
"Hmm... Cukup cepat"
Maxhill pun muncul di portal selatan, Yang dimana Jay dan Anthony serta Luci berada disana.
Mereka bertiga langsung melirik ke arah Maxhill yang baru saja keluar dari portal tersebut.
Jay pun langsung menyadari bahwa sosok Demon yang berada di depannya adalah Demon tingkat tinggi yang sangat berbahaya
"Kurasa yang satu ini sangat berbeda dari Demon yang lainya" Ucap Luci sambil bersiap untuk menyerang Maxhill
"Kalian fokus saja melawan Demon lainya, Biar aku yang mengatasinya" Ucap Jay
Maxhill pun tersenyum kearah mereka bertiga dan mengucapkan sesuatu
"Jangan sungkan begitu manusia, Dengan senang hati aku akan langsung melayani kalian bertiga" Ucap Maxhill sambil memasukan kedua tanganya kedalam kantong celana nya
Luci dan Anthony langsung terprovokasi dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Maxhill, Mereka berdua langsung menggunakan kembali Mode Berseker dan langsung menyerang Maxhill.
Maxhill hanya tersenyum santai, Dia sama sekali tidak bergerak di tempatnya sama sekali
"Hmmpp.." Maxhill langsung menghilang dari tempatnya
Luci dan Anthony pun terkejut ketika melihat Maxhill hilang dari dapan mereka.
Luci dengan cepat langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang berada di belakang nya.
"Anthony!! Cepat menghindar!" Teriak Luci
Anthony pun langsung menggunakan sihir teleport nya untuk menjauh dari tempat itu.
Benar saja, Sebuah tebasan yang begitu kuat sudah melesat tepat di belakang mereka, Luci yang tidak sempat menghindar langsung menahanya dengan kedua tanganya.
Luci tahu bahwa Berseker mode miliknya dapat mengeraskan seluruh tubuhnya seperti baja.
"Ho? Sangat menarik" Ucap Maxhill yang sedang beradu tenaga dengan Luci
"Kakak!" Teriak Anthony
"Aneh! Dia sangat berbahaya, Aku bisa merasakan Aura mengerikan dari Demon ini!" Ucap Luci
Pisau Kukri milik Maxhill pun perlahan menembus kulit Luci, Tangan Luci pun langsung mengeluarkan tetesan darah.
Senjata yang di gunakan oleh Maxhill adalah Amok Kukri
Maxhill pun mengangkat kukrinya dan kembali mengayunkan kukuri miliknya ke tangan Luci.
"Sialan! Apa dia menganggap tanganku sebagai tulang yang harus di potong!" Ucap Luci
Tiba-tiba Maxhill pun langsung menoleh ke arah kiri dan langsung menjauh dari tempat itu.
Ternyata Jay dari kejauhan sudah menyiapkan peluru api hitam untuk menyerang Maxhill, Namun sebelum Jay melepaskan serangannya Maxhill sudah menyadarinya terlebih dahulu
__ADS_1
"Black Fire Bullet!"
Jay langsung melepaskan peluru api hitam itu dengan beruntun dan menargetkan Maxhill.
Maxhill langsung membuat penghalang yang terbuat dari tanah, Dia menggunakan sihirnya untuk membuat dinding dari tanah
Semua serangan dari Jay mampu di hadang oleh Maxhill dengan sangat mudah.
Maxhill pun langsung menyerang balik Jay dengan sihirnya yang di namai Ground Crush.
Ground Crush adalah sihir tanah, Sihir ini bisa di sebut sihir Defense atau juga Attack.
Dia bisa membuat dinding bertahap dari tanah untuk menahan serangan musuh.
Setelah berhasil menahan seluruh serangan tersebut, Dinding itu akan langsung bergerak dan mengelilingi musuh tersebut dan langsung menghimpitnya dengan keras.
Dinding yang terbuat dari tanah itupun berukuran sangat besar, Tinggi nya juga sampai 3 meter.
Jay pun langsung di kelilingi oleh dinding tanah tersebut, Tidak lama kemudian semua dinding tanah yang mengelilingi dirinya langsung menghimpit dia dengan sangat kuat.
Scene berpindah ke pertarungan Leon dan Vistaroth.
Leon terlihat sedikit kelelahan melawan Vistaroth, Leon sengaja tidak memakai seluruh kekuatan nya ketika melawan Vistaroth.
Dia menghemat energinya untuk nanti bertarung melawan Azazoth.
