Sang Legenda

Sang Legenda
KEMATIAN MARSHALL HERMES


__ADS_3

Niele yang baru saja datang ketempat pertarungan terkejut melihat banyak mayat yang berserakan.


"Apa-apaan ini semua! "


Ketika hendak menghampiri Leon, Tiba-tiba Niele berhenti dan shock ketika melihat keadaan ayahnya yaitu Marshall.


Setengah tubuh Marshall hancur, Darah terus mengalir dari tubuhnya dan nafas yang terengah-engah menahan rasa sakit akibat semua luka yang ada di tubuhnya


"Aa-ayah? " Ucap Niele yang terbata-bata melihat Marshall


Tubuh Niele tidak bisa bergerak, Air mata tiba-tiba mengalir dari matanya, Pendengaran Niele tidak karuan dan semua tubuhnya bergetar


Leon yang melihat reaksi Niele, Langsung berteriak ke arah Niele


"Niele! Sadarlah! Cepat bawa ayahmu menjauh dari sini " Teriak Leon


Niele yang mendengar teriakan Leon langsung menguatkan dirinya untuk membawa Marshall menjauh dari tempat itu.


Marshall dengan keadaan setengah sadar melihat kearah Niele yang hendak menghampirinya


Namun Astaroth berteriak dengan sangat kencang dan hendak menyerang Marshall dan Niele


"Brengsek! taakan ku biarkan kalian lari! " Teriak Astaroth yang langsung melesat ke arah Marshall dan Niele


Niele langsung memopang tubuh Marshall sambil menangis tanpa menghiraukan perkataan Astaroth.


Astaroth yang hendak menyerang mereka berdua, Langsung di hentikan oleh Leon.


"Sudah kubilang jangan bergerak" Ucap Leon


Astaroth yang kaget dengan kehadiran Leon yang sangat tiba-tiba langsung berhenti


"Apa-apaan bocah ini! Aku tidak bisa merasakan Mana nya sama sekali! " Ucap Astaroth


"Terhempas" Ucap Leon yang menggunakan Sihir "MIND CONTROL"


MIND CONTROL adalah sihir tingkat tinggi, Dan hanya beberapa orang saja yang memiliki sihir tersebut.


Sampai saat ini hanya beberapa orang saja yang mempunyai sihir tersebut yaitu


1.Azazoth


2.Erick Javier atau sekarang menjadi Leon



3 Demon Pangeran Neraka (Maxhil dan 2 Demon yang belum muncul)



Sihir ini bisa dikatakan sihir pengusa, Karena dapat membuat orang yang terkena sihir ini akan mematuhi semua perintah yang penggunanya katakan dan dapat mengendalikan pikiran seseorang


Astaroth pun terhempas jauh


Niele menggunakan kesempatan untuk membawa Ayahnya ke tengah hutan


"Aku akan menyusul mu, Bawa ayahmu menjauh" Ucap Leon

__ADS_1


Niele yang menangis tanpa henti sambil memopang Marshall


"Bertahan lah ayah, Hiks " Ucap Niele sambil menangis


Marshall menatap Niele dengan lemas


"Nak.. Bisakah kita berhenti sejenak? Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu" Ucap Marshall yang sangat lemah


"Tidak sekarang! Kita harus ke istana dulu dan mengobati dirimu terlebih dahulu" Balas Niele sambil menangis


"Niele... berhenti sebentar... kumohon"


Niele pun berhenti dan menyenderkan Marshall di sebuah pohon


Niele yang terus mengeluarkan Air matanya sambil memegang satu tangan Marshall.


Marshall menatap Niele dengan tatapan yang sayu dan lemah sambil menangis


"Maafkan aku Nak...Selama ini aku sudah banyak berbuat dosa pada ibumu dan kamu, Aku bukanlah ayah yang baik untukmu" Ucap Marshall sambil menahan sakit


"Berhenti lah bicara! Ayo kita pergi sekarang" Balas Niele sambil menangis


"Aku ingin menghabiskan waktu bersama putraku.. Lagi pula waktuku tidak akan lama lagi"


Niele yang mendengar kata-kata itu menangis menjadi-jadi


"Nak.. Laki-laki tidak boleh menangis hanya karena melihat sesuatu yang seperti ini, Semua orang akan merasakan kematian jadi berhenti lah menangis, Dan maafkan aku selama ini aku sangat sedikit membagi waktu untuk bersama mu dan ibumu, Semua itu kulakukan untuk masa depanmu, Agar semua orang di Kerajaan ini menghormati mu dan tidak ada orang yang berani menghina keluarga kita, Namun semua pemikiran ku salah, Ternyata semua waktu yang aku korbankan hanya untuk gelar itu sangatlah tidak sepadan.


