
Lingkaran sihir yang di ciptakan oleh Azazoth bersifat mutlak, Dan tidak ada seorang pun yang mampu menembus atau menghancurkan sihir ruang itu.
Azazoth menciptakan ruang itu hanya untuk mengurung Leon agar tidak bisa kabur dari hadapannya.
"Akan ku pastikan sekarang juga, Jika kau akan mati di tangan ku sehingga aku bisa dengan bebas memusnahkan semua manusia yang ada disini" Ucap Azazoth yang di penuhi amarah
Leon pun langsung bersiaga untuk merespon serangan yang akan di lancarkan oleh Azazoth.
"Sial, Aku saat ini sedang berada di ujung tanduk aku bahkan sangat kaget jika dia masih sekuat ini" Ucap Leon dalam hati
Tiba-tiba tanah pun langsung berterbangan dan membentuk sebuah bola yang sangat besar yang membungkus Leon.
" Dia sudah mulai menyerang!" Ucap Leon dalam hati
Leon pun terbungkus oleh bongkahan batu dan tanah, Namun Leon langsung menghancurkan sihir itu dengan cara meledakanya.
Azazoth pun langsung melesat ke arah Leon dan medaratkan sebuah serangan yang berupa sihir bayangan yang membentuk sebuah tangan besar yang langsung meninju Leon.
Leon pun tidak sempat menghindari serangan itu dan membuat nya terlempar jauh dan menabrak batasan sihir ruang itu.
"Kheukk.. Sial sangat cepat" Ucap Leon sambil kesakitan
Tidak berhenti dari situ, Azazoth langsung mengeluarkan sebuah bola api yang sangat besar.
"Fire Ball"
Azazoth langsung menembakan bola api itu kearah Leon, Terlihat bola api itu sangat besar saking besarnya ruangan yang mengurung mereka terpenuhi oleh bola api tersebut.
"Sial! Itu sangat besar!" Leon pun langsung membuat Shield yang melindungi dirinya.
Bola api itupun meledak setelah mengenai Leon, Angin kencang serta hawa panas dari ledakan itu langsung menyebar ke seluruh ibukota.
"Leon! " Teriak Niele
Semua orang yang berada di sana hanya berfokus kepada pertarungan Leon dan Azazoth.
Semua para Demon yang ada disana tiba-tiba mengeluarkan sebuah energi hitam yang keluar dari tubuh mereka, Energi itupun langsung membuat semua Demon yang ada disana menjadi kering dan menguap terbawa oleh energi itu.
Hasil dari energi kehidupan para Demon itupun berkumpul di langit dan membentuk sebuah bola hitam yang sangat besar di atas langit.
Semua prajurit dan yang lainnya terkejut, Mereka heran dengan situasi yang terjadi saat itu juga.
Mereka yang awal nya berperang melawan para Demon tiba-tiba melihat langsung dengan mata kepala sendiri bahwa Demon yang mereka lawan menguap menjadi energi.
"Apa yang sebenarnya terjadi saat ini!" Ucap Testarosa
"Apakah ini pertanda buruk atau bagus?!" Ucap Will
"Siapa sebenarnya orang itu" Ucap Marvin
Scene berpindah ke tempat Jay dan Anthony yang berada di daerah Selatan
__ADS_1
Terlihat Jay dan Maxhill yang sedang bertarung habis-habisan satu sama lain.
Maxhill berhasil memojokan Jay dan memberikan beberapa luka kepada Jay.
"Luar biasa! Sudah lama aku tidak merasakan sensasi pertarungan seperti ini! Sudah tidak di ragukan lagi, Kau memang benar berasal dari keluarga itu!"
Maxhill yang belum sempat menyelesaikan bicaranya langsung di serang oleh Jay.
"Tutup mulut busukmu itu!" Ucap Jay sambil mengeluarkan pedangnya
Jay langsung menebaskan pedangnya ke arah Maxhill dengan cepat, Namun Maxhil hanya menghindari serangan tersebut.
"Heaven's Lion's Roar"
Tiba-tiba Luci menyerang Maxhill dari arah belakang menggunakan skill miliknya yang berupa sebuah jeritan ultrasonik yang di aliri sebuah mana sehingga auman itu bisa melukai seseorang.
Maxhill langsung terpental jauh karena terkena serangan dari Luci, Anthony pun langsung menyerang kembali Maxhill yang sedang terjatuh.
"Heaven's Lion Claw"
Anthony pun berlari kearah Maxhill dan langsung menyerang tubuhnya dengan kuku panjang yang terbuat dari mana.
