rapat untuk membahas rencana mereka untuk mencari jejak dari Gladius dan Ares.
Mereka mengetahui jika Gladius dan Ares berhasil membawa Azazoth.
4 Supreme Master kini telah di isi oleh perwakilan dari masing-masing bangsawan kelas atas yaitu
1.Marvin Hermes
2.Luci Delta
3.Will Rough
4.Arnold Strom
"Jadi apakah kalian sungguh tidak mengetahui dimana keberadaan mereka berdua saat ini?" Tanya Will
Terlihat Olivia dan Carlos sedang di ikat oleh rantai, Mereka berdua sedang di introgasi oleh semua orang yang berada di sana
"Kita sudah tidak terikat lagi dengan Klan Shadow saat ini, Bisa dibilang kita adalah buronan untuk mereka" Ucap Olivia
"Yah, Dan jika kami tahu keberadaan markas mereka sudah daritadi aku memberitahu kalian" Ucap Carlos
Pintu rapat pun terbuka dan semua orang langsung menoleh kearah pintu masuk.
"Sudahlah, Untuk apa kalian mengikat mereka berdua? Lepaskan mereka sekarang juga"Ucap Leon sambil berjalan santai mengenakan baju piyama nya
Will yang melihat tingkah laku Leon sangat jengkel karena Leon tidak mempunyai sopan santun sama sekali.
"Aku tahu kita semua berhutang padamu, Tapi setidaknya jaga prilakumu saat ini mereka berdua adalah komplotan dari orang yang sudah mengacaukan negara ini! Bagaimana bisa kita melepaskanya dengan sangat mudah!" Ucap Will sambil menatap Leon
Leon pun tidak menggubris perkataan dari Will, Leon malah menghancurkan tali sihir milik Will yang mengikat Carlos dan Olivia.
Will pun tambah geram dengan kelakuan Leon.
"Dipikir kau sedang apa!" Teriak Will
Leon pun menatap Will dan langsung menggunakan sihir Mind Control miliknya.
__ADS_1
"BERLUTUT"
Will spontan langsung berlutut dan tidak bisa menggerakkan badanya, Semua orang yang ada disana tidak berani mencampuri urusan Leon dan juga Will
"Kheuk..Sialan apakah ini Mind Control!" Ucap Will dalam hati
"Bocah! Apakah kau anak dari Raiden? Aku tidak suka padamu, Jika aku tidak menghargai Ayahmu maka aku sudah mencopot kepalamu dari tadi!" Ucap Leon
Suasana menjadi sangat tegang, Will pun hanya terdiam dan mengeluarkan keringat dingin setelah mendengar perkataan Leon.
"Aku yang akan bertanggung jawab kepada mereka berdua, Karena aku memiliki hutang nyawa kepada mereka berdua, Jika kalian ada yang keberatan maka bicaralah sekarang" Tanya Leon
"Leon, Mari kita bicarakan dengan kepala dingin agar rapat ini berjalan dengan sangat lancar" Ucap Edward
Leon pun langsung membatalkan sihirnya yang mengekang Will, Will pun langsung terlepas dari Mind Control milik Leon.
Mereka pun melanjutkan pembahasan tentang pencarian Gladius dan Ares, Akhirnya hasil dari rapat itu adalah
1.Pembuatan pasukan khusus untuk mencari keberadaan Gladius dan Ares
2.Pembangunan ulang ibukota
3.Penghapusan beberapa hal kebijakan, Yang dimana sekarang rakyat biasa bisa mengikuti akademi kerajaan dengan bebas, Dan rakyat biasa bisa menjadi seorang prajurit dan seorang Mage
4.Penyelidikan di pemerintahan kerajaan yang di duga membantu Klan Shadow
5.Raja yang sekarang telah di lengserkan karena menyembunyikan sejarah
6.Edward menjadi raja sementara, Hal itu sudah menjadi saran dari semua masyarakat.
2 tahun kemudian
Setelah melewati masa ketegangan di kerajaan, Akhirnya suasana di seluruh kerajaan menjadi damai kembali, Semua orang terlihat beraktifitas seperti biasa.
Niele dan Anthony dan juga Thomas menjadi jendral pasukan kerajaan, Sedangkan Testarosa kini menjadi salah satu Healer tertinggi di kerajaan.
Carlos dan Olivia kini mempunyai tugas untuk memimpin pasukan intelegen kerajaan, Tugas mereka adalah.
Untuk mencari keberadaan Gladius dan Ares.
"Hufttt..Dia sangat merepotkan" Ucap Leon yang kini penampilanya sudah berubah menjadi lebih dewasa
"Apakah dia Primodial Demon?" Tanya Jay
"Aku tidak menyangka jika 2 tahun ini Demon sialan ini berhasil bersembunyi" Ucap Leon sambil memegang kepala dari Astaroth
Ternyata Astaroth bersembunyi setelah insiden dari 2 tahun yang lalu
"Kak, Kau bisa kembali lebih dulu ke rumah, Aku ingin menenangkan pikiran ku terlebih dahulu
"Yah, Nikmati waktumu dan jangan terlalu lama karena kita mendapatkan laporan dari pasukan pengintai" Ucap Jay
"Baiklah, Aku akan kembali dalam waktu 1 jam" Ucap Leon
Jay pun pergi meninggalkan Leon sendirian.
Leon pun pergi ke puncak gunung yang berada di kerajaan untuk melihat seluruh wilayah kerajaan dari puncak Gunung tersebut.
"Wah..Aku tidak menyangka jika ada pemandangan yang seperti ini disini, Ahh anginya sangat sejuk, Sudah berapa lama aku tidak duduk santai seperti ini? Hmmm..Mungkin beberapa ribu tahun yang lalu" Ucap Leon yang memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin.
"Mungkin ini adalah gambaran ketika suatu saat dunia sudah menjadi damai, Tidak ada konflik dan ketegangan lainya"
Leon pun berbaring di bawah pohon besar sambil menikmati hembusan angin yang sangat segar.
Namun tiba-tiba Olivia datang kepada Leon dan ingin melaporkan sesuatu.
"Maaf jika aku mengganggu waktumu Leon, Tapi kita sudah berhasil menemukan markas Gladius dan juga Ares" Ucap Olivia
Leon pun bangun dan duduk ketika mendengar hal itu.
"Hah...Apakah kedamaian ini hanya bertahan 15 menit saja?"
Leon pun pergi berkumpul bersama semua orang dan siap untuk menuju tempat persembunyian dari Galdius dan Ares
"Ayo kita berangkat!" Teriak Leon
"Haaaaaa" Teriak semua orang
SEASON 3 END
TAMAT
__ADS_1