Keadaan Vistaroth sudah sangat kacau, Dia tergeletak di sebuah lubang yang sangat besar, Mata dia melotot dan tubuhnya mengeluarkan asap.
Mulut yang terbuka lebar seperti orang yang sekarat.
Cincin Leon pun langsung mengeluarkan energi hitam yang langsung masuk kedalam tubuh Leon, Setelah 4 tahun berlalu Leon sudah bisa kembali menyerap semua mana yang tersimpan di dalam cincin miliknya.
*Cincin ini muncul di EPSD 3*
Tubuh Leon langsung bereaksi ketika semua energi dari cincin itu masuk kedalam tubuhnya.
Badanya pun bertambah semakin besar, Semua luka yang ada di seluruh tubuhnya langsung sembuh begitu saja.
"Huh, Mungkin julukan Dewa kesengsaraan akan kembali lagi padaku hahaha.." Ucap Leon yang langsung terbang menuju Ibukota
Leon pun sampai di ibukota dan langsung mengawasi pertempuran yang sedang terjadi di bawah dirinya
Leon yang melayang di udara pun langsung turun kebawah.
Dia pun berdiri di tengah-tengah pertempuran itu tanpa ada rasa panik sedikit pun
"Tuan! Menjauh dari sini aku akan membuka kan jalan untukmu" Teriak Thomas
Ternyata Thomas melihat Leon yang berdiri di tengah-tengah pertarungan itu
"Eh? Bocah besar itu, Mirip sekali dengan James...Ah lupakan, Sekarang saatnya bersih-bersih " Ucap Leon
__ADS_1
"TIME STOPS" Ucap Leon
Para Demon langsung terdiam membeku, Waktu pun berhenti tanpa alasan, Namun anehnya Seluruh manusia tidak terkena efek itu
"Ada apa ini!" Ucap Will
"Siapa dia sebenarnya!" Ucap Marvin sambil menatap Leon
"Leon!" Ucap Niele
Semua orang terkejut dengan situasi ini, Mereka tidak menyangka bahwa Leon bisa menggunakan sihir Level Misterius.
"Kalian, Jangan terpesona seperti itu aku jadi malu, Mungkin para Demon ini adalah kroco nya saja jadi jangan turunkan pertahanan kalian sedikitpun, Karena raja mereka belum muncul saat ini" Ucap Leon
Tiba-tiba semua Demon yang berada di sana langsung hancur lebur seperti debu, Sontak mereka di tambah terkejut dengan hal itu.
Mereka semua tidak bisa berkata-kata sedikit pun ketika Leon dengan mudahnya memusnahkan Demon dengan sangat mudah
"Siapa dia yang sebenarnya ! Selama ini aku tidak pernah melihat orang itu di kerajaan ini" Ucap Marvin dalam hati sambil berkeringat dingin
"Jadi ini lah Erick Javier sang manusia yang hampir mengimbagi dewa!" Ucap Niele dalam hati
" Sekarang aku tahu mengapa keluargaku mengabdi kepada dirinya dengan setia" Ucap Thomas
Waktu pun kembali berjalan normal seperti biasanya dan Leon pun langsung menghampiri Niele.
"Niele, Dimana kakak ku?" Tanya Leon
"Dia berada di selatan bersama Anthon" Balas Niele
"Bagaimana keadaan Reina?"
"Dia baik-baik saja"
Tiba-tiba Leon langsung merasakan Aura kuat yang dia kenali yang datang ke arahnya, Pedang yang di pegang nya pun langsung bereaksi dengan hawa keberadan itu.
Leon langsung membalikan badanya dan menatap Portal yang ada di depannya.
Langit berubah menjadi sangat gelap, Angin berhembus sangat kencang seperti sebuah bencana alam yang akan datang.
Terlihat Astaroth pun keluar dari portal tersebut
"Hahaha...Akhirnya kita bertemu lagi manusia sialan! Kali ini aku tidak akan menahan diri" Ucap Astaroth
Namun Leon tidak menggubris ucapan Astaroth, Dia hanya menatap ke arah belakang Astaroth
"Sudah lama ya Iblis Jelek!" Ucap Leon sambil tersenyum menakutkan ke arah Azazoth.
Ternyata Azazoth berada di belakang Astaroth.
"Hahahaha...Erick!" Ucap Azazoth dengan mata bersinar merah terang
__ADS_1
Semuanya terkejut dengan kehadiran Azazoth yang menggunakan tubuh pangeran Atreo.
-BERSAMBUNG