Sehingga serangan Anthony membuat pohon dan batu di sekitar Maxhill tercincang oleh serangan Anthony
"Kheukk...Sial ini menguras tenaga sampai tenggorokan dalam ku robek!" Ucap Luci sambil memuntahkan banyak darah dari mulutnya
Prajurit lainya yang sedang bertarung melawan Demon lainya tersisa 139 orang, Tiba-tiba mereka berteriak kepada Luci.
Sontak hal itu membuat bingung Luci dan lainya, Mereka heran apa yang sebenarnya terjadi kepada para Demon itu.
Maxhill pun bangun dan meregenerasi semua luka yang ada di tubuhnya.
"Hebat sekali kalian" Ucap Maxhill
Tiba-tiba Maxhill pun menatap ke arah energi yang menguap dan menuju ibukota.
"Jadi akhirnya anda (Azazoth) bertarung dengan serius? Baiklah kita tidak bisa bermain-main lagi sekarang" Ucap Maxhill
Terlihat Aura mengerikan keluar dari tubuh Maxhill dan membuat Jay kaget melihat perubahan yang di alami oleh Maxhill.
Begitu juga dengan Astaroth yang berada di ibukota kerajaan, Dia tiba-tiba berubah menjadi True Demon sesungguhnya dan mengeluarkan Aura mengerikan.
"Sekarang, Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat!" Ucap Maxhill yang tubuhnya di selimuti oleh Aura gelap pekat.
Jay pun langsung mengeluarkan Aura membunuh yang sangat kuat, Sehingga tubuhnya di penuhi oleh Aura Merah yang menggebu-gebu.
"Aku juga akan mengeluarkan semua yang tersisa kali ini" Ucap Jay dengan tatapan dingin
Anthony langsung mengeluarkan 3 makhluk summon nya dan bersiap bertarung kembali.
Begitu juga dengan Luci yang sudah berubah menggunakan Berseker miliknya.
__ADS_1
Mereka pun langsung menyerang bersamaan dan mengeluarkan kekuatan maximal mereka masing-masing.
Prajurit yang tersisa hanya terdiam membeku melihat pertarungan mereka ber empat
Maxhill yang langsung menghadapi 3 orang sekaligus terlihat kegirangan, Bahkan dia pun terlihat mendominasi pertarungan tersebut.
"4 absolute heaven attacks"
Luci menyerang Maxhill dengan sangat cepat, Serangan itu mampu membuat Maxhill terpukul mundur.
Anthony memerintahkan salah satu hewan summon nya yaitu seekor ular besar untuk melilit Maxhill.
Ular besar tersebutpun langsung melilit Maxhill dengan kencang.
Namun Maxhill mampu menghancurkan ular tersebut berkeping-keping dan langsung melesat ke arah Anthony dan memukul Anthony sampai terpental jauh.
Jay pun berlari menyamping dan langsung melompat ke arah Maxhill dan mengayunkan pedangnya yang sudah di lapisi Mana Dark.
"Moon Split Slash"
Maxhill pun dengan sigap memblok serangan itu menggunakan sayap nya, Dan menahan pedang Jay.
"Sial!" Ucap Maxhill
Ternyata Jay dapat memotong sayap Maxhill menggunakan pedang nya, Maxhill pun langsung menjauh dari Jay
Tidak cukup sampai situ, Jay langsung melesat kembali ke arah Maxhill dan berniat memenggal kepalanya.
Namun ketika Maxhill akan tertebas oleh pedang Jay, Tiba-tiba dia menghilang dari hadapan Jay.
"Kemana dia!" Ucap Jay yang sangat kaget
Tiba-tiba Maxhill sudah berada di belakang Jay sambil tersenyum
"Aku disini!" Ucap Maxhill
Punggung Jay pun langsung di robek oleh Maxhill dan membuat Jay terpental jauh sampai menabrak sebuah pohon besar, Pohon itupun langsung roboh
Luci yang melihat itu langsung menyerang Maxhill secara brutal, Namun semua serangan yang dilakukan oleh Luci hanyalah serangan sia-sia.
Maxhill mampu membaca semua gerakan Luci dengan sangat mudah.
"Perempuan seharunya bersikap lembut dan anggun" Ucap Maxhill yang langsung mencekik Luci.
Anthony yang baru saja bangkit pun langsung berteriak kepada Luci
"Kakak!!!"
"Crakkk ( Suara darah menyiprat)
-Bersambung
__ADS_1