
Leon yang langsung menghampiri 4 Supreme Master setelah melihat situasi yang sedang terjadi sekarang
Terlihat Val, Evan dan juga Raiden sedang berdiskusi mengenai persiapan berperang melawan Demon.
"Haruskah kita menyebar ke semua titik dimana tempat para Demon akan muncul?" Ucap Val
"Aku pikir itu lebih baik untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa, Bagaimana menurutmu Sir? " Ucap Evan
"Ya, Aku setuju dengan itu tapi kita masih kekurangan satu orang lagi yang berada di level sama seperti kita untuk menjaga wilayah Barat" Ucap Raiden
Tiba-tiba Leon datang membuka pintu
"Untuk wilayah barat serahkan saja padaku, Namun aku memiliki sebuah saran kepada kalian" Ucap Leon yang berjalan menuju mereka bertiga
Mereka bertiga pun langsung berlutut ketika melihat Leon datang
"Salam kepada Erick Javier sang leluhur, Maaf kan kami yang tidak menyambut kedatangan anda" Ucap Raiden
"Berdirilah, Aku mempunyai rencana untuk menjaga keamanan kerajaan ini" Ucap Leon
"Apa rencana anda?" Ucap Val
"Dengarkan Baik-baik, Pasukan Demon yang akan menyerang pasti di pimpin oleh Demon tingkat Legendary, Oleh karena itu kalian harus tetap waspada apakah kalian ingat kejadian 4 tahun lalu? yang mengakibatkan Marshall Hermes tewas dalam pertarungan melawan Astaroth"
Mereka bertiga langsung mengkerutkan raut muka mereka ketika mengingat kejadian 4 tahun lalu yang mengakibatkan posisi 4 Supreme Master kehilangan 1 anggotanya
"Ya kami mengingatnya" Ucap Evan
"Mungkin kali ini akan jauh lebih berbahaya, Seperti kalian tahu Demon tingkat bawah mungkin bisa kalian atasi dengan mudah tapi tidak dengan Demon tingkat Legendary, Mereka hanya berjumlah 10 saja Namun kekuatan Individu mereka bukan main-main"
"Ini pertama kalinya aku mendengar bahwa Demon ada tingkatannya tersendiri" Ucap Raiden
Leon pun duduk di kursi yang dulu menjadi tempat Marshall
"Dunia Bawah memiliki penguasanya Masing-masing, Demon yang bertarung melawan Marshall Adalah Demon yang bernama Astaroth, Dia berada di posisi ke 8 yang menjadi Demon penguasa Alam bawah ke 4, Ketika zaman ku hidup, Aku melawan Azazoth dan juga Demon tingkat Legendary sekaligus Oleh karena itu mungkin saat ini beberapa Demon tingkat Legendary sudah hilang dari muka bumi ini, Karena aku berhasil membunuh mereka sebagian, Aku bertarung melawan mereka selama 3 bulan tanpa henti sebelum akhirnya aku melawan raja mereka yaitu Azazoth"
__ADS_1
"Sungguh orang yang yang pantas menyandang gelar manusia terkuat yang pernah ada, Dia bertarung selama itu dan dia masih sempat menyegel Demon king" Ucap Raiden dalam hati setelah mendengar ucapa Leon
"Mungkin ada beberapa Demon yang harus kalian awasi, Terutama Demon yang memiliki bola mata yang berwarna Emas dan pakaiannya seperti bangsawan"
"Apakah Demon yang seperti anda katakan mereka itu sangat kuat?" Tanya Evan
"Ya kau benar, Pengalaman ku dalam bertemu musuh aku hanya bisa terpojok oleh 4 orang selama pertarunganku, Mungkin ini terkesan terdengar sangat sombong namun kenyataanya adalah begitu, Aku bertarung melawan 3 Primodial Demon yaitu 3 bawahan langsung Azazoth
3 Primodial Demon adalah Demon yang menjadi leluhur atau nenek moyang para Demon yang ada di Dunia baru, 3 Primodial Demon ini adalah Demon yang terkuat diantara para Demon setelah Azazoth.
Salah satu dari mereka sudah di ketahui dan sudah muncul, Dia adalah Maxhill, Seperti yang dikatakan sebelumnya dia salah satu Demon yang berpengaruh besar kepada Invasi Demon king pada masa lalu, Dia juga orang yang membantai habis Tetua dari Klan Javier.
