
Tanpa sadar sudah seharian penuh Aldara menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan dengan Samuel. Samuel sengaja melakukan hal itu untuk menghibur Aldara dari rasa sedihnya yang terus berlarut-larut.
Aldara menarik napas panjang dan menatap punggung Samuel yang hanya bisa ia perhatikan secara diam-diam.
Hati Aldara sangat ingin memeluk punggung tegap itu tapi ia berusaha untuk menahannya dan menundukkan kepalanya.
"Huh, benar-benar tidak bisa yah?" tanya Aldara pada dirinya sendiri yang tak memiliki percaya diri.
Aldara yang terus berjalan menunduk tak menyangka bahwa orang di depannya akan berhenti berjalan hingga ia pun menabrak punggung dari Samuel.
Aldara sangat terkejut dan mendongak ke atas. Bertepatan dengan Samuel juga ikut menundukkan kepalanya. Hingga mereka berdua tak sadar bahwa mereka tengah bertatapan mesra.
Mulut keduanya terkunci bisu. Sedekat ini bersama Samuel tentunya membuatnya tak bisa berdiri dengan normal. Aldara merasakan jika kakinya sangat lemas.
Ia pun benar-benar terjatuh dan ditangkap oleh Samuel yang terkejut karena Aldara hendak pingsan.
Aldara kian berdetak jantungnya saat ditangkap mesra oleh satpam pujannya. Oh Tuhan sadarkanlah jika ini mimpi. Karena Aldara tak ingin terlalu berlarut-larut dalam dunia ilusi yang penuh dengan kebohongan.
Aldara pun menarik nafas panjang dan langsung menjauh dari Samuel. Mereka berdua sama-sama merasa canggung dan juga salah tingkah.
Kepribadian Samuel yang selalu terlihat diam kini pria itu tengah memerah sambil mengalihkan rasa saltingnya dengan menggaruk kepalanya.
"Eumm aku masuk terlebih dahulu. Nanti jika kamu membutuhkan aku panggil saja."
Samuel pun masuk ke rumah mereka. Aldara masih bingung di teras. Pada akhirnya ia tersadar dan ikut masuk ke dalam.
Aldara langsung menuju ke kamarnya. Saat membuka pintu Aldara tanpa pikir panjang lagi langsung meloncat ke kasurnya.
Ia mendekap gulingnya dan menyimpan wajahnya di bawah bantal. Aldara saat ini benar-benar merasa malu. Wanita itu berusaha untuk tetap waras walau pikirannya tidak mendukung.
"Ya Tuhan apaan sih? Kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini. Akhh!! Dia benar-benar sangat tampan. Kenapa Tuhan bisa menciptakan orang setampan Samuel."
__ADS_1
Aldara pun menjauhkan bantal dari wajahnya. Lama-lama ia merasa kehabisan udara juga dengan memeram wajahnya di bantal.
Aldara memandang ke kaca. Sebagai wanita yang sedang jatuh cinta tentunya Aldara ingin penampilannya harus spektakuler dan tidak memalu-malukan.
Melihat wajahnya yang sangat berantakan membuat Aldara merasa overthinking dan selalu kepikiran apakah tadi Samuel mengajaknya jalan-jalan merasa malu karena telah menggandeng wanita sekumal dirinya.
Begitulah sekiranya pemikiran orang yang sedang jatuh cinta. Semua yang ia lihat selalu salah karena ia ingin dirinya benar-benar perfect di depan orang yang dicintainya.
Tok
Tok
Tok
Aldara terkejut dan langsung membuka pintu. Namun ketika melihat orang yang berada di depan pintunya membuat Aldara hamya bisa menahan napasnya.
Tanpa sadar Aldara melakukan hal yang ceroboh. Ia menutup pintu dengan sangat kencang di depan Samuel. Hingga Samuel yang sendiri tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Aldara.
"Ya ampun apa yang aku lakukan?" tanya Aldara kepada dirinya sendiri yang telah melakukan hal memalukan di depan orang pemilik rumah ini.
Aldara membuka pintu dan menatap Samuel dengan wajah yang penuh permohonan maaf. Karena apa yang ia lakukan tadi adalah bentuk refleks dari rasa terkejutnya melihat Samuel di depan pintu.
"Maafkan aku, aku tadi hanya terlalu kaget," ujar Aldara dan menundukkan kepalanya.
"Hm baiklah. Segera ke dapur makanan sudah siap. Kau harus makan dengan banyak supaya kau sehat."
___________
Samuel menatap berkas-berkas yang bertumpuk di depannya. Ia bahkan tak sempat tidur untuk mengurus semua berkas tersebut.
Belum lagi pihak lawan dengan sangat jelas melakukan penyerangan terhadap pihak mereka.
__ADS_1
Sebagai orang yang dipercaya oleh atasannya, Alkara yang tidak lain adalah Ayah dari Aldara. Tapi ini mulai ringan karena sebelum Aldara berada di rumah ini dan masih jauh dari jangkauannya, Samuel benar-benar keteteran mengurus semua masalah yang sedang ia hadapi dan juga perusahaan atasannya yang kini berada di tangannya.
Samuel harus menyiapkan beberapa berkas yang untuk dikirim ke pengadilan. Berkas semua itu adalah berkas yang merupakan barang-barang bukti yang menunjukkan jika atasannya tersebut tak bersalah akan tetapi ada orang lain yang berusaha untuk menjatuhkan perusahaannya dan nama baik Alkara.
Untungnya berkas-berkas tersebut serta barang bukti yang lain sudah diselamatkan oleh Samuel hingga mereka yang membakar rumah Aldara kemarin hanya sia-sia.
Dari pengamatan Samuel mereka tidak mengetahui jika barang bukti tersebut telah diselamatkan oleh Samuel lebih dulu.
Samuel bekerja di bawah bayang-bayangan atasannya. Sehingga tak ada yang mengetahui jika Samuel merupakan orang yang dirahasiakan oleh Alkara.
Mungkin mereka juga tak akan menyangka jika Samuel bekerja dengan sangat apik untuk menyelamatkan atasannya.
Untuk saat ini Samuel merasa benar-benar sangat lelah. Ia pun tertidur di atas meja kerjanya. Aldara yang dari tadi hanya memperhatikan Samuel yang bekerja secara diam-diam dari jauh pun memberanikan diri untuk mendekati Samuel ketika pria itu telah tertidur.
Aldara adalah wanita pecundang. Karena ia tak berani melakukannya secara terang-terangan.
Aldara membereskan meja kerja Samuel lalu diam-diam memijat punggung Samuel. Ia memperhatikan Samuel yang tidur dengan damai.
Aldara mengusap kepala Samuel, lalu bergumam penuh kekaguman kepada Samuel.
Ia pun membawakan selimut untuk Samuel dan kemudian menyelimutkan ke tubuh pria itu. Aldara menarik nafas panjang dan kemudian pergi dari ruangan tersebut.
Ia menuju ke kamarnya lalu melompat ke dalam sana dan bergabung bersama bantal-bantalnya di atas kasur. Sejenak Aldara dan menatap ke atas sambil memutar memori masa lalu. Akan tetapi ada beberapa memori masa kecilnya yang sama sekali tidak bisa diingat oleh Aldara.
Selain itu ia merasa seperti ada separuh ingatannya yang hilang dan Aldara merasa ia seakan-akan pernah kehilangan ingatan. Tapi itu tidak mungkin. Karena menurutnya ia sehat-sehat saja.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.
__ADS_1