
Dari tadi Aldara sebenarnya sudah tak tahan untuk tak menyapa Samuel. Hanya saja Samuel yang selalu diam membuat Aldara merasa gengsi untuk menyapa pria itu.
Entah hal apa yang sudah mempengaruhi Aldara hingga membuatnya sangat tak berani seperti itu karena mereka juga sering berbincang.
Atau ada aura yang sangat kuat yang terdapat pada Samuel yang membuat Aldara pasrah dan juga sekaligus ketakutan. Wajah Samuel juga dapat ditebak oleh Aldara tidak sedang baik-baik saja karena terdapat kemarahan pada dirinya.
Aldara terus merasa bingung lebih baik Aldara pun memilih diam dan tak peduli dengan Samuel. Ia fokus dengan jalan di depannya hingga mereka berhenti di suatu taman yang sangat indah.
Aldara ternganga melihat keindahan dari taman itu yang tidak ada bandingannya dengan taman yang sering ia lihat. Kenapa sangat cantik dan dipenuhi dengan bunga-bunga?
Aldara menatap kepada Samuel Diam-diam ingin memastikan kenapa pria itu membawa dirinya kemari.
Tapi Samuel tak juga menjelaskan hingga pada akhirnya Aldara harus menelan rasa bingung itu dengan memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh pria itu selanjutnya.
Samuel membuka pintu untuk Aldara dan meminta agar wanita tersebut keluar dari mobilnya. Aldara dengan diiring perasaan bingung menuruti saja keinginan dari Samuel.
Ia pun turun dari mobil itu dan tidak disangka-sangka Samuel memintanya agar mengiringi pria itu. Samuel membawanya ke taman tersebut dan Aldara menatap Samuel dengan pandangan yang ingin berkeliling tapi tak berani ia ungkapkan dengan lisannya.
"Kau boleh berkeliling."
"Kau serius?" tanya Aldara. Tapi ia kembali merengut karena ia ingin berkeliling di taman ini bersama Samuel. Untungnya Samuel peka dengan ekspresi Aldara. "Aku akan menemanimu."
"Yey!!" Aldara tanpa sadar terpekik senang hingga membuatnya harus menutup mulutnya kembali karena merasa malu besar. "Maaf."
"Sudahlah."
Aldara pun berjalan mendahului Samuel. Seolah-olah wanita itu lah yang menuntun Samuel menikmati pemandangan indah di taman ini. Samuel hanya diam sambil mengulas senyum yang tak diketahui oleh Aldara.
Melihat kebahagiaan yang terpancar dari istri kecilnya membuat hati Samuel juga turut bahagia. Entah keajaiban dan juga mimpi apa yang membuat Samuel harus menikah dengan anak atasannya.
__ADS_1
Ia merasa tersanjung dan tak akan pernah melupakan jasa Alkara yang menikahkan anaknya pada dirinya.
"Al!" panggil Samuel membuat Aldara yang tengah asik memotret bunga-bunga di taman itu pun berhenti. Ia menoleh kepada Samuel yang memanggil namanya.
"Kenapa?" Saat berbalik menatap Samuel rambut Aldara berkibar ditiup angin hingga membuat kecantikannya bertambah berkali-kali lipat.
Samuel bahkan terpaku kepada wanita itu dan tak bisa mengalihkan pandangannya dari Aldara. Aldara sangat cantik serta tiupan angin dan sinar matahari yang tepat bersinar di wajahnya membuat Aldara memiliki aura yang sangat kuat.
Aldara bingung kenapa Samuel hanya diam menatap dirinya. Sebagai seorang wanita ditatap oleh lelaki pujaannya tentu membuat ia malu dan juga memerah.
Samuel mengedip berapa kali sebelum akhirnya sadar dengan apa yang ia lakukan. Ia pun menarik napas panjang dan menggelengkan kepalanya menepis keinginannya yang hendak memeluk tubuh Aldara.
"Tidak apa-apa." Sebenarnya jantung Samuel sangat berdetak cukup kuat. Tapi untungnya Aldara tak mengetahuinya. Jika wanita itu tahu maka Samuel akan bingung menaruh mukanya di mana saking malunya.
_____________
"Ini buat mu!" Aldara memberikan setangkai ice cream pada Samuel.
Aldara tak sadar jika dirinya tengah ditatap memuja oleh Samuel. Ia hanya fokus dengan makanan dan ice creamnya.
Hingga ada tangan yang mengusap bibinya membuat Aldara sadar jika di sampingnya berdiri Samuel. Samuel mengusap bibir Aldara yang penuh dengan bekas ice cream.
"Kalau mau makan Ice cream itu hati-hati," ujarnya yang membuat Aldara bengong dan hanya terdiam.
"Hem."
Tak ada yang bisa mendeskripsikan betapa deg degannya Aldara saat ini. Diperlakukan seperti tadi oleh orang yang kita suka adalah sebuah hal bencana. Karena apa? Karena ia bisa terserang penyakit jantung.
"Eumm aku mau ke sana," ujar Aldara yang sengaja niatnya ingin menjauh dari Samuel.
__ADS_1
Aldara berjalan di sekitar taman itu sambil mengusap dadanya. Aldara lama-lama bisa mati hanya karena jatuh cinta kepada Samuel. Sialnya dia sangat tampan dan juga perhatian kepadanya.
Tak ada pria yang benar-benar bisa mengambil hati Aldara. Sebab banyak yang menyukainya tapi Aldara tidak peka kepada mereka.
Aldara mengamati keindahan taman yang ada di depan matanya. Tapi entah kenapa Aldara merasa jika ia pernah berkunjung ke taman ini.
Tapi di mana? Karena seingat Aldara dia belum pernah kemari dan ia saja baru tahu jika taman ini ada.
"Mikirin apa sih aku? Mana mungkin aku pernah ke sini. Aku aja baru tau kok, dasar Aldara memang kamu ini aneh-aneh."
Sementara itu Samuel sengaja mengajak Aldara ke sini karena tempat ini penuh dengan kenangan mereka. Samuel tahu betul jika Aldara sangat menyukai bunga-bunga indah seperti di taman ini. Dulu Aldara sering mengajaknya kemari dan bermain bersama.
Masa lalu yang hanya tinggal kenangan tapi berusaha untuk diulang kembali oleh Samuel.
Ia yakin bisa menaklukkan lupa ingatan Aldara hingga membuat Aldara kembali mencintainya walau saat ini Samuel ragu untuk melakukannya.
"Aldara!"Panggilan dari Samuel membuat Aldara berhenti bermain dengan bunga-bunga di sekitarnya.
Aldara menatap Samuel bingung. Ia belum puas bermain di taman ini dan akankah Samuel mengajaknya untuk pulang?
"Kenapa?"
"Kita harus pergi ke tempat makan dulu di sana. Kau pasti lapar." Aldara menatap ke arah warung makan yang tidak jauh dari sini.
"Baiklah. Aku juga lapar. Ah, iya pakai uang mu dulu baru nanti aku akan menggantinya," ujar Aldara yang merasa tidak enak jika harus dibayarkan oleh Samuel.
"Tidak perlu." Samuel menarik tangan Aldara membuat Aldara lantas terpekik sekaligus salting berat karena digenggam tangannya oleh crush nya.
____________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.