"Demon yang bernama Maxhill itu sangat kuat, Dan dia berada di posisi ke 2 dari 3 Primodial Demon, Dia mampu menyudutkan ku dalam pertarungan 1vs1"
"Bagaimana hasil pertarungan anda denganya?" Ucap Raiden
"Mungkin ini tidak tertulis dalam sejarah karena Invansi ini diakibatkan oleh kebusukan pemerintah saat itu, Ketika aku hendak membunuhnya Tiba-tiba dia pergi ke dimensi lain untuk bersembunyi, Namun Bal Rough yang kala itu itu melacaknya dapat menemukanya"
Raiden yang mendengar nama itu terkejut
"Tentu saja, Dia dulu juga adalah salah satu 4 Supreme Master, Dia memintaku untuk menyerahkan Maxhill kepadanya, Aku pun menyetujui permintaannya dan mereka pun bertarung Habis-habisan Sampai akhirnya Maxhill kalah dalam pertarungan itu dan membuatnya mendapatkan bekas luka di dadanya akibat serangan Bal, Namun setelah Maxhill tidak sadarkan diri beberapa jam kemudian Bal tewas akibat racun milik Maxhill menyebar di seluruh tubuhnya, Namun inti dari pembicaraan ini bukan hanya membahas itu" Ucap Leon
"Jadi apa yang sebenarnya ingin anda katakan" Ucap Evan
"Untuk daerah Timur saat ini terdapat salah satu Demon tingkat Legendary yaitu Testarosa, Dia adalah satu-satunya Demon perempuan yang berada di posisi ke 9, Banyak hal yang harus kalian waspadai dari dia Intinya aku tidak akan membiarkan kalian melawannya" Ucap Leon sambil meminum teh
"Mengapa anda berkata seperti itu? Bukanya kita harus membagi tugas ke seluruh penjuru kerajaan" Ucap Val
"Aku tidak yakin kalian dapat menahan Demon itu, Biarkan aku sendiri yang mengtasinya, Dan juga salah satu dari kalian harus ikut untuk membantuku"
Mereka pun heran mengapa Leon berbicara seperti itu
"Aku membutuhkan kalian untuk mengurus Demon yang di bawanya, Jangan salah paham"
Scene Berpindah ke Testarosa yang sudah menyerang pemukiman warga di daerah timur
__ADS_1
"Sangat membosankan, Seperti yang kuduga tidak ada yang special dari Manusia" Ucap Testarosa sambil mencekik prajurit kerajaan
"Serang Demon itu!!" Ucap pemimpin pasukan yang bertugas di wilayah itu
Prajurit pun menyerang Testarosa bersama-sama
"Cih, Merepotkan"
"Fire Wall" Ucap Testarosa
Sebuah api yang sangat besar menjalar menuju pasukan kerajaan dan membakar mereka dengan mudah, Seketika semua prajurit kerajaan telah terbantai habis bersama penduduk yang ada disana
"Ayah..Ibu Hikss..Bangun" Terlihat anak kecil yang menangis di samping orang tuanya yang sudah tewas
Tangisan anak kecil itupun terdengar oleh Testarosa dan diapun langsung menghampiri anak kecil tersebut
"Anak manis berhentilah menangis, Aku sangat benci mendengar tangisan anak kecil" Testarosa pun Mengeluarkan kuku nya dan langsung mengarahkan tanganya ke anak kecil tersebut
Namun Tiba-tiba sebuah kepalan tangan melesat dengan cepat dan hampir Sampai mengenai pipi kiri dari Testarosa.
Pupil mata Testarosa pun langsung mengarah kepada tangan itu dan dengan cepat dia langsung menghindari serangan tersebut
Pukulan itu sangat kencang sampai-sampai membuat pohon yang terkena pukulan itu langsung hancur
"Siapa sialan yang berani menggangguku! " Teriak Testarosa
"Nak, Maafkan aku yang terlambat datang kesini, "SLEEP" Ucap Leon yang menggunakan sihirnya untuk membuat anak kecil tersebut tertidur
Sebuah petir pun langsung menyambar Testarosa
"Akhhhh" Teriak Testarosa
Ternyata serangan itu berasal dari Evan yang datang bersama Leon
-BERSAMBUNG
__ADS_1