Satpamnya Aldara

Satpamnya Aldara
Part 18


__ADS_3

"ALDARA!!" Aldara terkejut saat ia yang sedang menyendiri di dalam kelas sedang membaca buku akan tetapi dikagetkan dengan dua suara wanita.


Ia pun bangkit dari rebahannya di atas meja dan menyipitkan matanya. Ia pun tahu jika mereka adalah Indri dan Maya.


"Kenapa kalian ke ruangan ku?" tanya Aldara heran dan menghela napas panjang.


"Hey. Memangnya kenapa? Kau tak senang kami datang?" tanya Indri pada Aldara.


Aldara dengan cepat menggelengkan kepalanya. Ia bukan tak senang mereka datang tapi kedatangan mereka sangat tiba-tiba. Aldara pun menarik napas panjang dan meminta mereka agar duduk di depannya.


"Ada apa kalian datang?"


"Yuk ke kantin yuk. Kita sudah lama tidak ke kantin." Aldara mengerutkan keningnya sambil memilah ajakan teman-temannya tersebut.


"Tapi aku lagi malas."


"Ayolah." Kini suara Maya yang sedang membujuk Aldara. Aldara tak ada pilihan lain dan menolak mereka juga rasanya tak enak.


"Baiklah-baiklah."


Mendengar jawaban dari Aldara membuat mereka sangat senang. Maya dan Indri saling bertos ria karena telah berhasil membujuk orang introvert seperti Aldara.


"Nah gitu dong. Kita sudah lama tidak main bersama. Dikurang-kurangi introvertnya."


Ah yah selain Samuel yang tahu masa lalu Aldara, teman-temannya Maya dan Indri juga mengetahuinya karena mereka adalah teman kecil Aldara. Mereka pun berusaha untuk menyembunyikan itu dari Aldara atas permintaan orangtua Aldara.


Ia juga tahu hubungan apa yang dipendam Samuel dan juga Aldara. Tapi mereka tak pernah mengungkit Samuel sama sekali di depan Aldara. Dan malah pernah menyomblangi Aldara dengan Niko untuk mengalihkan perhatian.


Aldara pun bergabung dengan mereka dan berjalan menuju kantin. Dan ternyata di kantin sedang heboh karena ada perkelahian.


Aldara yang tak menyukai keramaian tersebut hanya mendengus kesal ingin pergi. Tapi untungnya Maya menahan tangan Aldara.


"Jangan pergi. Yaudah sebentar lagi bakal diamankan sama guru BK."


"Hem."


Aldara pun mencari tempat yang lebih jauh dari keramaian itu. Ia duduk di paling sudut kantin.


"Kamu mau pesan apa? Biar aku yang bilang."


"Hm aku mau ini sama ini."


Aldara menunjuk ke arah buku menu.


"Baiklah."

__ADS_1


Indri pun pergi untuk memesan makanan. Tinggal Maya dan Akdara di situ. Aldara hanya membaca buku novelnya bahkan di kantin seperti ini. Tiba-tiba seseorang datang dan Aldara mengira jika itu Indri hingga ia terkejut ketika ada tumpukan novel di depannya.


Aldara mendongak dan menatap Niko yang tengah tersenyum jahil padanya. Aldara mengalihkan perhatiannya dari buku-buku novel tersebut.


"Novel terbaru dan aku sudah pinjam buat kamu."


"Hah?"


"Kamu mau nanti kehabisan? Nanti diambil sama pengunjung yang lain."


"Eh tidak."


"Nah makanya aku sengaja minjam buat kamu."


Aldara pun mengangguk. Perlahan ia pun mulai mengerti dengan Niko. Dari ulu ia selalu mengabaikan Niko tapi jika dipikir-pikir Niko sangat kasihan.


Niko pun duduk di bangku Indri hingga Indri datang merasa emosi karena tempat duduknya diambil.


"Hey kau. Itu tempat duduk aku."


Niko menutup telinganya saya mendengar suara pedas Indri. Ia pun beralih tempat duduk dan memicingkan matanya kepada perempuan tersebut.


"Aku numpang sebentar. Kok sewot banget nenek-nenek satu ini."


Untungnya ada Maya yang menenangkan Indri. Jika tidak maka Indri akan menjadi macan betina di tengah keramaian.


"Sudah. Mending kita cerita-cerita dulu."


"Laki-laki masa ngerumpi."


Aldara menarik napas panjang dan memejamkan matanya ketika ada keributan di depannya. Padahal ia sengaja duduk paling sudut agar tak mendengar keributan dan di sini ternyata bukan membuatnya tenang tapi malah sangat setres.


"Sudah. Kalian ini. Tidak tahu malu apa? Lihat Aldara dia jadi tidak enak."


Niko dan Indri pun memandang Aldara.


"Aldara maaf."


"Hm."


__________________


Aldara menatap kepada Samuel yang menjemputnya di depan. Bekas kemarin mereka masih canggung.


Aldara pun menghampiri Samuel dan masuk ke dalam mobil pria itu. Ia menundukkan kepalanya sambil meremas tangannya.

__ADS_1


"Ah ya untuk semalam." Tuhkan dibahas lagi. Aldara paling ingin menghindari topik ini. "Aku minta maaf."


"Hehehe gak papa. Tidak ada yang salah." Aldara memandang Samuel dengan mata marah. "Kenapa kau yang datang menjemput ku? Kau masih sakit. Bahkan kau membuka impus mu."


Samuel tersenyum lebar. Tapi senyum itu tak ditunjukan pada Aldara.


"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja dan aku sangat sehat. Jadi kau tak perlu khawatir kepada ku."


"Dokter mengatakan jika luka mu masih perlu dibawa untuk istirahat."


"Aku hanya menjemput mu. Jadi ini bukanlah apa-apa."


"Terserah." Itulah jurus wanita jika kalah debat.


Aldara pun menarik napas panjang dan menatap ke arah kaca mobil dan menikmati pemandangan kota yang amtalah indah.


Dengan posisi itu Aldara merasakan jika kepalanya sangat pusing. Samuel terkejut ketika Aldara mendesis kesakitan.


"Ada apa dengan mu?"


"Entahlah kepala ku tiba-tiba sakit. Seakan aku pernah berada di posisi seperti ini dan menikmati pemandangan."


Samuel terkejut dan menundukkan kepalanya. Apakah Aldara hendak mengingat memorinya kembali? Tapi jika itu terjadi maka akan menjadi berita yang buruk sebab Aldara akan semakin cedera otak.


"Hey tenanglah dan janganlah memikirkan sesuatu."


Aldara pun perlahan tampak tenang kembali. Ia memejamkan mata dan menarik napas panjang.


Melihat Aldara yang mulai membaik membuat Samuel bisa bernapas dengan lega.


Ia dengan cepat membawa mobil agar lebih cepat sampai. Sesampainya di rumah, Samuel yang hendak memberitahukan Aldara bahwa mereka sudah sampai mengurungkan ucapannya saat melihat jika Aldara tengah tertidur.


Samuel mengangkat tubuh Aldara dan kemudian membawanya masuk ke dalam rumah.


Samuel menatap Aldara dengan mengulum ludah. Ini wanita yang tengah digendongnya adalah istrinya.


Samuel pun menundukkan kepalanya. Ia membawa Aldara ke kamar wanita itu dan meletakkan Aldara di atas kasur lalu memberikannya selimut.


"Selamat tidur cantik." Samuel mengecup kening Aldara dengan sangat dalam.


____________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2