Pada akhirnya semua akan menghilang ketika aku mati, Aku sangat menyesal karena aku tidak sempat membuat kenangan indah bersamamu.. Kheukk (muntah darah) Jadi apakah kau akan memberikan ampunan pada ayahmu ini Niele? "


"Hiks.. Hiks.. Aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf ayah! Bertahan lah aku akan membawamu hiksss" Ucap Niele yang menangis


Niele yang terus menundukkan kepala sambil menangis tidak dapat berkata-kata


Marshall mengingat sedikit kenangan masa lalu, Yang dimana dia sedang berkumpul dengan semua keluarga nya dan menggendong Niele.


"Karena aku terlalu mementingkan istana sampai-sampai aku tidak bisa memperhatikan pertumbuhan mu dengan benar Niele, Tak ku sangka kau telah tumbuh dengan cepat dan menjadi anak yang hebat..


Maafkan aku! Hiks.. (menangis) Namun aku senang sekarang, Aku bisa menghabiskan waktu terakhir ku dengan dirimu Niel " Ucap Marshall dalam hati


Marshall pun tersenyum dan menutup matanya untuk selamanya, Niele menangis sekencang mungkin sambil memegang tangan Marshall


Di kediaman Hermes


"crangg.. (Suara sebuah poto jatuh) "


Seorang wanitapun mengambil poto yang pecah itu


"Kenapa ini jatuh tiba-tiba? " Ucap HERA HERMES (IBU NIELE)


Scene berpindah ke Leon dan Astaroth


Astaroth yang langsung menyerang Leon menggunakan Sihir petir hitamnya dan membuat lobang yang sangat besar di tanah


Leon yang berhasil menghindari serangan itu langsung menyerang balik Astaroth dengan memukul perutnya.


Astaroth merasakan kesakitan akibat terkena pukulan dari Leon

__ADS_1


"Siapa kamu sebenarnya!! " Teriak Astaroth


Leon yang langsung menghajar Astaroth habis-habisan tanpa henti


"Tutup mulutmu! Akan ku bunuh kau sekarang juga " Ucap Leon yang sedang menghajar Astaroth


Astaroth terpojok dan menerima luka yang sangat fatal akibat serangan Leon.


Leon pun mengumpulkan Energi di tangannya dan membidik Astaroth


" Light Bullets"


Light Bullets adalah sebuah sihir cahaya, Dengan membuat cahaya berkumpul di suatu tempat dan memadatkanya sehingga terbentuk sebuah peluru yang bisa melesat dengan kecepatan cahaya


Leon pun menembakan peluru itu dengan jumlah yang sangat banyak ke arah Astaroth, Dan tepat mengenai perutnya


Perut Astaroth berulubang akibat serangan itu dan langsung terjatuh


Leon pun menghampiri Astaroth dengan tujuan mengakhiri pertarungan ini dengan membunuh Astaroth


Ketika hendak menyerang Astaroth tiba-tiba bola api yang sangat besar melesat ke arah Leon, Namun Leon langsung bereaksi dengan serangan tersebut dan dengan mudah menghindar dari bola api yang mengarah ke padanya


Ternyata bola api tersebut milik Kiel, Yang menyerang Leon dari arah samping


Rencana Kiel adalah membuat Leon menjauh dari Astaroth dan langsung membawa Astaroth


"Ho? ternyata masih ada satu lagi? "


Kiel yang sedang memopang Astaroth hanya menatap Leon


"Bocah ini sangat kuat sehingga membuat Tuan Astaroth hampir mati, Aku tidak mungkin menang melawanya! Untuk sekarang kita harus kembali ke dunia bawah" Ucap Kiel dalam hati


"Tuan, Misi kita untuk mengumpulkan jiwa manusia dan membuat kekacauan sudah selesai, Kita harus langsung kembali ke dunia bawah"


"Kheukk... Akan ku bunuh kau suatu hari nanti bocah!! Akan ku ingat wajahmu" Teriak Astaroth


Mereka berdua pun langsung membuka portal dan masuk kedalam portal itu


"Akan ku tunggu kau iblis jelek" Teriak Leon


Leon pun langsung mengingat Niele dan segera menyusul nya


Leon yang melihat Niele yang menangis karena Marshall sudah tewas datang dan memegang bahu Niele


"Ini semua sudah terjadi, Kita harus menguburkan nya dengan cepat dan memberikan penghormatan terakhir kepada nya, Tidak baik untuk menunda-nunda "


Leon dan Niele pun kembali ke istana sambil membawa mayat Marshall yang di bawa oleh Niele


Semua warga terkejut dan menangis melihat keadaan Marshall yang begitu menyedihkan, Semua Prajurit dan Mage menangis, Kerajaan di penuhi dengan kesedihan akibat kehilangan salah satu Master tertinggi di Kerajaan


"Sir? " Ucap Val yang terkejut dan kaget


"Apa-apaan ini? " Ucap Raiden yang Shock berat


Raja Albert mengkerut dan kesal melihat semua ini dan sangat marah terhadap Demon yang melakukan hal keji ini kepada Marshall


"Semua Prajurit yang di pimpin oleh Marshall Hermes telah gugur " Ucap Niele sambil memopang tubuh ayahnya

__ADS_1


-Bersambung


__ADS_2